
Sesampainya di rumah sakit Dino langsung menggendong Diana keluar setelah pintu mobil terbuka.
Para suster yang berjaga menghampiri Dino dan menyuruh Dino untuk meletakkan nya di brangkar.
Diana dibawa ke ruang pemeriksaan, Dino yang hendak masuk di larang oleh suster.
"Maaf tuan, anda tidak bisa masuk." Ujar sang suster sambil menutup pintu.
Dino yang khawatir tidak bisa diam.
"Tuan, nyonya Diana pasti baik baik saja." Ujar Leo menenangkan.
Dino tidak menjawab apa pun dia terduduk dengan terus melirik pintu ruangan yang enggan terbuka.
Ceklek
Setelah beberapa menit dokter pun keluar, Dino langsung menghampiri dan bertanya.
"Bagaimana keadaan istriku." Tanya Dino.
"Istri tuan baik baik saja, dan kandungan nya pun baik." Jawab sang dokter sopan karena dia tau Dino adalah pemilik rumah sakit dia bekerja.
"Apa penyebab dia bisa pingsan ?." Tanya Dino.
"Nyonya hanya butuh istirahat cukup tuan, mungkin nyonya pusing efek dari hamil tuan." Jelas sang dokter perempuan.
Dino pun hanya mengangguk.
"Apa boleh aku melihatnya ?." Tanya Dino datar.
"Silahkan tuan." Jawabnya.
Dino pun langsung masuk ke dalam, Dino melihat Diana sudah siuman.
Dino langsung memeluk Diana karena masih merasa khawatir.
"Kamu baik baik saja ?." Tanya Dino menatap Diana.
"Aku baik mas." Jawab Diana tersenyum.
"Syukur lah, apa ada yang sakit ?." Tanya Dino lagi.
__ADS_1
"Tidak ada mas." Jawab nya lagi.
"Kenapa kamu bisa sampai pingsan sepertu ini ?." Tanya Diana serius.
Diana pun tersenyum dan meraih tangan Dino.
"Tadi aku bosan di rumah aku bermain di taman belakang, tapi tetap saja aku merasa jenuh jadi aku pergi ke perusaan mu untuk mengajak makan siang bersama dan periksa kandungan ku." Jeda Diana.
" Namun belum aku naik lift perut ku mual dan kepala ku sangat pusing, para karyawan yang melihat ku meminta ku untuk duduk dan aku meminta mereka memberitahu mu bahwa aku di bawah, setelah kamu datang dan hendak berdiri kepala ku tambah pusing dan aku tak ingat apa apa lagi." Jelas Diana panjang lebar.
Dino lun mengangguk mengerti.
"Apa kamu mengerjakan sesuatu di rumah tadi yang menyebabkan kamu kecapean ?." Tanya Dino.
Diana sedikit berfikir.
"Aku hanya merapihkan tanaman sedikit dan berkebun." Jawab Diana santai.
Namun jawaban nya mengundang amarah Dino.
"Kenapa kamu melakukan nya." Jawab Dino dingin
Huh. Dino membuang nafas kasar, mau bagaimana lagi ini bukan sepenuhnya kesalahan Diana.
"Baiklah, lain kali kamu tidak boleh melakukan nya lagi, sehingga membuatmu lelah." Ujar Dino.
Diana mengangguk dan Dino kembali memeluk Diana.
"Aku sangat khawatir tadi melihat mu tak sadarkan diri." Ucap Dino.
"Maaf kan aku." Ujar Diana.
Dino melepas pelukannya dan menggeleng.
"Mas, aku tidak suka disini ayo kita pulang." Ujar Diana.
"Baiklah, tapi sebelum itu kita ke dokter kandungan terlebih dahulu." Jawab Dino.
Mereka pun beranjak dari ranjang rumah sakit tapi sebelumnya Dino memerintahkan leo untuk mengurus administrasi terlebih dahulu.
Dino pun mengajak Diana ke ruangan dokter Rina, salah satu dokter kandungan dan salah satu teman Dino.
__ADS_1
Ceklek
Pintu terbuka dan mengejutkan orang yang berada di ruangan tersebut.
"Periksa istriku." Ujar Dino dingin.
"Hei, apa apa an kau ini masuk tanpa mengetuk pintu dan langsung meminta ku memeriksa istrimu." Ketus Rina berdiri menghadap Dino.
Rina salah satu teman yang apa ada nya yang tahu sedikit tentang Dino yang sangat dingin.
Dino memutar mata jengah.
"Apa ini istrimu ?." Tanya Rina dan melihat Diana.
"Hai, aku Rina salah satu teman wanita yang masih bertahan dengan si manusia balok ini." Ujar Rina bercanda kepada Diana.
Dan memang Rina adalah salah satu teman kuliah Dino, Leo dan Riko.
Diana terkekeh mendengar panggilan Rina.
"Diana, istri mas Dino." Ujar Diana sambil membalas uluran tangan Rina.
"Nona, kenapa kau mau dengan pria dingin ini." Ujar Rina yang kini mereka sudah duduk di sofa ruangan Rina.
Diana hanya tertawa kecil.
"Sudah cukup, cepat periksa istri ku." Ujar Dino menatap tajam Rina.
Namun bukannya takut Rina hanya tertawa kecil.
"Baiklah, kau ini selalu tidak sabaran." Jawab Rina
"Mari nona," ajak Rina dan Diana pun mengikuti kemana Rina mengajaknya.
LIKE
KOMEN
VOTE
Terima kasih.
__ADS_1