Istri Tuan Muda Alexander

Istri Tuan Muda Alexander
Pulang


__ADS_3

" Aaahhhhk" teriak diana.


Oek..oek..oek....


"Syukur lah, bayinya laki-laki, tampan tanpa kekurangan apapun." Ucap syukur dokter tersebut.


Diana yang mendengar pun merasa lega dan terharu, Dino pun tak kalah terharunya dengan Diana setelah melihat perjuangan sang istri untuk melahirkan anaknya.


"Terima kasih sayang." Ucap Dino sambil mencium kening Diana.


Dan tanpa sadar Dino pun menitihkan air matanya.


Dokter yang sudah membersihkan bayi laki laki mereka menyerahkan pada Diana dengan di letakkan di bagian dadanya.


" Sangat tampan, seperti mu sayang." Ucap Diana pada Dino.


" Tentu saja bibit ku tidak akan pernah gagal sayang." Jawab Dino penuh dengan kepercayaan dirinya.


Mereka sama-sama terkekeh pelan.


Sekarang Diana sudah di pindahkan kedalam ruang rawat VVIP.


Sebelum itu Dino sudah mengabarkan kepada seluruh keluarga nya dan Diana untuk segera ke rumah sakit.


Para orang tua yang mendengar pun langsung pergi untuk melihat Diana dan cucu mereka.


Sekarang mereka tengah berkumpul di ruangan Diana dengan


Rania selaku bunda nya Dino dan mamah Santi pun berebut untuk menggendong cucu mereka.


" Sudah lah kalian kenapa malah ribut, kalian kalah cepat dengan ku." Ujar papah Tino yang sudah menggendong cucunya.


Mereka yang mendengar pun kesal dengan papah Tino.


" Pah, ish." Ujar mamah Santi kesal.


Papah Tino tidak menggubris gerutuan istrinya itu, dia masih asik dengan sang cucu, begitu pula dengan bimo yang kebetulan duduk di samping nya.


Para ibu itu mendelik melihat nya.


" Apa kalian sudah menyiapkan nama untuk cucu kita ini ?" Tanya ayah Bimo.


Diana yang sedang disuapi Dino pun menoleh dan menatap Dino yang sama sedang menatapnya sambil tersenyum tipis.


" Sudah yah." Jawab Dino.

__ADS_1


" Siapa namanya ?" Tanya bunda Rania.


" Devan Alexander." Jawab Dino bangga.


" Wah nama yang bagus, hi baby devan cucu granma." Ujar mamah Santi.


Dan mereka pun menghabiskan waktunya dengan mengobrol ria dan sibuk mengganggu baby devan yang sedang tidur.


" Oek..oek..oek.." tiba-tiba Devan menangis karena merasa kesal karena di ganggu oleh para granma nya.


" Mungkin dia haus sayang." Ujar mamah Santi sambil terkejut pelan, melihat sang cucu menangis karena mereka ganggu.


" Yasudah kamu kasih ASI ya." Ujar bunda Rania.


Mamah Santi pun memberikan Devan pada Diana untuk di kasih ASI.


" Ayo kalian keluar, Diana harus memberikan ASI untuk anaknya." Ujar bunda Rania pada sang suami dan besan nya.


" Baiklah, Sekalian kita pamit ya sayang, nanti malam kita akan kesini lagi." Ujar ayah Bimo pada Diana


" Iya ayah, makasih udah mau datang kesini." Ucap Diana.


" Tentu saja sayang, kamu kan anak ayah juga tidak perlu berterima kasih." Jawab ayah Bimo tegas.


Dan mereka pun keluar, begitu juga dengan orang tua Diana selepas berpamitan.


Diana melihat anaknya yang anteng dalam gendongan nya pun tersenyum.


Diana pun langsung menyusui Devan, dan dengan pintarnya Devan langsung menyusu dengan kencang, sampai Diana tanpa sadar mendesis karena sedikit sakit.


" Terima kasih sayang." Ujar Dino tiba-tiba.


" Untuk apa sayang." Jawab Diana.


" Terima kasih buat segalanya, terima kasih udah mau berjuang buat lahirin baby devan." Ujar Dino sambil mencium tangan Diana yang bebas.


Diana yang mendengar pun tersenyum dan mengelus rahang tegas Dino, dino memejamkan matanya menikmati elusan sang istri.


" Tidak perlu berterima kasih itu sudah kewajiban ku untuk melahirkan anak kita." Jawab Diana.


Dino pun mengecup kening Diana untuk menyalurkan rasa terima kasih, dan rasa sayangnya untuk sang istri yang sangat dia cintai itu.


Diana memejamkan matanya menikmati kecupan Dino.


Setelah beberapa saat Devan pun tertidur, Dino yang melihat pun mengambil alih Devan untuk di pindahkan ke dalam box bayi yang berada disana.

__ADS_1


Diana Pun melihat Dino dengan tersenyum merasa terharu, dengan perilaku Dino yang dulu terkenal dingin dan tak tersentuh.


Sekarang dia menyaksikan sendiri Dino sosok yang sangat hangat pada nya dan sang anak.


Selepas meletakkan Devan, Dino kembali menghampiri Diana.


" Istirahat lah, biar aku menjaga mu dan Devan." Ucap Dino.


" Naiklah." Ucap Diana sambil bergeser dan menepuk sisi ranjang, yang kebetulan lumayan besar dan cukup untuk mereka tempati.


" Aku ingin tidur di samping mu." Ujar Diana lagi.


Dino pun tersenyum sambil menaiki ranjang.


" Ayo tidur lah, kamu pasti capek setelah melahirkan tadi." Uajr Dino sambil merentangkan tangannya untuk dijadikan banyak kepala Diana.


Diana pun merapatkan tubuh nya pada Dino dan memeluk nya, Dino pun membalas pelukan Diana tak kalah erat.


Dino pun mengusap punggung Diana pelan, Diana yang merasakan usapan lembut itu merasa nyaman dan tanpa berselang lama dia tertidur.


Dino yang melihat Diana yang sudah tertidur pun tersenyum.


" I love you, sayang ." Ucap Dino dan mengecup kening Diana.


Dino pun mengeratkan pelukannya dan ikut tertidur di samping Diana.


Terima kasih buat semua yang masih baca ya.


Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.


Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.


Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐Ÿ˜๐Ÿ™


Dan jangan lupa untuk


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐Ÿ˜๐Ÿ™


TERIMA KASIH

__ADS_1


__ADS_2