
Waktu terus berlalu kini usia kandungan Diana memasuki bulan ke 4.
Diana yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya akibat pertempuran nya dengan Dino.
Waktu sudah siang namun Dino masih ber malas'malasan masih berbaring di ranjang king size nya.
Diana yang melihat itu merasa gemas dengan Dino yang akhir akhir ini terlihat sedikit manja.
Apalagi Dino yang beberapa hari ini sangat sensitif melebihi Diana.
Disini Dino yang mengalami ngidam saat Diana hamil.
Dan terlihat bahwa Diana yang hanya biasa saja, malah Dino yang sangat repot.
Seperti waktu kemarin Dino yang menginginkan sesuatu itu harus di laksanakan pada hari itu juga, padahal waktu sudah sangat larut malam.
Diana yang tengah tertidur terganggu dengan Dino yang terlihat sangat gelisah.
Dino sangat menginginkan jagung bakar.
Namun ini sudah malam dan mungkin tidak ada yang jual tetapi selepas memikirkan itu Dino tidak bisa tertidur sampai mengganggu Diana.
"Sayang, kamu kenapa." Suara serak Diana sedikit mengejutkan Dino.
Dino langsung berbalik dan melihat Diana dengan perasaan bersalah.
"Sayang, maafkan aku apa aku mengganggu tidur mu." Tanya Dino.
"Tidak, kamu kenapa ?." Tanya Diana lagi.
"Emm, itu aku ." Ujar Dino ragu.
Diana yang melihat Dino yang terlihat ragu sudah menduga bahwa Dino sedang menginginkan sesuatu.
"Aku apa ?." Tanya Diana lagi dengan sabar.
"Aku ingin jagung bakar." Ucap Dino menundukkan kepalanya tak berani menatap Diana.
Diana yang mendengar itu pun hanya terkekeh dengan sikap yang Dino tunjukkan padanya.
Dino juga sedikit berfikir kenapa aku seperti ini.
"Tapi ini sudah malam sayang." Ujar Diana.
Dino melihat Diana dengan mata yang berkaca kaca.
Diana tertegun dengan sikap Dino yang seperti hendak menangis.
"Tapi aku ingin." Ujar Dino memeluk Diana.
__ADS_1
Diana terdiam sesaat setelah Dino memeluknya dan mulai merasakan baju nya basah.
Dino menangis.
"Seorang CEO tampan yang terkenal dingin ini menangis menginginkan jagung bakar." Batin Diana geleng geleng.
Lalu Diana teringat kembali perkataan dokter Rina dan orang tua nya.
Diana pernah bercerita bahwa Dino selalu menginginkan hal hal aneh dan itu ternyata salah satu ngidam Dino.
Pantas saja Diana tidak merasakan ngidam jadi Dino yang merasakannya.
"Yasudah kita cari ya." Ujar Diana kemudian membelai rambut Dino.
Dino yang mendengar itu pun mendongak melihat Diana.
"Benarkah." Jawab Dino dengan mata berbinar.
Diana mengangguk sebagai jawaban.
Dino dan Diana pun bersiap dengan memakai jaket dan membawa dompet.
"Ayo sayang." Ajak Dino semangat.
Diana hanya menggeleng kepalanya merasa aneh.
Kini Dino dan Diana sudah berada di dalam mobil dan melajukan mobilnya mengelilingi pusat kota.
Namun perjalanan yang sudah hampir memakan waktu satu jam masih belum mendapatkan jagung bakar yang di inginkan Dino.
Dino sudah mulai lelah dan tak bersemangat.
Dino menghentikan laju mobilnya.
"Kenapa sayang ?." Tanya diana.yang juga merasa lelah dan mengantuk.
"Tidak ada yang berjualan bagaimana ini." Ujar Dino melihat Diana sedih.
"Kamu sabar kita cari lagi." Ujar Diana merasa kasihan dengan suaminya.
Diana juga pernah mendengar bahwa orang ngidam itu harus di wujudkan kalau tidak anaknya nanti akan ileran.
Diana tidak mau itu terjadi.
Mobil pun kini melaju ke sebuah pasar tradisional yang berada di ujung kota.
Disana masih terdapat jajanan kaki lima dan salah satu nya ada yanga berjualan jagung bakar.
"Sayang itu ada." Ujar Dino semangat.
__ADS_1
"Iya sayang." Jawab Diana bersyukur karena masih ada yang berjualan kalau tidak, mungkin Dino sudah menangis.
"Ayo sayang cepat." Ujar Dino setelah memarkirkan mobilnya.
Diana yang sudah turun pun langsung mengangguk dan Dino menggenggam tangan Diana erat.
Dino juga masih sadar bahwa kini istrinya tengah mengandung dan dia harus bisa sedikit menahannya.
Sampai di depan gerobak jagung bakar dan tidak terlalu banyak pengunjung Dino langsung pesan.
"Pak, jagung bakarnya 10 ya." Ujar Dino enteng.
Diana yang mendengar pun sedikit terkejut karena menurutnya itu terlalu banyak dan siapa juga yang akan memakan nya.
"Sayang, apa itu tidak terlalu banyak." Ujar Diana.
Dino pun melihat Diana dan sedikit sedih.
"Apa tidak boleh." Ujar nya.
Diana yang tak tega dengan wajah menggemaskan itu memperbolehkan.
"Makan disini atau di bawa pulang pak." Tanya tukang jagung.
"Pulang." Jawab Dino.
Karena malam sudah sangat larut dan Diana yang tengah hamil juga tidak mungkin untuk memakan nya di tempat.
******
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH
__ADS_1