Istri Tuan Muda Alexander

Istri Tuan Muda Alexander
Pingsan


__ADS_3

Sinar matahari mulai muncul dengan malu malu masuk ke dalam jendela kamar.


Mengusik kedua pasangan yang masih berpelukan.


Diana yang merasa terganggu pun mulai mengerjapkan mata nya perlahan.


Setelah membuka matanya Diana melihat Dino yang masih terlelap dengan memeluknya erat.


Diana pun per lahan menuruni tempat tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membersihkan badannya.


Selang beberapa menit Diana keluar dan melihat Dino masih terlelap.


Setelah berpakaian Diana membangunkan Dino yang masih terlelap.


"Sayang." Panggil Diana sambil mengusap wajah Dino.


Setelah beberapa kali mencoba Dino pun mengerjapkan matanya merasa ada yang menyentuhnya.


Dino melihat Diana yang sedang tersenyum dan terlihat cantik dengan menggunakan pakaian santai nya dan riasan natural.


"Cepat mandi, aku sudah menyiapkan airnya." Ujar diana.


Dino pun beranjak, tetapi kembali mundur mendekati Diana.


Diana yang melihat mengerutkan kening nya merasa heran.


Cup.


"Ehh." Kaget Diana, yang tiba tiba mendapatkan kecupan di bibir nya.


"Morning kiss sayang." Ujar Dino dan berlalu sambil tersenyum.


"Selamat pagi sayang." Ujar Dino sambil mengelus perut Diana dan mengecupnya.


Dino pun pergi ke kamar mandi.


Diana pun menggelengkan kepala nya dan tersenyum.


Diana mulai memilih pakaian untuk Dino pakai ke kantornya.


Diana terlihat sangat fokus hingga tak menyadari bahwa Dino sudah ada di belakangnya.


Dino tiba tiba memeluk Diana dari belakang.


"Pilih yang mana saja sayang." Ujar Dino, menempelkan dagu nya di pundak Diana dan sesekali mengecup leher Diana.


"Mass, ngagetin aja." Ujar Diana terkejut.


"Bukan mas yang ngagetin, tapi kamu yang terlalu serius hingga tak menyadari mas sudah ada di belakang kamu." Jawab Dino.


Diana pun kembali memilih pakaian untuk Dino walau baju Dino tidak terlalu berpariasa hanya ada jas yang warna nya tidak terlalu mencolok.


Hitam, abu abu, dan navy. Begitu juga dengan kemeja dan rompi nya.


Diana memilihkan kemeja putih, rompi abu abu dan jas abu abu beserta celana yang serasi dengan jas nya.


Setelah itu Dino memakai pakaian yang sudah di pilih oleh Diana.

__ADS_1


Setelah mereka bersiap Diana dan Dino menuruni tangga dan memulai sarapan dengan damai.


Dino pun berpamitan dengan mengecup kening Diana dan bibir diana yang tak terlewat.


Dino pun tak lupa mengecup perut Diana dan berpamitan.


Diana masih diam di luar rumah, setelah Dino sudah tak terlihat Diana pun masuk.


Diana yang tidak ada kegiatan apapun hanya menonton televisi atau bermain dengan handphone nya.


Diana yang merasa bosan pun berkeliling rumah nya dan berhenti di kebun bunga yang ada di belakang rumah.


Diana merasa senang dengan di kelilingi oleh bunga bunga.


Di setiap sudut ada para pekerja yang melihat Diana.


"Segarnya." Ujar Diana. Sambil sedikit berlari.


Setelah beberapa waktu Diana bermain di kebun bunga Diana pun masuk dan membersihkan tubuhnya karena hari sudah mulai siang.


Diana berencana untuk ke kantor Dino.


Dino dan Diana berencana pergi ke dokter kandungan dari kantor.


Diana yang sudah bersiap akan berangkat dengan di antar oleh supir yang disediakan Dino disana.


"Mari nyonya." Ucap sang supir yang bernama Parto, membukakan pintu mobil.


"Terima kasih." Jawab Diana mengangguk dan masuk.


Setelah 30 menit Diana pun sampai di kantor.


Diana keluar dari dalam mobil setelah pintu terbuka oleh security disana.


Diana melangkah kan kaki nya masuk namun sebelum Diana masuk, Diana merasa kepalanya sangat sakit dan pusing.


Para karyawan yang melihat pun menghampiri Diana.


"Nyonya, nyonya tidak apa ?." Tanya salah satu karyawan perempuan.


Diana tidak menjawab karena merasa sangat sakit di kepalanya.


"Panggilkan Dino." Ujar nya lemas.


Resepsionis yang mendengar pun langsung menghubungi sekertaris pribadi Dino yaitu Leo.


"Tuan, tuan.." panggil resepsionis tersebut panik.


"Ada apa, bicara yang jelas." Ujar Leo tak sabar.


"Tuan, nyonya Diana berada di bawah dan..." Ujar nya namun terpotong oleh Leo.


"Dan apa, kenapa membiarkan nyonya masih di bawah." Ujar Leo yang masih santai.


"Itu tuan nyonya Diana meminta tuan Dino untuk turun karena seperti nya nyonya Diana terlihat sedang sakit." Jelas resepsionis.


Perkataan nya membuat Leo langsung berdiri dan membuka pintu ruangan CEO terbuka secara kasar.

__ADS_1


Dino tersentak kaget karena perbuatan Leo.


"Apa apaan kau ini, tidak sopan." Bentak Dino.


"Itu tuan." Ujar Leo.


"Itu,, itu apa." Ujar Dino menatap tajam Leo.


Leo yang di tatap seperti itu merasa merinding.


"Nyonya Diana ada di bawah dan kata karyawan disana nyonya Diana terlihat sakit, nyonya Diana menyuruh tuan untuk ke bawah." Jawab Leo susah payah.


Dino langsung pergi meninggalkan Leo.


Dino terlihat sangat panik mendengar Diana sakit.


Leo pun menyusul sang tuan nya yang memasuki lift.


Setelah beberapa menit lift pun berhenti dan terbuka.


Dino melihat Diana yang tengah duduk di sofa.


"Sayang." Panggil Dino menghampiri Diana.


Diana yang merasa di panggil pun menoleh.


"Apa kamu tidak apa ?." Tanya Dino khawatir.


"Aku tidak apa hanya sedikit pusing saja." Jawab Diana.


Dino pun mengajak Diana berdiri.


"Ayo kita ke rumah sakit." Ujar Dino.


Diana hanya mengangguk, namun setelah berdiri Diana kembali merasa pusing di kepalanya.


Diana merasa kepalanya berlubang kunang dan penglihatan nya berubah menjadi buram.


Diana pingsan.


Dengan sigap Dino memeluk Diana dan terlihat sangat Panik.


"Sayang." Panggil Dino menepuk pipi Diana perlahan.


Dino pun langsung menggendong Diana membawa nya ke dalam mobil.


Leo yang sudah siap siaga pun sudah berada di pinggir mobil.


Tanpa banyak bicara mereka pergi ke rumah sakit.


LIKE


KOMEN


VOTE


Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2