
Waktu terus berlalu, tak terasa pernikahan mereka 2 Minggu lagi akan di laksanakan.
Diana dan Dino semakin dekat satu sama lain.
Masih belum ada yang tahu bahwa Dino dan Diana akan merencanakan pernikahan, karena mereka belum menyebar kan kartu undangan nya.
Siang ini Diana berencana akan ke kantor Dino untuk mengantarkan makan siang.
Kebetulan ini hari pertama dia ke kantor Dino, sang calon suami.
Diana akan ke kantor Dino tanpa menghubungi Dino, Diana ingin memberikan kejutan kepada Dino.
Diana mengenakan dress putih selutut, dengan sepatu hitam yang bertengger indah di kaki nya.
Di tambah rambut yang sengaja ia gerai.
Di dalam pergi menggunakan taxi, di perjalanan menuju kantor Dino, Diana sudah membayangkan bagaimana ekspresi terkejut dari Dino nantinya.
Selang beberapa menit diana sampai di depan kantor nya Dino.
Banyak pasang mata yang melihat kedatangan Diana, sambil berbisik bisik.
" Cantik, siapa ya" seru para karyawan.
"Apa mungkin kekasih nya pak Dino?" Ujar salah satu karyawan.
"Ahh mana mungkin pak Dino kan tidak pernah membawa perempuan mana pun" ujar teman nya.
Diana yang mendengarkan hanya tersenyum, merasa senang kepada Dino, karena tak pernah dekat dengan seorang wanita sama sekali.
Diana pun berjalan masuk kedalam, Diana menghampiri dua orang resepsionis sana, terlihat dari pakaian yang di kenakan resepsionis tersebut tidak mencerminkan pegawai kantor, dengan pakaian ketat dan dandan yang berlebihan.
"Permisi mba" ujar Diana ramah.
Tapi berbeda dengan mereka yang melihat Diana dari atas sampai bawah, memperhatikan penampilannya Diana.
"Ada apa yah" ucap ketus salah satu resepsionis.
"Maaf mba apa pak Dino nya ada ?" Tanya Diana masih tersenyum ramah.
" Mba siapa nya ya, ? Dan ada urusan apa ?" Tanya salah satu resepsionis nya lagi.
"Apa boleh tahu saya ruangan nya dimana ya, mba" geram Diana mulai tak sabar.
" Pak Dino nya sibuk, lagi gak bisa di ganggu". Ujar resepsionis tadi.
Diana yang dari tadi merasa ingin menjambak kedua resepsionis nya itu, Diana tidak pernah bersikap ramah pada siapapun yang di anggap tak menghormatinya.
" Dan kamu siapa emang mau ketemu sama pak Dino ?" Tanya nya lagi
"Saya calon istirnya" geram Diana sambil menekan kan kata terakhir nya.
Kedua resepsionis itu sejenak terdiam, dan para karyawan yang mendengar pun kaget.
Lalu terdengar tawa mengejek pada Diana.
Diana menaikkan satu alisnya.
" Mba halu yah ?" Seru resepsionis tersebut.
"Hhhaaa mana ada pak Dino memiliki calon istri " seru nya lagi.
Diana yang mulai geram dan tak sabar pun, menggebrak meja resepsionis.
Brakk
Kedua resepsionis, dan para karyawan yang mendengar kaget mendengar gebrakan tersebut.
"Ehh jangan sok kamu yah, saya bisa melaporkan kamu pada mas Dino,kalo kamu tidak sopan pada saya." Marah Diana.
__ADS_1
" Heh mba jangan ngaku ngaku deh, udah sana pergi, ganggu orang aja deh" sambil menunjuk Diana, menyuruh pergi.
" Kamu disini kerja dan harus melayani seorang tamu, yang datang kesini." Ucap Diana, menahan diri.
" Cih., Dasar jal*ng" gumam salah satu resepsionis itu.
Tapi masih terdengar dengan baik oleh Diana.
Diana yang sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, menjambak kedua resepsionis tersebut.
Semua karyawan yang melihat itu pun kaget dan berniat memisahkan namun tidak bisa, setelah di rasa cukup Diana melepaskan cengkraman tangan nya.
Dan langsung membersihkan tangan nya menggunakan tisu basah. Seolah oleh dia telah memegang kotoran.
"Dasar, yang pantas disebut jal*ng itu kalian." Ujar Diana
" Seharusnya kalian berkaca, disini untuk bekerja bukan untuk mengekspos tubuh kalian." Sambung Diana lagi.
Kedua resepsionis itu pun tak terima di perlakukan seperti itu oleh Diana, salah satu dari mereka menghampiri Diana dan langsung menampar nya.
Plakk
Saking keras nya dia menampar, Diana sampai terduduk di lantai.
" Heh kamu itu, udah ngaku ngaku istri tuan Dino, dan sekarang seenak jidat kamu memanggil kami jal*ng." Sambil menunjuk Diana.
" Dasar jal*ng" ujarnya lagi dengan keras.
Sedangkan di belakang karyawan, yang masih ribut tak menyadari bahwa tuan nya sempat melihat Diana yang dipermalukan di depan umum merasa marah. Apalagi melihat diana di tampar.
Leo yang menyadari bahwa tuan nya marah pun bergumam dalam hati." Duh, gawat tuan pasti marah."
" Siapa yang jal*ng ?" Mendengar suara bariton yang di kenali, semua karyawan yang dari tadi memperhatikan pun membalikkan badan nya.
Dan betapa kagetnya, melihat tuannya yang sedang menahan amarahnya.
"Ada apa ini ? Tanya Dino kepada kedua resepsionis, dengan suara tertahan karena menahan amarah.
"JAWAB" Bentak Dino mulai tak sabar.
"Apa dia yang jal*ng ? " sambil menunjuk Diana yang masih terduduk di lantai.
"Dia yang kau sebut jal*ng itu adalah calon istri ku" ujarnya sambil membantu Diana bangun.
Semua karyawan pun kaget dengan pengakuan sang tuan.
Apalagi kedua resepsionis itu sudah bergetar karena ketakutan.
Dino yang melihat wajah Diana yang memar sangga marah.
" Maaf kan aku" seru Dino lembut pada Diana. Merasa tidak bisa menjaga Diana.
" Ini bukan salah mu, seharusnya tadi aku tidak datang kesini." Jawab Diana.
Sebenarnya Diana sengaja tidak menghindar saat dia akan di tampar, karena dia melihat Dino yang baru turun dari lift.
Dan akhirnya seperti ini, Dino sangat marah pada kedua resepsionis itu.
." Tidak, ini bukan salah mu" jawab Dino lagi
" Kenapa tidak langsung masuk ke ruangan ku, hmm" tanya Dino.
"Kata mereka kau sedang sibuk, dan tidak bisa di ganggu," ujar Diana sambil menunjuk kedua resepsionis itu.
Dino yang mendengar pun semakin emosi.
Dino langsung menghampiri mereka yang bergetar karena takut.
Plakk plakk
__ADS_1
Semua orang kaget melihat Dino menampar kedua resepsionis itu.
Diana yang melihat tersenyum tipis,sampai tak akan terlihat oleh semua orang.
Dino yang sudah tak mau melayani keduanya lagi menyerahkan semua nya pada Leo.
" Leo pecat kedua wanita tak tahu diri ini." Ucap Dino.
"Baik tuan" jawab leo cepat .
Mereka yang dipecat pun berlutut meminta ampun pada sang tuan, tetapi tidak di hirau kan nya.
Dino mengajak Diana masuk kedalam lift khusus CEO itu, menuju ruangan nya.
Setelah sampai di ruangan nya, Dino pun menyuruh Diana untuk duduk di sofa yang ada disana.
Tok tok tok
Suara pintu diketuk dan datang seorang OB mengantarkan es batu pada Dino, karena sebelum nya Dino meminta seseorang mengambilkannya, untuk mengompres pipi Diana yang sudah terlihat membengkak.
Dino pun duduk di samping Diana dan mengompresnya lembut .
Diana yang di perlakukan seperti itu pun senang, dan memperhatikan wajah Dino yang dekat dengan nya.
" Aku tahu aku tampan " ujar Dino percaya diri.
Diana yang mendengar pun tertawa kecil, karena gemas pada Dino yang percaya diri.
Cup
Dino mengecup pipi yang tadi di tampar, diana yang di cium pun tersenyum malu.
" Apa masih sakit ?" Tanya Dino.
Diana menggeleng.
"Kenapa tak mengabariku, kalau kamu mau kesini ?" Tanya nya lagi pada Diana.
Setelah di tanya seperti itu Diana memasang wajah cemberut di depan Dino.
"Tadinya aku ingin memberikan kejutan untuk mu , untuk mengajak makan siang. Tapi malah aku sendiri yang terkejut." Ucap Diana manja
Dino terkekeh gemas dengan sikap manja Diana, dan kembali mencium nya.
Cup
"Ya sudah, tidak apa mulai sekarang tidak akan ada yang berani menghentikan mu lagi, jika kau ingin kesini." Jawab Dino.
Diana pun mengangguk, Ini sungguh di luar ekspektasi nya.
Dan mereka pun makan siang di ruangan Dino yang sudah di pesan.
Sampai selesai makan Dino mengantar Diana pulang kerumahnya.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH