
Diana yang masih ada di ruangan dino terdiam sejenak dan melihat Dino yang sedari tadi ada di sampingnya, Dino tidak melepaskan pelukannya.
"Jelaskan." Ujar Diana dingin.
Dino yang mendengar Diana bersuara pun langsung melepas pelukannya dan melihat dalam mata Diana.
"Tadi aku bersama dia ada meeting, namun dia mengajak ku mengobrol sebentar namun aku sudah menolaknya, tapi dia bilang ini tentang pekerjaan, aku sudah menyuruh nya berbicara dengan Leo tapi dia tidak mau." Jawab Dino menjelaskan.
"Akhirnya aku menyetujui nya untuk berbicara dengan ku di ruangan ini, namun dia malah menanyaiku masalah pribadi jadi aku mengusir nya karena aku tidak suka. Saat berdiri dia tak sengaja akan terjatuh dan memegang ku dan aku secara tak sengaja memeluknya." Jelas Dino lagi
"Dan secara kebetulan kamu datang, aku juga terkejut jadi aku langsung mendorongnya tadi." Ucap nya lagi.
Diana mencerna kata kata Dino dia tahu bahwa Dino tidak akan mudah tergoda dengan perempuan itu namun diana sangat kesal melihat nya.
Ya tadi Dino memang berbicara berdua di ruangan nya namun Tika akan terjatuh dan Tika mengambil kesempatan itu menarik lengan Dino dan memeluknya seakan akan Dino lah yang memeluk Tika.
Diana pun melihat wajah sang suami yang tampan dengan rahang yang tegas kini wajah nya terlihat sangat khawatir bila istrinya itu marah dan tidak percaya padanya.
Yang awalnya Diana terlihat dingin kini mulai mengurangi walau masih jelas tercetak jelas wajah kesalnya.
"Sayang percaya lah." Ujar Dino yang sedari tadi yang melihat Diana hanya diam.
"Iya, aku percaya pada suami ku." Ujar Diana tersenyum lembut.
" Kita harus saling percaya karena pernikahan di landasi dengan kepercayaan, namun bila kamu sudah menyakiti aku, awas saja." Sambung nya lagi.
"Huhh." Dino menghela nafas lega namun dia juga merasa heran dengan perubahan Diana.
"Tapi kenapa kamu seakan memergoki ku sedang berselingkuh, wajah mu terlihat sangat marah." Ujar Dino menatap Diana yang mengulum senyumnya.
"Ya karena aku marah, di depan sana sekertaris mu bilang ada seorang wanita di ruangan mu, dan hanya berdua aku melihat Leo berada di ruangan nya." Ujar Diana.
" Tadinya aku ingin memberikan kejutan kepadamu namun malah aku yang terkejut dengan melihat kalian berpelukan tadi." Ujar nya lagi. Sambil memajukan bibir nya.
Dino merasa gemas dengan Diana dan langsung membawa ke pangkuannya sedikit membuat Diana terkejut.
"Bukan berpelukan sayang, tapi itu tidak sengaja dan reflek." Jawab Dino menggoda.
__ADS_1
Dino mengeratkan pelukan di pinggang Diana.
"Seperti ini kalau kita berpelukan sama sama suka, tapi aku juga hendak marah tadi namun kamu keburu membuka pintu." Sambung dino
Diana hanga tersenyum dan memeluk Dino menyembunyikan di ceruk leher Dino.
"Awas saja jika kamu memeluk orang lain lagi." Ancam Diana.
Namun menurut Dino itu sangat menggemaskan karena Diana berbicara dengan bibir mengerucut dan dengan pipi yang chubby.
"Baiklah, aku janji." Jawab Dino mengecup bibi Diana sekilas.
Mereka pun saling pandang dan entah siapa yang memulai mereka berciuman kembali, ciuman itu mulai memanas dan Dino dengan sigap menggendong diana menuju kamar pribadinya.
Dan mereka pun melakukan nya.
Hingga suara telepon yang nyaring mengganggu aktifitas mereka, Diana berusaha mendorong dada Dino namun tak bisa.
"Massh, angkat Dulu siapa tahu penting." Ujar Diana dan memukul pelan Dino.
"Biarkan sajahhh." Jawab dini sedikit mengerang karena masih menggenjot Diana.
"Hallo." Ujar dingin Dino karena sudah mengganggu nya.
"Hallo tu..an." jawab sang penelepon.
"Ada apa Leo, kalau ini tidak penting aku akan menghukum mu." Ujar Dino dingin.
"Tuan 15 menit lagi akan ada meeting dengan klien yang dari Singapure." Jawab Leo memberi tahu dan sedikit ngeri dengan ancaman Dino.
"Baiklah tunggu." Jawab Dino.
Dino langsung melempar kan ponselnya dan melanjutkan aktifitas nya lagi.
Dari tadi Diana memperhatikan wajah Dino yang dingin, dan sesekali mengelus dada Dino dan itu membuat Dino menahan desahannya.
"Ahhh, massh." Desah Diana.
__ADS_1
Leo yang belum mematikan telepon nya terkejut dengan yang dia dengar.
Ya Dino lupa tidak mematikan telepon nya dan langsung melemparnya begitu saja.
"Iya,sayangh." Jawab Dino mengecup semua area wajah Diana, dan turun ke dada Diana dan menikmatinya disana.
Hingga membuat tanda disana.
Leo yang sudah tidak tahan pun langsung mematikan ponselnya.
"Bisa bisa nya mereka main di kantor, bikin orang iri saja." Gerutu Leo.
Mereka yang sudah menyelesaikan aktifitas sehat nya pun membersihkan tubuhnya.
Dino yang memakai jas baru nya yang sudah tersedia di lemari.
Dan ada juga pakaian Diana yang sengaja di sediakan karena sudah antisipasi dengan itu.
Dino menyuruh Diana untuk kembali istirahat, dan dia berangkat meeting.
Diana pun kembali tertidur.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH