
Pagi pukul 9, Maura mendatangi rumah Yuka rumah mereka memang bersebelahan,Karena baru sebulan ini Jordy dan Maura menempati rumah itu.
Maura menceritakan keluh kesahnya pada Yuka, hari itu dia sangat kesal sekali dengan Jordy karena Maura melihat foto Jordy dengan teman-temannya, mereka memang foto bersama tapi Maura naik pitam melihat foto Jordy yang menyentuh buah dada seseorang wanita.
"Ra ... tumben datang pagi kesini??" tanya Yuka.
"Aku lagi sebel ... sesebel-sebelnya." marahnya.
"Ada apa sih ra?? tumben uring-uringan ada apa sama Jordy??" tanya Yuka lagi masih tidak mengerti dengan apa yang Maura ucapkan.
"Kak tahu gak?? si Jo main-main!" ucap Maura.
"Main-main gimana maksudnya??" masih belum menangkap ucapan Maura.
"Jo main gila ... masa ya!! aku lihat dia rangkul cewek dan parahnya lagi tangannya pas di buah dadanya, hikhik" tangisan Maura pecah.
"Masa sih??" Yuka gak percaya.
"Liat deh di ignya, gimana aku gak kesel coba, gak cemburu? tanganya nakal sama wanita lain." menunjukkan foto yang menjadi masalah itu.
Yuka awalnya kaget dan dia harus berpikir jernih untuk menjelaskan secara logis.
"Inikan foto kan Maura? bisa jadi ini pas jepret posisi tangan Jordy disitu, lagian ini bukan video, jadi kamu gak perlu marah sama Jordy lebih baik kamu tanya, baik-baik sama dia, siapa wanita itu." tutur Yuka.
"Oh ... gitu ya?? tapi aku terlanjur ngambek dari semalam sama Jordy." cerita Maura yang dari semalam Jordy sudah di diamkan.
🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮🔮
Dilain lokasi ada dua pria dewasa saling gibah, siapa lagi kalu bukan Jordy dan Steve.
"Woooiii!!!" suara Steve seketika mengagetkan Jordy yang sedang berdiam diri.
"Sialan lu, ngagetin aja." kata Jordy agak kesal.
"Kenapa sih Jo??" tanya Steve.
"Maura ngambek semalam aku di diemin." celetuknya.
"Yaelah gak kamu kasih kali," ledek Steve.
"Justru semalam aku mau minta, eh... tahunya dia gambek!!" ceritanya.
"Ngambek kenapa??" tanya Steve.
"Gak tahu, kemarinkan aku habis dari Reuni SMA, padahal pulangpun aku gak terlalu malam, pulang-pulang bibirnya langsung 5 cm." Jordy menjelaskan kejadian malam itu.
"Mungkin gak kamu ajak jadi dia ngambek." kata Steve mengambil kesimpulan.
"Dia sudah aku ajak tapi gak mau, ya sudah aku berangkat sediri!" celoteh Jordy.
"Mungkin lagi dapet, kayak Yuka sering gitu sama aku!" seloroh Steve.
"Gak dia udah minggu kemarin dapetnya masak sensinya semalam." cetuk Jordy.
"Ah ... gitu aja di pikirin, nanti juga redah sendiri tingal rayu pake apa gitu, lagian anak kecil gini!" saran Steve.
"Ide bagus, nanti aku belikan rainbow cake atau coklat belgia kesukaanya Maura." ucap Jordy.
__ADS_1
Mereka pun pergi dari kantor pukul 12.00
Jordy membelikan Coklat Belgia kesukaan Maura tak lupa Rainbow Cake.
Sesampainya dirumah Maura tidak ada didalam, di telusuri rumah itu namun tak ia dapatkan keberadaan Maura dan Cio.
"Kemana lagi nih anak piyik sama emaknya!" gumamnya, "oh mungkin kerumah sebelah." sambungnya.
Akhirnya Jordy mencari keberadaan Cio dan Maura, dan benar saja Maura ada disana membantu Yuka masak makan siang untuk Steve.
"Itu Jordy, Ra mending kamu tanyain sana biar gak jadi panjang!" tutur Yuka.
"Males ah kak biarin aja, males aku liat tampang kak Jo." ucap Maura lalu pergi meninggalkan Yuka menuju Ruang bermain.
Jordypun menyusul Maura, dengan kode dari Yuka yang meminta Jordy untuk mengikutinya.
"Sayang kamu kok kamu diemin aku sih dari semalam." kata Jordy memeluk Maura dari belakang.
"Udah ah lepasin, rumah orang gak enak dilihat sama yang punya rumah!" melepaskan pelukkan Jordy.
Jordy hanya mengerutkan dahinya karena tidak mengerti apa yang terjadi,
"Papa ..." teriak Lucio dan berlari ke arah Jordy,
Jordy mengendong Lucio dan menciumnya.
"Sini cium papa anak papa, sekarang mama gak mau cium papa!" ucap Jordy melrik Maura.
"Cari mama baru aja pa!!" celetuk Lucio dengan polosnya yang seketika membuat mata Maura melotot dan membulat, Jordy yang melihat kelakuan Maura seketika langsung menjawab, "Iya ... ayok mama udah gak sayang papa lagi!"
"Iya cari aja sana, papa sudah bosen sama mama, papa sudah ada cadangan mama kok!" ucap Maura sebel dan makin kesal dibuat Jordy.
"Kamu ngomong apa sih??" tanya Jordy lalu menurunkan Lucio.
"Kak aku pulang dulu ya!! aku titip Lucio bentar." pamit Maura.
"Oke!!!" sahut Yuka.
Jordy hanya menatap kepergian Maura, Yuka menghampiri Jordy.
"Kamu main perempuan?!" tanya Yuka, seketika itu Steve menatap Yuka dan Jordy menatap Yuka dengan penuh tanya.
"Gak, siapa bilang??" tanya Jordy balik.
"Maura, dia liat postingan Ig kamu semalam lagi gerapek-gerapek gunung kembar." ceplos Yuka. "uuupppsss ...!! kecepelosan." sambung Yuka.
Jordy dan Steve pun langsung mengecek Instagram Jordy.
"Wah ... ini sih parah Jo, layak Maura ngambek." celetuk Steve.
"Sumpah ini gak seperti yang kalian pikir aku bisa jelasin semua!" ucap Jordy.
"Kita gak butuh penjelasanmu Jo, uang butuh penjelasan Maura," kata Yuka. " Mending kamu susul biar Cio di sini," titah Yuka.
Jordypun menyusul Maura kerumahnya, dan Maura sedang ada di kamar pura-pura tidur.
"Sayang ... " teriak Jordy, Jordy menghampiri Maura dan mendekapnya.
"Kamu cemburu??? itu tandanya kamu cinta banget sama aku dan aku masih layak untuk kamu." bisik Jordy.
"GR banget sih siapa juga yang cemburu." bangkit dari tidurnya hendak meninggalkan Jordy tapi sayang tangan Jordy sudah keburu menariknya dan mengukung tubuhnya.
__ADS_1
"Ayo coba ulangi sekali lagi!" ucap Jordy.
"Siapa yang cemburu," memalingkan wajahnya, lagi-lagi Jordy bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Aku gak percaya kamu tatap aku sekarang dan ulangi lagi!" pintanya.
Maura menatap Jordy dengan wajah malas, Jordy tersenyum dan mencium Istri kecilnya yang beranjak dewasa.
Ciuman itu mendarat kewajah Maura dari kening, pipi dan bibirnya.
"Kamu mau maafin aku atau mau aku bikinin adik buat Lucio??" Senyumnya merekah dengan wajah devilnya.
"Iiiihhh ... males banget!" ucap Maura mencoba lepas dari kungkungan Jordy,
"Sial dia mengunciku benar-benar habis nih aku, sama srigala lapar." batin Maura.
"Ayo tingal pilih, maafin aku atau aku buatin adik buat Lucio!!" masih dengan senyuman manisnya.
"Iya ... iya, aku maafin tapi jelasin dan lepasin." pinta Maura.
"Sebenarnya aku gak beneran pegang itu, pas tangan aku mau lewat temen aku yang lain ngejepret jadi gitu jadinya." jelasnya.
"Owh ... gitu!" kata Maura menahan malu.
"Jadi dong buat adik untuk Lucio?? mumpung dirumah Yuka, dan gak ada yang menganggu!" selorohnya.
"Enak aja," ucap Maura lalu pergi meninggalkan Jordy.
Lagi-lagi tangan Jordy menarik Maura dan memojokkan Maura didepan lemari ketika Jordy hendak mencium Maura suara Lucio mengagetkannya.
"Papa ... Mama jahat Cio ditingalin!!" teriak Lucio.
Seketika Jordy menjauh dan mengendong Cio.
"Maafin mama sama papa ya ... sayang." kata Jordy mencium anak kesayanganya.
Maura tersenyum melihat kelakuan papa dan anak itu, sungguh mengemaskan dan menjengkelkan.
"Yaaa!! gak jadi buat adik deh!!" seru Jordy dengan mengerucutkan bibirnya.
Manieska si Jordy kalau tersenyum!!.
***Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
👉like👍
👉 komen 🗯
👉 Rate⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
👉Vote
👉 Jika suka ❤ biar bisa tahu Updatenya
Merci d'avoir lu mon histoire, j'espère que vous serez toujours heureux***
**Jangan lupa dukung Author dengan rate dan Vote ya!!
__ADS_1
Mohon maaf jika ada Typo soalnya Author ngantuk gaes ini aja bikin selesai jam 4.18 😭😭😭😭**