
Waktu ke waktu terus berjalan kini pernikahan Dino dan Diana sudah memasuki 4 bulan, setelah honeymoon.
Siang hari telah berlalu, Diana berada di dalam kamar nya setelah menyelesaikan makan malam.
Diana tidak sendiri Dino ada di sampingnya, walaupun Dino berada di samping nya Dino terlihat sangat sibuk.
Diana terlihat sangat bosan, dan dia melirik Dino yang masih sibuk dengan laptopnya, Diana terasa di abaikan.
Diana mencebikkan bibirnya.
Seakan merasa ada yang melihat nya Dino mengalihkan pandangan nya kepada Diana yang sudah cemberut karena kesal.
Dino segera menutup laptopnya dan menyimpan nya.
Dan Dino meraih tangan Diana.
" Kenapa sayang." Tanya Dino yang masih belum menyadari sikapnya.
Diana mengalihkan pandangan nya pada Dino.
"Tidak." Jawab Diana singkat.
Dino merasa aneh dengan sikap diana, dan Dino pun yang belum tahu apa permasalahan nya hanya diam dan meneruskan pekerjaan nya.
Diana yang melihat itu terasa ingin menangis, karena Dino tidak paham dengan situasi nya.
Diana berusaha menahan air matanya, namun tetap tidak bisa dan akhirnya dina menangis.
Dino yang melihat Diana menangis tiba tiba merasa khawatir.
"Sayang, kamu kenapa." Tanya Dino panik.
Diana tidak menjawab dia masih menangis.
Diana sendiri merasa aneh, kenapa dia jadi gampang menangis.
"Kenapa aku, aku bukan orang yang gampang menangis." Gumam dalam hati Diana.
Perlahan tangisan Diana mulai berhenti walau masih sesegukan.
"Hey, sayang kamu kenaoa.?." Tanya Dino lagi sambil memeluk Diana.
__ADS_1
"Aku tidak apa." Jawab Diana lirih.
"Sayang, maaf kan aku bila ada salah emm." Ujar Dino meremas tangan Diana pelan.
Diana hanya diam menatap Dino.
Dino yang tak menerima jawaban mencoba bicara lagi
"Sayang." Panggil Dino.
"Emm tidak apa." Jawab Diana dan mengalihkan pandangannya ke arah televisi.
Dino pun menarik tubuh Diana dan memeluknya kembali.
"Sayang katakan sesuatu." Ujar Dino.
"Mas mengabaikan ku, aku bosan tapi mas hanya sibuk dengan laptop mas." Jawab Diana lirih
Dino baru menyadarinya dan merasa bersalah.
"Sayang, aku tak bermaksud mengabaikan mu." Ucap Dino.
"Maafkan aku." Ujar nya lagi
"Ada beberapa pekerjaan yang belum aku selesaikan." Jelas Dino
"Jadi maaf kan aku ya." Timpal nya lagi.
Diana diam mendengarkan penjelasan Dino.
Diana tahu itu dan Diana menyadari tingkah nya yang sedikit egois.
"Tidak, mas tidak usah minta maaf." Ujar Diana perlahan melepas pelukannya.
"Aku yang salah karena egois, ingin di perhatikan oleh mas.
Padahal mas sedang sibuk." Ujar Diana menunduk sambil menahan air matanya lagi.
Dino yang mendengar pun sama sama merasa bersalah karena dia mengabaikan Diana tanpa sengaja dan Diana merasa bersalah karena ingin di perhatikan, padahal Diana tahu kalau dino pasti mengurus pekerjaan nya.
"Tidak, seharusnya mas tidak mengabaikan istri mas." Jawab Dino.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku tidak akan mengulangi nya lagi, kecuali sudah izin dari mu." Ucap Dino lagi.
Diana hanya mendengar kan dan merasa senang.
"Emm, aku mau tidur." Ujar Diana.
"Oke, sebentar." Ucap Dino dan membereskan laptop nya.
Setelah itu Dino mengajak Diana untuk tidur.
"Ayo." Ujar Dino sambil mengulurkan tangannya.
Diana pun menyambut tangan Dino.
Mereka pun berbaring di ranjang dengan Dino memeluk Diana erat karena masih merasa bersalah.
Diana pun menikmati pelukan Dino dan mulai memejamkan matanya.
Dino mengecup kening Diana.
"Tidur lah, maaf kan aku." Ujar dino lagi.
Dino bukan lah orang yang gampang untuk mengucapkan kata maaf namun dengan istrinya Dino merasa bersalah meskipun hanya tanpa sengaja mengabaikan Diana.
Mereka pun tertidur dengan lelap.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH