
Setelah diana berbaring di ranjang pasien, Rina sedikit menyingkapkan dress yang Diana gunakan.
Rina mulai mengolesi gel pada perut diana dan mengarahkan alat ke perut Diana.
Terlihat dilayar monitor ada gumpalan darah yang berada di rahim Diana.
"Bagaimana ?." Tanya Dino penasaran yang sedari tadi ada di samping Diana.
"Lihat lah ada segumpal darah di sini." Tunjuk dokter Rina.
Rina terus menjelaskan sampai Dino mengerti.
Setelah selesai pemeriksaan Diana bangkit di bantu oleh Dino.
Rina mengajak nya untuk duduk dan menjelaskan lebih rinci.
"Sebelum nya saya mau bertanya, kapan terakhir nyonya datang bulan." Tanya Rina formal.
"Sekitar 1 bulan yang lalu saya sudah telat 3 Minggu." Jawab Diana.
"Kehamilan nyonya sudah memasuki usia 7 Minggu, pas dengan perkiraan saya." Ujar Rina.
"Tapi saya tidak merasa mual atau pusing dok, yang saya tahu jika hamil muda pasti mengalami muntah muntah ?." Tanya Diana
Dokter Rina menganggukkan kepala mengerti.
"Ada sebagian orang tidak mengalami hal itu nyonya, kandungan nyonya sejauh ini terbilang sehat dan baik baik saja, namun nyonya harus menjaga kesehatan nyonya dan jangan sampai kecapean." Ujar Rina.
Diana hanya mengangguk saja.
"Terus apa yang harus di lakukan atau yang tidak boleh di lakukan ?." Tanya Dino yang sedari tadi diam.
Dokter Rina pun beralih kepada Dino dan mulai menjelaskan dari apa yang boleh di makan dan tidak boleh, di mulai dengan mengonsumsi susu ibu hamil, supaya memperkuat janin yang ada di dalam rahim si ibu dan sebagainya.
Dino pun mengerti dan mengangguk.
Dino yang masih penasaran dengan satu hal yang di pikirkan nya namun dia enggan untuk bertanya.
Dokter Rina yang melihat Dino yang masih terlihat penasaran pun langsung berucap.
"Jangan terlalu sering meminta jatah pada istrimu." Celetuk Rina.
Dino yang merasa kalua Rina tahu apa yang ada di pikiran nya langsung melihat Rina.
Dino tetap dengan wajah datar nya namun lain hal nya dengan Diana yang malu dan mungkin wajah nya sudah memerah.
__ADS_1
Dokter Rina tersenyum.
Melihat Dino mengerutkan keningnya dokter Rina mulai menjelaskan lagi kepada Dino.
"Usia kandungan nya masih muda dan itu sangat rawan bila terlalu sering berhubungan intim, kau harus pandai. ujar rina.
rina tahu dino pasti mengerti dengan apa yang dia jelaskan.
dino yang mengerti pun langsung diam tanpa ekspresi.
dino mengalihkan pandangannya pada diana, yang masih terlihat malu .
setelah selesai dengan dokter rina pun mereka berpamitan dan mengucapkan terima kasih namun dino hanya memasang wajah datar.
mereka pun menuju parkiran rumah sakit, yang sudah ada leo yang menunggu mereka.
memang setelah mengurus administrasi leo menunggu di mobil.
dino dan diana memasuki mobil setelah leo membuka kan pintu.
mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, tanpa ada yang membuka suara diana menyandarkan kepala nya pada dada bidang dino, dino merangkul diana dan sesekali mengecup puncak kepala diana.
setelah menempuh perjalanan sekitar 30 meit mobil yang di tumpangi meeka sampai di halaman rumah.
dino keluar dan membuka kan pintu untuk diana, diana menyambut uluran tangan dino yang membawanya ke dalam rumah yang sudah di sambut oleh para asisten rumah tangga mereka.
sebelum itu dino menugaskan leo untuk kembali ke kantor dan mengurus semua.
dan meminta pelayan membawakan makan siang yang tadi tidak sempat mereka lakukan.
setelah membersihkan tubuh mereka masing masing mereka makan siang yang sudah datang.
waktu terus berjalan hingga sore hari telah tiba.
diana terbangun dari tidurnya, memang setelah mereka makan siang tadi dino mengajak nya untuk beristirahat.
diana pun turn dari ranjang setelah melihat dino yang masih terlelap di sampingnya.
diana masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
selang beberapa menit diana keluar, diana melihat dino yang sudah terbangun dan masih menyandarkan tubuhnya di tepi ranjang.
dino yang melihat diana keluar dari amar mandi memanggilnya.
"sayang, sini." panggi dino.
__ADS_1
diana menghampiri dino dan dino menarik diana ke dalam pelukannya.
diana pun menyambut pelukan nya dengan baik.
" kamu wangi sekali sayang."
" tentu aku sudah mandi, dan segar." jawab diana melihat dino yang memperhatikannya.
" Bangunlah dan mandi." ujar diana.
" Emm sebentar aku kangen pelikan mu." jawab dino kembali memeluk diana dan menyembunyikan wajah nya di leher diana.
"ahh sayang." desah diana.
dino yang mendengar itu pun merasa terpancing, karena dino mengecup leher diana dan sesekali menghisapnya membuat diana merasa geli.
diana yang tahu dino akan melakukan apa, diana langsung mencegahnya.
" nanti lagi aku sudah mandi, ini juga sudah sore cepat mandi." ujar diana dan sedikit mendorong Dino dan kembali berdiri.
" sayang." rengek dino.
diana pun langsung bergegas ke dalam ruang ganti tanpa menghiraukan dino sambil terkekeh.
dino mendengus kesal.
huh. dino pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
" aku butuh air dingin." gumam dino.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH