
Sudah 2 Minggu pernikahan Dino dan Diana, yang masih hangat hangatnya.
Di pagi hari mereka yang sudah ada di meja makan untuk sarapan pun terlihat masih diam.
"Bun Dino dan Diana akan pindah ke perumahan xxxx ." Bilang Dino di sela sela sarapan nya.
Orang tua Dino tentu terkejut dengan apa yang di bilang Dino.
"Loh kenapa sayang ?, Kok mendadak.? Jawab bunda Rania, menghentikan sarapannya.
" Gak mendadak Bun ini memang sudah rencana kita." Jawab Dino santai.
" Biarin aja Bun, biarkan mereka belajar mandiri dengan pernikahan nya." Sambung ayah Bimo.
Bunda Rania pun hanya pasrah setelah mendengar perkataan sang suami.
Dino dan diana berencana pindah rumah, rumah yang sudah di beli oleh Dino di sebuah perumahan mewah, yang tidak banyak orang mampu beli disana.
Dino tidak ingin berlama lama tinggal dengan orang tua nya setelah dia menikah.
Karena Dino ingin pernikahan tersebut lebih terasa dengan hidup mandiri.
Dino dan Diana berpamitan dengan kedua orang tua Dino, bersiap akan berangkat.
"Nanti sering sering menginap disini ya." Ucap bunda Rania sedih. Sambil memeluk Diana.
"Iya Bun, tenang aja nanti kita sering kesini." Jawab diana membalas pelukan mertuanya.
"Yasudah hati hati ya Dino." Ujar ayah Bimo.
"Iya yah." Jawab Dino.
Mereka pun berangkat dengan menggunakan mobil dengan di kendarai oleh leo sang asisten pribadinya Dino.
Setelah 30 menit perjalanan mereka pun sampai di rumah besar tingkat 3 tersebut.
Gerbang yang menjulang tinggi dengan halaman yang sangat luas.
Dengan bangunan indah, di rumah tersebut terdapat tanaman segar yang mengelilingi.
Di halaman belakang terdapat sebuah taman yang sangat luas.
Di lantai 1 tempat untuk para pelayan yang kerja dan di lantai 2 adalah kamar khusus mereka yang terdapat kolam berenang di tengah tengah ruangan.
Dengan banyak fasilitas lainnya.
Sedangkan di lantai 3 terdapat sebuah tempat olahraga untuk sesekali mereka ingin.
Dan mereka pun masuk ke dalam rumah yang sudah di sambut oleh kepala pelayan disana, yang sebelum nya Dino pekerjakan.
"Selamat datang tuan, nyonya." Sapa kepala pelayan.
"Iya terima kasih." Jawab Diana sambil tersenyum, sedangkan Dino hanya mengangguk dengan wajah datar.
Dino dan Diana memasuki sebuah lift yang terdapat disana, untuk memasuki kamar nya.
Setelah beberapa waktu lift pun berhenti dan mereka keluar dengan bergandengan tangan.
"Kamu suka ?" Tanya Dino sambil memeluk Diana dari belakang setelah masuk kedalam kamar.
__ADS_1
"Emm" gumam Diana sambil mengangguk.
" Sayang aku harus pergi ke kantor, apa tidak apa apa aku tinggal." Ujar Diana sambil membalikkan badan Diana.
Diana pun tersenyum.
" Baiklah, hati hati dan semangat kerjanya." Jawab diana membenarkan dasi Dino.
Dino pun tersenyum dan mengecup seluruh wajah Diana, sampai Diana pun merasa geli.
"Mass,, udah ih geli." Ujar Diana menghindar.
"Emmmh, diam sebentar mas nanti sibuk kerja mas pasti kangen." Jawab Dino menghentikan ciuman nya dan memeluk Diana erat.
Diana terkekeh geli dengan sikap Dino yang manja, setau dirinya Dino orang yang sangat datar.
"Kok manja sih, udah ah di tungguin sama Leo di bawah." Ujar Diana lagi.
Dino pun melepas pelukannya dan beralih menatap Diana.
Diana yang di tatap seperti itu merasa malu dan Diana ingin memalingkan wajah nya, namun kalah cepat dengan Dino yang langsung mencium bibir Diana.
Ciuman tersebut awalnya hanya lumayan kecil namun kini berubah sedikit kasar.
Diana yang sudah hampir kehabisan nafas pun memukul dada Dino pelan, Dino pun mengerti dan melepaskan ciumannya sambil menempelkan keningnya dengan kening Diana.
Dino dan Diana terengah-engah.
Setelah di rasa cukup mereka pun berpelukan kembali.
"Udah sana, nanti sore juga pulang mas." Ujar Diana masih di peluk Dino.
Dino pun berangkat ke kantor dengan leo yang selalu mengikuti.
Sedangkan Diana yang merasa lelah pun membaringkan tubuhnya di ranjang yang ada di kamar nya.
Dino yang sudah sampai di kantor memasang wajah datar dengan aura yang biasa dia keluarkan.
Wajah dengan rahang tegas hidung mancung itu terlihat sangat tampan.
Setelah memasuki ruang nya nya Dino memulai pekerjaan nya setelah di beri tahu oleh Leo jadwal nya hari ini.
Dino yang ada jadwal meeting dengan para pengusaha lain nya pun bangkit dari tempat duduk nya.
Sesampainya di ruangan meeting Dino yang memasang wajah tampan nya, tanpa memperhatikan sekitar nya.
Dan tanpa sengaja Dino melihat ada seorang wanita yang tersenyum kepadanya, namun tak di hiraukan oleh Dino.
Wanita itu yang tak lain adalah Tika.
Dan mereka pun memulai meeting tersebut dengan hikmat.
"Bagaimana menurut nona Tika ?. Tanya salah satu paruh baya.
Tika yang sedari tadi memperhatikan Dino tanpa fokus pada pekerjaan nya, tersentak kaget dengan pertanyaan tiba tiba itu.
"Ehem, " dehem Tika menghilangkan rasa malu nya.
"Iya, saya setuju." Sambungnya lagi.
__ADS_1
Dino dan Leo yang melihat tingkah Tika mulai jengah, dengan sikap Tika yang masih mengharapkan Dino.
Setelah beberapa jam meeting pun selesai.
Semua orang sudah membubarkan diri, namun tidak dengan Tika yang menghampiri Dino yang masih duduk di kursi tempat nya.
"Hai, mas apa kabar. " Tanya Tika sambil duduk di meja meeting dengan menghadap Dino.
Dino menaikan satu alisnya, merasa heran dengan Tika yang sedari dulu selalu berusaha mendekatinya.
"Baik" jawab Dino singkat. Dan bangkit dari duduk nya.
"Mas tunggu." Ujar Tika sambil menahan tangan Dino.
Dino pun mengerutkan keningnya ketika Tika berani menyentuh nya, dan menatap Tika tajam.
Tika yang mendapat tatapan tajam dari Dino pun langsung melepas tangan nya.
"Ma..af mas," ujar Tika.
Ketika Dino ingin beranjak lagi Tika tiba tiba menjatuhkan tubuh nya pada Dino seolah olah dia akan jatuh, dengan refleks Dino pun menangkap Tika.
Setelah sadar Dino pun langsung melepas rengkuhan nya.
Dan menatap Tika marah, Tika yang di tatap seperti itu merasa takut dengan Dino yang mengeluarkan hawa dingin di ruangan tersebut, sama hal nya dengan Leo yang sedari tadi disana mulai bergidik ngeri.
Dino beranjak dari sana dengan keadaan sangat kesal karena sudah di pegang oleh Tika.
Tika pun merasa kesal dengan sikap Dino yang dingin terhadap nya.
Padahal dia sudah berpenampilan sangat cantik, dan seksi.
Tika pun meninggal kan kantor Dino dengan perasaan kesal.
Dino yang sudah kesal dengan kejadian tadi memutuskan untuk pulang dan melimpahkan pekerjaan nya pada leo.
Leo yang mendapatkan perintah pun hanya pasrah dan merutuki tika, gara gara perbuatan tika dirinya yang susah.
Setelah beberapa menit Dino pun sampai di rumah dan langsung masuk kedalam kamar, dan melihat Diana yang sedang berdiri di depan balkon dengan melihat taman yang sangat indah dengan banyak nya bunga disana.
Dino langsung memeluk Diana dari belakang sampai Diana pun merasa terkejut.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
__ADS_1
TERIMA KASIH