
Waktu makan siang pun tiba, Dino yang sudah bersiap untuk menjemput calon istrinya tersebut keluar dari ruangannya.
Dino berniat untuk menjemput nya sendiri tanpa di temani dengan leo sang asisten, Dino ingin menikmati waktu berdua dengan Diana sang calon istri nya nanti.
Dalam perjalan menuju rumah Diana, Dino terlihat diam dan sesekali tersenyum, kala mengingat Diana.
Sedangkan di rumah Diana sendiri, sudah bersiap dengan dress merah selutut tanpa lengan itu, di tambah heels berwarna putih senada dengan tas kecil yang menjadi pelengkap penampilan diana. Diana terlihat sangat cantik, dengan riasan natural di wajah nya. Di tambah rambut yang di biarkan terurai.
Diana dengan semangat bersiap, menunggu di dalam kamar.
Sedangkan di bawah Dino telah sampai di halaman rumah Diana.
Tok tok tok
Pintu di ketuk dari luar.
"Masuk" jawab Diana. "Ada apa bi ?" Ujar diana setelah tahu yang mengetuk pintu adalah asisten rumah tangganya.
"Itu non di luar ada yang nyariin non" ucap Bi Siti kepada Diana.
Setelah mendengar ada yang mencarinya, Diana yakin itu Dino. Diana pun dengan semangat 45 menjawab.
"Oh iya bi makasih yah, saya akan turun sebentar lagi ya bi " ujar Diana.
"Iya non" ucap Bi Siti, lalu berlalu pergi dari kamar anak majikan nya itu.
Diana pun kembali ke meja rias nya, untuk membenarkan penampilan nya lagi.
Setelah selesai Diana pun beranjak berdiri, dan turun ke bawah.
Tak tak tak
Suara sepatu Diana yang menuruni anak tangga terdengar begitu nyaring, sampai pria tampan yang sedang menunggu itu pun mengalihkan tatapan nya pada asal suara.
Dino terpesona dengan penampilan Diana. Sehingga tak menyadari bahwa Diana sudah ada di hadapan nya sekarang.
"Maaf, mas nunggu lama ya" ucap Diana pada Dino
Dino pun tersadar, setelah mendengar ucapan Diana.
"Ah tidak, tidak apa apa" jawab Dino sambil tersenyum.
"Yaudah ayo kita berangkat" ujar Dino.
"Iya mas" jawab Diana.
Diana pun mengalihkan tatapan nya pada mamah nya, yang sedari tadi memperhatikan nya.
" Mah Diana makan siang sama Dino dulu ya, di luar " pamit Diana pada mamah Santi. Sambil tersenyum senang.
"Iya nak, kamu hati hati ya" jawab mamah Santi "Dino jagain anak Tante ya" sambungnya lagi pada Dino.
__ADS_1
Dino pun tersenyum " Baik Tante, pasti di jagain kok" jawab nya.
Diana maupun Dino keluar dari rumah, berdampingan.
Sesampainya di mobil, Dino membuka kan pintu untuk diana.
Dan setelah Diana masuk di susul Dino masuk, mengelilingi mobil menuju kemudi.
Di perjalanan tidak ada obrolan, hanya deru suara mesin mobil yang terdengar.
Setelah beberapa menit mereka pun sampai di restoran mewah yang sudah di pesan kan leo sebelumnya.
Sesampainya di dalam restoran, Dino menarik kan kursi untuk Diana untuk di duduki Diana.
"Terima kasih, mas" ucap Diana.
Dino hanya tersenyum sambil mengangguk.
Setelah itu Dino pun duduk di depan Diana, dan seorang pelayan pun menghampiri mereka dengan membawa buku menu di tangannya.
Setelah selesai memesan pelayan itu pun pergi meninggalkan mereka.
Diana yang merasa ada yang memperhatikan nya, langsung menatap manik mata Dino.
Deg
Jantung Diana maupun Dino berdebar sangat kencang.
"Oh tuhan" batin Diana.
"Ada apa mas, apa ada sesuatu di wajah ku ?" Tanya Diana.
"Tidak ada apa apa, hanya saja kamu terlalu cantik untuk keluar rumah ?" Jawab Dino.
Diana yang mendapat jawaban dari Dino tersenyum malu, mungkin wajah nya sekarang, sudah seperti tomat matang, merah.
Dino yang melihat Diana tengah malu pun, merasa gemas dan mencubit pipi Diana.
"Aww" aduh Diana.
"Apa sih mas, sakit" ujar Diana manja.
Dino yang melihat Diana yang manja pun semakin ingin cepat menikahi Diana.
"Kamu lucu kalo lagi malu sayang" ujar Dino menggoda.
Diana yang di panggil sayang pun mengalihkan pandangan nya dari Dino, karena salah tingkah.
Diana tidak berbicara lagi, sampai pesanan mereka pun sampai di meja.
Mereka pun menikmati makan siang hari itu.
__ADS_1
Di restoran tersebut, banyak pengunjung yang memperhatikan mereka, apalagi seorang Dino Alexander seorang pengusaha muda yang sudah terkenal.
"Wah tampanya" ujar salah satu pengunjung.
"Apakah itu kekasihnya ?" Tanya pengunjung yang lain.
Dan lain lain.
Namun Dino maupun Diana tidak terlalu mempermasalahkan itu, menurut meraka itu sudah biasa dalam halayak umum.
Meskipun Diana seorang anak pengusaha namun dia tidak terlalu terkenal, karena Diana hanya membantu di balik layar, tanpa memperlihatkan diri pada umum.
Setelah selai makan, mereka bersiap untuk keluar dari restoran.
Dino pun melajukan mobil nya menuju rumah Diana.
Setelah sampai di halaman rumah.
" Terima kasih, atas makan siang nya mas " ucap Diana. Sebelum turun dari mobil.
" Iya" jawab Dino sambil tersenyum tipis.
"Maaf tidak bisa mengantar mu ke dalam, aku masih ada pekerjaan " sambungnya lagi.
" Iya mas gak papa" ucap Diana sambil turun dari mobil.
Setelah melihat mobil Dino yang sudah meninggal kan halaman rumah nya pun, Diana berlalu masuk kedalam rumah dengan perasaan sangat senang.
Diana pun masuk kedalam kamar, dan membersihkan badannya .
Setelah itu dia memilih untuk tidur siang.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH
__ADS_1