
Sinar Matahari sudah masuk ke dalam celah celah kamar, tanpa menganggu kedua insan yang masih bergeming dengan selimut tebal nya.
"Enggh", erang diana.
Diana pun membuka mata nya perlahan, Diana merasa tubuhnya sangat remuk setelah kejadian kemarin malam.
"Selamat pagi sayang," ujar Dino yang sudah terbangun terlebih dahulu, sambil mengecup bibir Diana.
"Pagi" jawab Diana tersenyum.
Diana menatap Dino yang sedang melihatnya, dan Diana teringat kejadian semalam terlihat malu dan langsung memeluk dino menyembunyikan wajah nya di dada bidang Dino.
Dino terkekeh sambil memeluk Diana erat sambil mengusap punggung nya sesekali mengecup puncak kepalanya.
Diana melepas pelukannya dan ingin turun dari ranjang namun di tahan oleh Dino.
"Mau kemana?." Tanya Dino sambil menahan tangan Diana.
"Ke kamar mandi, aku mau mandi." Jawab Diana heran.
Diana pun beranjak dari duduk nya dan ketika hendak melangkah Diana meringis.
"Ahhhk.." ringis Diana.
Dino terkejut dengan ringisan Diana, dan segera bergerak menghampiri Diana.
"Kenapa,? Apa masih sakit." Tanya Dino khawatir.
Diana hanya mengangguk kepalanya.
Dino pun langsung menggendong Diana menuju kamar mandi, sampai Diana terkejut.
"Mas, apa sih turunin" rengek Diana.
"Sudah diam, biar mas bantu mandiin." Jawab Dino.
"Tapi malu mas," jawab Diana sambil memeluk Dino.
"Kenapa harus malu sayang, mas sudah tau setiap lekuk tubuh mu." Jawab Dino sambil terkekeh.
Diana hanya diam tanpa menjawab perkataan Dino lagi.
Dino membantu Diana mandi, dan memakai kan pakaian Diana, setelah selesai mandi.
Diana yang di perlakukan seperti itu merasa terharu dan juga malu.
"Mas Diana bisa sendiri," ujar Diana yang sedang di pakaian pakaian oleh Dino.
"Sstt, sudah diam." Jawab Dino tegas.
Setelah selesai memakai kan Diana pakaian, Dino menggendong Diana menuju sofa yang ada disana.
__ADS_1
Dan Dino pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Tok tok tok
Suara pintu yang di ketuk dari luar membuyarkan fokus Diana yang sedang menonton televisi.
Ketika Diana hendak bangkit dari duduk nya di urungkan setelah ada yang mengintruksikan.
"Duduk saja, biar mas yang buka" ujar Dino yang kebetulan Dino keluar dari kamar mandi memakai handuk yang melilit di pinggang nya.
Dino yang sudah membuka pintu dan ternyata sarapan yang sebelum nya di minta oleh Dino untuk di antar ke kamar nya.
Setelah Dino menyimpan nampan yang berisikan sarapan, Dino bangkit memakai pakaian terlebih dahulu.
"Ayo makan." Ujar Dino setelah memakai pakaian.
"Heem" gumam Diana.
Dan mereka pun memakan sarapan pagi nya dengan damai.
Setelah beberapa saat mereka selesai sarapan.
Mereka yang berada di gedung acara kemarin bersiap untuk pulang menuju ke rumah.
Setelah beberapa menit di perjalan mereka pun sampai di rumah keluarga Alexander.
Mereka disambut oleh para pelayan disana.
"Selamat datang tuan, nyonya." Sapa kepala pelayan.
Mereka pun menuju ruang tengah, disana keluarga Dino sedang menunggu.
"Hallo sayang" sapa bunda Rania.
"Selamat datang di keluarga Alexander." Lanjut ayah Bimo.
"Hallo Bun." Jawab keduanya.
Mereka pun saling berpelukan hangat.
Mereka pun duduk bersama, saling berbincang hal hal yang menurut nya penting.
Dirasa masih lelah Diana dan Dino menuju kamar Dino yang akan di tempati mereka.
Setelah itu mereka pergi ke kamar nya karena ingin beristirahat kembali setelah perjalan tadi.
Setelah memasuki kamar Diana langsung berbaring di kasur king size yang ada di sana.
Dino pun mengikuti Diana setelah melepas sepatu dan jas nya.
Dino memeluk Diana erat seakan takut kehilangan.
__ADS_1
Diana yang merasa lelah pun langsung terlelap, begitupun dengan Dino.
Pengantin baru itu pun tidur hingga sore hari.
Mereka bersantai di sofa yang ada di kamar tersebut dengan menonton televisi.
Sesekali mereka saling bercanda dan tertawa bersama.
Sampai malam tiba mereka turun untuk makan, dan setelah makan mereka pun kembali ke kamar.
****
Sedangkan di tempat lain seorang wanita yang tengah marah atas pernikahan Dino dan Diana.
Wanita itu membanting seluruh barang yang ada di kamar nya.
"Aaaahhhk...." Teriak nya
"Kenapa dino harus menikah dengan nya." Katanya sambil menjambak rambutnya sendiri.
"Harus nya aku yang menikah dengan nya, karena aku lebih dulu mencintai nya." Teriak nya kembali.
Wanita itu terus mengamuk di kamar nya tanpa menghiraukan para pelayan nya, yang sedari tadi terlihat khawatir.
"Aahhh,,, ini belum berakhir, aku akan merebut Dino dari wanita sialan itu." Katanya lagi.
Wanita itu pun beranjak untuk membersihkan dirinya yang sudah acak acak kan.
Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Tika sang klien Dino yang sedari dulu sudah mencintai Dino, namun Dino selalu mengabaikan nya.
Tika yang sudah terobsesi dengan Dino merasa tak terima melihat Dino menikah dengan orang lain.
Dan dia berfikir bisa merebut Dino dari Diana yang bukan apa apa untuknya.
Entah tidak tahu atau bagaimana Tika tidak mengenali anak kedua dari keluarga Abraham itu.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH