
Ke esokan harinya kini Dino tengah menikmati jagung bakar yang semalam mereka cari.
Padahal tadi malam Dino sudah menghabiskan sekitar 3 jagung bakar, itu juga bila Diana tidak menyuruhnya berhenti mungkin Dino akan kekenyangan dengan jagung bakarnya.
Saat ini kantor ditangani oleh Leo sepenuhnya karena Dino tengah bermalas-malasan.
Entah kenapa Dino merasa dia bukan dirinya semenjak Diana hamil, sekarang dia lebih manja di depan istrinya.
**
5 bulan berlalu
Kini kandungan Diana sudah memasuki 9 bulan dimana perkiraan dokter 2 Minggu lagi Diana akan melahirkan.
Dan sekarang Diana tengah bersantai dengan menonton televisi di ruang tengah, dengan cemilan yang berada di tangannya.
"Aahhk" teriak Diana tiba-tiba saat merasakan sakit di perut nya.
Karena teriakan Diana yang sangat keras para maid dan bodyguard yang di tempatkan di ruang tengah langsung Mendekat.
" T-tolong, Perut ku sakit." Ucap Diana terbata.
" Nyonya, mungkin akan melahirkan." Ucap kepala maid.
Maid yang disana langsung menuntun Diana untuk mengatur nafasnya.
" Cepat siap kan mobil kita berangkat ke rumah sakit." Ucap kepala maid tersebut sambil memapah diana.
Dan bodyguard yang disana langsung menyalakan mobil yang sudah terparkir di depan, karena sudah di sediakan disaat seperti ini.
Diana yang tengah menahan sakit hanya pasrah mengikuti kepala maid tersebut.
" T-telpon suami ku." Ucap Diana.
Bodyguard yang sedang duduk di depan samping pengemudi pun, langsung menghubungi sang tuan saat mendengar permintaan Diana.
Bodyguard tersebut sudah berlkali kali menelpon tetapi tidak ada yang di angkat oleh Dino.
__ADS_1
" Tuan tidak menjawab nyonya." Ujar bodyguard.
Diana yang sedang mengatur nafas nya merasa berang mendengar ucapan bodyguard nya itu.
Langsung merebut ponsel nya dan kembali mencoba menghubungi Dino.
**
Di lain tempat Dino tengah mengadakan rapat yang terbilang penting untuk perusahaan nya, telpon yang berdering pun tidak dia hiraukan.
Setelah sekian kali ponselnya berdering tiada henti dengan emosi dia menjawab.
" APA AKU SEDA...." Marah Dino terpotong.
"AKU AKAN MELAHIRKAN, KEMANA SAJA KAU HAH !!" teriak Diana sambil menahan sakit
"Aahhk s-sakit" telpon yang di genggaman Diana pun terjatuh.
Dino yang mendengar teriakan Diana pun membelalakkan matanya.
Tanpa menghiraukan para klien nya yang melihat nya Dino segera berlari menuju rumah sakit yang sudah di percayakan untuk melahirkan Diana.
Beberapa waktu kemudian, Diana yang sudah memasuki ruangan bersalin tengah merasakan kontraksi yang luar biasa.
" Apa suami ku sudah datang ?" Tanya Diana pada salah satu suster yang berada di ruangan.
" Mungkin suami Anda berada di perjalanan Bu." Jawab suster Tersebut.
Brakk
Tiba tiba pintu ruang bersalin di buka paksa.
Muncul lah Dino dengan pakaian yang terlihat acak acakan, karena dia berlari sepanjang koridor rumah sakit.
Dini langsung menghampiri Diana dengan nafas masih tersendat-sendat.
" Sayang, kenapa harusnya 2 Minggu lagi ?" Tanya Dino yang merasa panik sekaligus heran.
__ADS_1
Diana tidak menghiraukan ucapan Dino, dirinya tengah menahan sakit.
Dokter pun menghampiri mereka untuk mengecek pembukaan jalan lahir.
" Ibu Diana, ini sudah waktunya melahirkan pembukaan nya sudah sempurna." Ucap dokter tersebut.
" Ikuti instruksi saya, tarik nafas, tahan, buang." Ujar dokter.
Diana pun koorperatif dengan mengikuti instruksi dokter.
Di temani Dino yang selalu memberikan sapuan lembut di kepala Diana, dan memberikan kalimat kalimat penyemangat.
" 1..2..3.. dorong." Instruksi dokter.
" Aaahhk" teriak Diana sambil menggenggam tangan Dino erat.
Dino pun menahan perih di tangan nya akibat cengkraman Diana.
Terima kasih buat semua yang masih baca ya.
Bisa koreksi bila ada kesalahan kata maupun tanda baca, namun dengan kata atau kalimat yang tepat ya, tanpa menjatuhkan mental author ya.
Aku akan menerima kritikan dengan bahasa yang sopan dan tepat.
Mohon maaf sekali lagi bila masih banyak kekurangan nya, disini aku masih belajar, dan untuk mengisi waktu luang mengurus bayi.๐๐
Dan jangan lupa untuk
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH NYA JUGA JANGAN LUPA YA๐๐
TERIMA KASIH
__ADS_1