
MARLINA
Adalah seorang yatim piatu Ibunya meninggal ketika ia masih kecil, dan Ayahnya tidak pernah menghiraukannya sampai akhir hayatnya ayah mar meningal ketika dia masih duduk bangku SMA, Mar harus banting tulang demi melanjutkan sekolah yang masih kurang 10bulan lagi, sebelum Ayahnya meninggalpun dia sudah mendapatkan pekerjaan sebagai penjaga kantin sekolah. dan sebagai PRT, karena kuluarga kedua orang tua marlina tidak mau menampung marlina, entah apa yang dipikir keluargnya bagi mereka marlina adalah beban buat mereka.
"Hidup kita sudah susah mas saya gak mau menampung marlina disini ... saya juga harus merawat Ibumu yang sakit sakitan ditambah lagi marlina!" kata bi Rini istri dari pamannya Edi.
Bi Rini adalah wanita yang sangat crerewet dan tidak mau di repotkan. dia sudah harus merawat mertuanya yang sakit-sakitan dikarenakan Usianya yang sudah senja.
"Mar ... maafkan paman tidak bisa merawatmu!" kata Edi sedikit menyesal.
"Gak papa saya masih bisa numpang dirumah teman paman!" jawaban marlina itu membuat istri pamanya tersenyum dan memalinkan wajahnya.
"Syukur deh kalo ngerti!" pergi meninggalkan kedua orang ponakan dan pamanya.
Marlina memang selama ini numpang hidup di rumah Santi. kandang Sinta.
Santi dan Sinta adalah kembar mereka lumayan akrab memang, karena Marlina memang sosok friendli walau kadang mulutnya suka nyablak, biasanya orang mikir dulu baru ngebacot tapi kalo mar ngebacot dulu baru mikir, sehingga membuat sebagian temannya tidak suka.
"San ... Sin, Aku sebenarnya gak mau ngrepotin kalian jadi benalu kayak gini!" ucapnya.
"Gapapa mar kamu temen kita ... kita tau keadaan kamu! " kata Santi.
"Tapi aku gak enak sama ortu kalian!" sungkan karena dia hanya makan tidur karena santi dan sinta sudah memiliki 2 orang pembantu.
"Kita bisa ngomong kok sama mama dan papa!" ucap Sinta sedikit meyakinkan.
"Cklek...!!!" suara pintu terbuka.
"Sayang mama ayo turun mama mau bicara!" kata Cintia mama Santi dan Sinta.
Santi dan Sinta mengikuti dari belakang.
"Marlina mau sampai kapan disini??" tanya Cintia yang memang agak kurang suka karena dia melihat anak itu terlalu berisik.
"Boleh ya ma, tinggal disini ... kasihan bapaknya baru meninggal ma," pinta Santi.
__ADS_1
"Bukannya mama gak boleh sayang ... marlina anak perawan gakada hubungan kerabat sama kita!, trus apananti kata tetangga klo dia berbuat yang aneh-aneh so otomatis nama kita yang jelek mama gak mau itu apalagi anak mama dibawa-bawah," kata mama menasehati kedua anaknya.
"Benar juga kata mama, tapi kasihan ma ... marlina anak yatim piatu!" Sinta mencerna omongan mamanya dengan sedikit menghibah.
"Huuuuuffffttt ... Dia bisakan tingal di panti asuhan??. mama punya teman diyayasan kalau dia mau!" Mama mencoba memberi solusi.
"Gak tante ... saya gak mau tingal dipanti, saya lebih baik tingal sendiri atau kerja sebagai pembantu!" ucap marlina. marlina memang sedari tadi mendengar percakapan ketiga orang tersebut.
"Kebetulan tante punya teman dia butuh pembantu ... namanya Devina, dia janda dua orang anak rumahnya dekat sini kamu mau??" tanya Cintia.
"Ya tante saya mau ... yang penting saya bisa melanjutkan sekolah saya!" Marlina sebenarnya sedih tapi dia harus tahu diri, dirinya siapa.
Keesokan harinya Marlina bertemu dengan Devina calon majikannya.
"Dev ... ini anaknya!" kata Cintia mengenalkan Marlina.
"Marlina." kata marlina memperkenalkan diri.
"Devina ... kamu bisa pangil saya bu Devi!"
Lalu Devi mengantar Marlina kekamar marlina.
"Ya bu!" jawab marlina.
"Kamu juga jangan sekali-kali menyentuh tugas orang lain, jadi ketika ada orang yang salah karena kerjaannya dia yang ditegur, bukan saling salah menyalahkan ... dan saya gak suka itu ... ngerti!" tegas dan sedikit menekan dalam pekerjaan itu lha Devi.
"Ya bu saya mengerti!" ucap marlina.
Marlina bangun jam 5 pagi membereskan rumah berukuran 20x30m lalu mencuci pakaian dimesin cuci.
pukul 6.30 dia sudah berangkat sekolah karena sekolahnya tidak terlalu jauh dari temat ia bekerja.
Rutinitas itu dia lakukan sampai dia lulus sekolah menengah.
Marlina setelah lulus sekolah dia memutuskan melamar di koprasi tempat pelatihan kerja diwaktu tugas sekolah dulu, dia merasa nyaman bekerja disini bukan karena mereka suadah akrab melainkanmemang pekerjaannya sesuai dengan jurusan yang dia ambil yaitu akuntansi.
__ADS_1
10 tahun sudah dia bekerja disana.
marlina tidak pernah tertarik dengan laki -laki walaupun banyak pria mendekati,
marlina mempunyai tubuh mungil dan agak sedikit berkulit bersih walau tidak putih.
Entah mengapa ketika melihat Satria dia begitu tertarik dan ingin memilikinya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Maaf ya... ganti cerita karakter karena icha sudah bahagia sama ridwan
ganti kisah hidup Yuka .... semoga suka ya reader.
Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
๐like๐
๐ komen ๐ฏ
๐ Rateโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธโญ๏ธ
๐Vote
๐ Jika suka โค biar bisa tahu updatenya.
Jangan lupa ya selalu dukung Author dengan cara like, dan Vote biar Author semangat Upnya,
Dan terimakasih atas dukungan kalian semua, tanpa kalian gak akan ada artinya karya ini, terimaksih juga komen yang membangun dan membuat semangat Author dan juga gak lupa koment Julid yang suka mengkritik, kalau memang ada kesalahan yang ada di tulisan atau apalah itu silahkan komen, kritik dan saran kalian sangat membatu Author dalam berkarya.
terimakasih sekali lagi buat kalian semua.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisa atau typo jika ada Typo tolongbkasih tau author ya gaes..
Semoga kalian suka dengan cerita hari ini besok mau up lagi tapi jangan lupa like kalau suka .
__ADS_1
Oh ya .... jangan lupa baca karya Author yang lain ya gaes di tunggu lho dukunganya.