
Ke esokan pagi nya Diana terlihat bangun lebih awal, diana melihat Dino yang masih terlelap dengan damai.
Dino terlihat sangat tampan meskipun sedang tidur, Diana meneliti seluruh bagian wajah Dino.
Jemari Diana menyusuri wajah suami nya itu.
"Kau sangat tampan, pasti banyak wanita yang mengincar mu." Lirih diana.
Diana terus memperhatikan Dino sampai tangan nya berhenti di bibi Dino, dengan perlahan Diana mendekatkan bibir nya dan mengecup bibir Dino.
Namun setelah Diana berniat akan menjauh kan wajahnya, tiba tiba Dino menahan tengkuk Diana.
Diana terkejut dengan Dino yang ternyata terbangun dan menahan wajahnya.
Dino ******* perlahan bibir Diana.
"Sudah berani mencuri ciuman hemm." Ujar Dino setelah ciuman nya terlepas.
Diana yang malu langsung memeluk Dino menyembunyikan wajahnya.
"Kenapa sayang ?." Tanya Dino sambil mengelus punggung Diana.
"Tidak, aku akan mandi dulu." Jawab Diana dengan segera melepas pelukan Dino dan berlari ke kamar mandi.
Dino pun membiarkan Diana pergi dan langsung duduk dengan bersandar di ranjang.
Setelah beberapa menit Diana keluar dan memakai pakaian.
Sedangkan Dino sedari tadi memperhatikan Diana yang terlihat sangat cantik.
Setelah nya Diana menghampiri Dino.
"Cepat mandi aku sudah menyiapkan air hangat untuk mas." Ujar Diana.
"Terima kasih." Jawab Dino sambil berdiri dan mengecup kening Diana.
Diana menyiapkan pakaian kantor Dino, dan meletakkan nya di atas ranjang.
Setelah menyiapkan pakaian Dino
Diana pun beranjak ke meja riasnya dan mulai memakai make-up yang terlihat natural.
Setelah beberapa menit Dino pun keluar dari kamar mandi, dan langsung menggunakan pakaian yang sudah Diana siapkan.
Dino menghampiri Diana yang duduk di sofa mengajak nya untuk sarapan pagi.
Mereka pun turun untuk menikmati sarapan nya.
Sarapan telah usai sekarang waktunya Dino berangkat ke kantor.
"Mas, nanti apa boleh aku ke kantor ?." Tanya Diana sebelum Dino masuk mobil.
" Tentu boleh sayang." Jawab Dino sambil tersenyum.
"Baiklah nanti sekalian aku bawa makan siang." Ujar nya lagi semangat.
"Ya sudah mas berangkat, kamu hati hati yah di rumah." Ujar Dino.
"Iya mas, mas juga hati hati di jalan nya yah." Jawab Diana.
Dan Dino pun pergi dari pekarangan rumah nya.
Sedangkan Diana terlihat bersemangat memasuki kamar nya lagi.
__ADS_1
******
Dan waktu makan siang pun tiba, Diana yang sudah bersiap pergi ke kantor Dino dengan membawa bekal untuk makan siang bersama.
Diana berangkat dengan diantar supir yang di pekerjakan Dino untuk menemani Diana kemana pun.
Diana yang berada di dalam mobil tak henti hentinya tersenyum.
Setelah beberapa menit mobil yang di tumpangi Diana sampai di depan kantor Alexander.
Diana pun turun dari mobil, karyawan yang kebetulan lewat pun menunduk kan kepalanya pada diana Karena sudah tahu bahwa Diana adalah istri dari sang tuan.
Diana pun hanya mengangguk dan tersenyum tipis.
Diana memasuki lift khusus untuk naik ke ruangan Dino.
Setelah sampai di lantai paling atas Diana sedikit terkejut melihat wanita yang keluar dari ruangan Dino, dengan dua kancing kemeja yang terbuka, dan rambut yang terlihat sedikit tidak rapih.
Wanita itu pun melihat Diana, dan berpura pura membenarkan rambutnya dan kedua kancing kemeja nya itu, dan membersihkan bibirnya.
Diana hanya tersenyum tipis dengan apa yang dia lihat, Diana tak sebodoh itu.
Wanita tersebut tersenyum pada Diana, dan meninggalkan Diana.
Wanita itu yang tak lain adalah Tika yang sudha menggoda Dino, dengan datang ke kantor Dino.
"Ada apa ini." Gumam diana.
Diana pun langsung masuk ke dalam ruang Dino, Dino terlihat sedang duduk dengan wajah datarnya.
"Mau apa lagi ?." Tanya Dino tanpa mengalihkan tatapan nya dari berkas berkas nya.
Diana pun langsung duduk di sofa, dan meletakkan makanan yang di bawa nya tadi ke atas meja dengan agak keras sampai mengeluarkan suara.
Wajah yang sedari tadi memasang raut wajah datarnya kini berubah menjadi senyum lembut ketika mendapati Diana ada di dalam ruangan nya.
Dino langsung beranjak dan mendekati Diana dan memeluk diana erat dan mengecup kening Diana.
Diana hanya diam dengan perlakuan Dino, dan Dino pun heran dengan sikap diana yang biasa nya manja kini hanya diam.
"Kenapa sayang ?." Tanya Dino mengerutkan keningnya.
"Tidak, ayo makan siang dulu nanti kita bicara lagi." Ujar Diana tenang, namun dalam hati nya masih bertanya tanya.
Diana mencium bau parfum wanita di kemeja yang Dino pakai.
"Apa mungkin wanita tadi." Gumam Diana dalam hati.
Namun Diana memilih untuk diam terlebih dahulu dan bertanya setelah makan siang selesai.
Setelah beberapa menit mereka makan Diana membersihkan terlebih dahulu bekas makanan mereka.
Diana beranjak ke kamar mandi yang ada di ruang itu mencuci tangan nya.
Dino yang melihat sikap diana yang cukup aneh merasa heran, diana seakan menghindar dari nya.
Diana keluar dari kamar mandi dan duduk di sofa kembali dan Dino memeluk nya.
"Sayang, kau kenapa,? Sedari tadi mengacuhkan ku." Tanya dino penasaran.
"Lepaskan" ujar Diana yang berusaha melepaskan pelukan Dino.
Dino mengerutkan keningnya, dan melepas pelukannya.
__ADS_1
"Kenapa ?." Tanya nya lagi dan memegang tangan Diana.
"Lepaskan kemeja mu" ujar Diana.
Dino semakin tak mengerti dengan Diana.
"Ada ap.."
"Cepat lepaskan." Ujar Diana memotong kalimat Dino, dengan suara cukup tinggi.
Dino pun sedikit terkejut dengan sikap Diana, namun Dino menuruti apa yang di katakan Diana.
Setelah melepaskan kemejanya Diana mengambil nya dan membuang sembarangan.
Dino pun semakin heran.
"Kau di peluk oleh wanita itu kan ?." Tanya Diana langsung sebelum Dino berucap apa pun.
"Maksudnya apa." Tanya balik Dino.
"Kau di peluk oleh wanita yang tergila-gila padamu itu kan." Ujar Diana lagi sambil menekan kan kata tergila-gila.
Dino pun mulai mengerti dengan arah pembicaraan Diana, apa Diana melihat Tika yang keluar dari ruangan nya tadi, pikir Dino.
"Tika maksud kamu." Tanya Dino memastikan.
"Jangan sebut namanya, aku tidak suka." Jawab diana ketus.
"Kenapa, kau cemburu?." Tanya Dino menggoda.
"Tentu saja aku cemburu, suamiku di peluk oleh wanita lain. " Jawab Diana ketus
"Bau parfum wanita itu menempel di kemeja mu, apa kamu menikmati nya ?." Tanya diana mengintimidasi.
"Tentu saja tidak sayang." Jawab Dino.
Dino pun tersenyum senang mendengar penuturan Diana, dan langsung memeluk Diana dan sesekali mengecup puncak kepalanya.
Diana pun hanya diam dengan perlakuan Diana dan mulai sedikit tenang, yang sedari tadi dirinya kesal.
Namun Diana percaya dengan Dino yang tidak akan mengkhianati nya.
"Aku akan menjelaskan." Ucap Dino setelah beberapa saat diam.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH
__ADS_1