Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku

Istri Tangguhku Adalah Sahabat Adikku
eps 5


__ADS_3

Setelah mendengar cerita dari Nara membuat adetra berfikir panjang dan takut akan kehilangan sosok nara yang telah membantunya, karena dirinya tidak yakin dan tidak mempercaya huzaifi.


"kakak istirahat duluan aja, aku mau keluar sebentar" nara hanya menganggukkan kepalanya saja, dengan penasaran yang menggebuh didalam hatinya adetra langsung mendobrak pintu kamar huzaifi.


"seperti ini kamu masuk ke kamar kakak?"


"apa rencana kakak mau nikah?" interogasi "tidak ada rencana apapun"


"hah... kakak pikir aku bodoh? Mamah yang memaksa kakak untuk perjodohan aja nggak mau gimana ceritanya mau nikah padahal baru ketemu tadi siang"


"karena kamu, kakak menikahinya karena cuma dia yang bisa jagain kamu, lagi pula jika kakak nggak datang tepat waktu, dia akan menikah dengan pria brengsek"


"tetep aja, jangan sembarang melakukan sesuatu, dia manusia kak, dia punya perasaan, masa depan, dia juga punya impian yang ingin dicapai"


"dengar baik-baik, kakak melakukan ini tidak secara cuma-cuma, kakak dan dia punya tujuan jadi tidak ada yang dirugikan" adetra semakin kesal dengan sikap huzaifi yang hanya memikirkan dirinya saja.


Dari luar kamar nara mendengar semua pembicaraan adetra dengan huzaifi, seakan hatinya teriris karena perkataan huzaifi "tapi kak, perempuan mana yang nggak jatuh cinta kalau tinggal bareng, dalam waktu dua puluh empat jam kalian bersama, dan satu lagi, semudah itu kakak mengatakan perceraian, perempuan mana yang belum nikah udah dikasih kesepakatan untuk bercerai, sakit tau" adetra langsung memberontak dengan keputusan yang diambil huzaifi.


"adetra, terimakasih kamu udah membela aku, tapi yang kami lakukan dengan tujuan kami, kamu nggak perlu hawatir" berusaha untuk membujuk adetra


"tetap nggak boleh, aku nggak setuju, bagaimanapun juga ini menyangkut masa depan kakak" dengan berteriak hingga membuat mamah papahnya berlari menemui mereka.

__ADS_1


"ada apa ini? kenapa teriak-teriak?"


"mah, aku nggak setuju pernikahan kakak, aku nggak mau kak nara jadi korban karena aku" perkataan adetra membuat kedua orang tuanya bingung dan huzaifi berusaha memberi isyarat agar adetra menghentikan semuanya.


"huzaifi, jelaskan ada apa sebenarnya?"


"maaf om saya lancang, sebenarnya ini salah"


"aku dibully pah" menyela pembicaraan Nara


"apa maksud kamu nak"


"mah, aku selalu dibuly disekolah, cuma kak huzaifi yang tau semua itu, karena kak nara selalu ada disaat aku kesulitan, kak huzaifi menjadikan kak nara sebagai istri kontraknya" kedua orang tuanya terkejut dan kecewa mengetahui semuanya, siapa sangka adetra mengatakan semuanya kepada kedua orang tuanya hingga memperumit masalah huzaifi dan nara.


"untuk masalah ini kita selesaikan segera, semua ikut keruang keluarga" kedua orang tuanya pergi keruang keluarga, begitu juga huzaifi menyusul dari belakang, namun huzaifi tetap melirik nara yang gemetar.


"ayo kak" adetra menggenggam tangan nara untuk menguatkannya, semua duduk terdiam tanpa ada satu katapun.


"papah mau dengan penjelasan dari adetra, kenapa kamu nggak mengatakan kalau kamu dibuly?"


"aku yang melarangnya, karena aku ingin dia bisa menjadi kuat dan bisa tegas "

__ADS_1


"tapi kenapa kakak menikahi kak nara?" dengan nada tinggi dan kesal "adetra cukup, huzaifi katakan apa alasan kamu menikahi nara?" huzaifi menatap nara yang gemetar.


"yang pertama karena dia bisa membantu adetra melawan bulying, kedua karena aku ingin membantu dia keluar dari rumah neraka itu menyelamatkan dia dari pria yang brengsek itu, oleh karena itu aku mengganti pria yang di jodohkan tantenya" tidak tahu sejak kapan air mata nara jatuh, huzaifi tidak bisa memalingkan pandangannya dari nara.


"Nara adalah putri tunggal Suparman pemilik saham terbesar diperusahaan kita, mereka meninggalkan karena kecelakaan, karena kehilangan kedua orang tuanya nara tidak bisa tinggal dirumah lamanya, karena itu pak suherman yang tidak lain adik kandung pak Suparman yang mengambil alih hak asuh nara" nara mengangkat kepalanya melihat huzaifi yang masih menatapnya dengan serius, tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya sehingga tetap melakukan pernikahan kontrak tersebut.


"apapun itu alasannya, papah tidak merestui kalian, mau putri tunggal perusahaan A atau siapapun itu, papah nggak akan merestui pernikahan ini" dengan tegas


"setuju atau tidak, huzaifi tetap akan menikahinya" dengan tetap teguh di pendiriannya.


"pernikahan harus dilandasi dengan cinta, jika pernikahan dilakukan karena kontrak, mau sampai kapan kalian membohongi perasaan kalian?"


Nara berusaha untuk kuat menghadapi semua masalah ini dan berani bertanggung jawab"maaf om, tante, nggak seharusnya saya melibatkan anak-anak om dan tante didalam masalah saya, yang dikatakan om benar, pernikahan harus dilandasi dengan cinta bukan karena kontrak, oleh karena itu saya minta maaf sedalam-dalamnya" dengan sedikit tersenyum "saya menerima keputusan om dan tante, kalau gitu saya pamit dulu, assalamualaikum" Nara beranjak dari duduknya dan keluar dari rumah "kak" adetra mengejar nara yang pergi meninggalkan rumah dalam keadaan kacau.


"kenapa papah menentang pernikahan ini? bukan kah ini yang kalian inginkan?"


"kami memang ingin kamu menikah tapi bukan seperti ini yang kami inginkan" marah besar


"mah, jika mamah ingin aku untuk jatuh cinta, itu akan sulit, karena cintaku hanya untuk tiara, lagi pula bukankah nasib kami sama, dia kehilangan sosok yang mendukungnya sedangkan aku kehilangan sosok yang mencintaiku dengan tulus, aku melakukan ini demi adetra juga, karena dia ingin nara menjadi kakaknya" huzaifi memutuskan untuk pulang kerumahnya sendiri "sudah kuputuskan aku akan menikah dengannya" setelah menyampaikan keinginannya huzaifi pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


"kak nara" menarik tangan nara dan memeluknya "kamu nggak perlu hawatir, aku nggak papa, semua ini terjadi karena aku, kamu nggak salah, aku pergi dulu masuklah kerumah, diluar sangat dingin kamu bisa terkena flu" dengan nada gemetar lalu pergi begitu saja, adetra terdiam melihat nara yang pergi dari rumah, merasa bersalah sebab semuanya terjadi karenanya.

__ADS_1


"kenapa kamu menolak semua ini, bukankah kamu ingin dia menjadi seorang kakak seutuhnya, aku sudah mengabulkannya dengan senang hati, lagi pula dia akan banyak menghabiskan waktu bersama kamu, aku memilih dia karena kamu, sulit mencari kakak yang baik untuk kamu" sambil menyeka air mata adetra dan memeluknya, "selain tiara hanya dia yang bisa mengambil hati kamu, dan membuat kamu tersenyum, sebanyak itu orang yang ingin dekat dengan kamu, tapi hanya karena kamu anak orang kaya bukan karena ketulusannya bahkan banyak yang memanfaatkan kamu" tangisan adetra pecah didalam pelukan huzaifi.


Nara terus berjalan menuju kerumahnya, sesampai didepan pintu rumah nara begitu takut untuk membukanya, dengan berat hati nara membuka pintu, air matanya terus mengalir seolah terdengar suara mamah yang menyambutnya pulang, "Nara udah pulang? ayo masuk diluar dingin nak" bayangan mamah yang tidak bisa terlupakan begitu saja, nara menjerit sekuat tenaga dengan kesedihannya yang begitu kehilangan.


__ADS_2