
Hubungan Steve dan Yuka yang semakin hari semakin Romantis membuat Satria terbakar api cemburu, "Harusnya aku yang ada disana bukan Steve, " ucapnya jengkel, Satria diam-diam sering memperhatikan dan menguntit kemanapun Yuka pergi.
Hari itu seharian Satria mengikuti Yuka dari mengantar Luna kesekolah sampai ke supermarket buat belanja, kedatanganya tiba-tiba membuat Yuka kaget.
Satria tiba-tiba berdiri di hadapan Yuka, dan memeluknya dan mendekapnya.
"Yuka pleas! jangan lepasin, aku kangen kamu ... benar-benar kagen kamu." ucap Satria menangis.
Deeeggg!!
Tiba-tiba jantung Yuka bagai dihantam benda yang keras tepat di relungnya, sakit yang tak terperih yang Yuka rasakan saat itu.
"Maaf, Sat! aku istri orang bukan istri kamu lagi," ucap Yuka lalu memundurkan tubuhnya dari Satria.
"Yuka, aku masih sangat mencintaimu dan hanya kamu dihati aku," kata Satria meneteskan air mata.
"Kamu sadar gak kamu ngomong sama siapa?? aku istri orang Sat, bukan istri kamu lagi, yang setiap hari kamu bilang cinta, bilang sayang, bilang rindu, kangen ... aku begini karena kamu, kita pisah karena kamu, coba dulu kamu setia sama aku gak nyakitin aku mungkin kita akan bahagia Sat." Kata Yuka lalu pergi meninggalkan Satria yang masih terdiam mematung tanpa kata.
Yuka terus berjalan meninggalkan Satria tanpa menoleh atau membalikkan badannya, karena jika ia melihat Satria sama artinya memberi kesempatan pada Satria.
"Ini gak adil Yuka, kamu yang rela aku duakan, tapi kini kamu menyalahkan aku dan menumpahkan kesalahan semua itu sama aku, kamu jahat sekali Yuka." Teriak Satria yang membuat semua orang memperhatikkannya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Sesampainya Yuka dirumah dia menangis dan mengunci kamar, Luna dia tinggalkan begitu saja.
Luna mendatangi rumah Maura dan menceritakan kalau mamanya menangis di kamar setelah bertemu orang yang gak ia kenal.
"Mama nangis tante di kamar, tadi di super market ketemu om-om mama di peluk, terus mereka berantem, kita gak jadi belanja terus pulang mama nangis." tutur Luna.
"Siapa ya??" batin Maura, Maurapun menelphon Jordy mengabarkan bahwa Yuka menangis.
"Hallo Sayang!! " sapa Maura dari ujung sambungan telephon.
"Iya sayang ada apa?? kamu kangen aku ya?? gak sabar ketemu aku terus but adik untuk Cio. " ucap Jordy agak gila.
"Sayang pleas kamu jangan berpikiran jorok, aneh atau apalah itu," serobot Maura rada jengkel , mencoba mengatur nafas " Kak Yuka nangis dirumah." teriak Maura dan membuat telinga Jordy seketika sakit gara-gara suara Maura.
"Apa?? Yuka nangis?? kenapa??" tanya Jordy dengan berondongan kalimat tanya.
"Aku juga gak tahu, tadi Luna bilang habis ketemu om-om, terus berantem gitu." mencoba menjelaskan kepada Jordy dari kata yang Luna tuturkan tadi.
Jordy lalu menutup sambungan telephon itu, lalu menuju ruangan Steve dan memberitahu keadaan Yuka.
"Ayo pulang! Yuka nangis dirumah." ajak Jordy.
"Ada apa??" tanya Steve.
__ADS_1
"Aku juga gak tahu, katanya ketemu om-om, jangan-jangan Satria??" Jordy mengira-ngira tentang siapa sosok orang tersebut.
"Mana mungkin?? bukanya dia sudah menikah? apa motivasinya mengejar Yuka lagi??" tanya Steve.
"Satria itu bucin sama Yuka, mereka pernah menikah lama bro, ingat itu ... pernikahan kamu dengan Yuka gak selama Yuka dengan Satria." ucap Jordy.
Steve terdiam sejenak dan mencerna apa yang Jordy ucapkan dan katakan.
"Ayo kita pulang!" ajak Steve.
Setibanya di rumah Steve mengetuk pintu kamar.
Tok... tok
"Sayang buka pintunya, kamu jangan gini kamu gak kasihan sama aku dan Luna, buka dong sayang. " pinta Steve.
Yuka pun akhirnya membuka pintu kamarnya, dan memeluk Steve.
"Maafin aku sayang, aku gak ada niat membuat kamu khawatir, aku hanya syock, aku ketemu Satria, dia meluk aku dan bilang 'masih sayang dan cinta' sama aku, aku takut kalau dia nekat seperti dulu." Kata Yuka memeluk Steve.
"Dengarkan aku! Satria gak akan pernah mengambil atau memisahkan kita lagi, okey! dia gak akan berani, mungkin dia melakukan itu karena dia merasa sangat merindukan kamu. " Steve mencoba menenangkan Yuka.
"Apa kamu bilang merasa?? dia iblis gak segan-segan melakukan hal yang jahat, dia nyiksa aku, dia bukan Satria yang menjadi kekasih dan suamiku dulu, dia berubah semenjak nikah sama Haruka, dia jadi pencemburu, posesif dan gak segan-segan nyakitin aku." ucap Yuka.
Steve mencoba menenangkan Yuka yang sedang kalut, sementara Luna dititipkan pada Maura dan Jordy.
"Sabar sayang, nantikan ada waktunya, kasihan Luna mamanya lagi sedih, sabar ya!!" kata? Maura menegelus lembut pipi Jordy.
"Kamu cinta gak sama aku??" tanya Jordy dengan sedikit mengangkat wajahnya.
"Pastilah sayang, aku cinta sama kamu, kalau aku gak cinta kamu mana mungkin ada Lucio?? " kata Maura lalu tersenyum melihat tingkah manja Jordy.
"Kamu jangan pernah tinggalkan aku ya bagai manapun cobaan yang kita alami." pinta Jordy.
"Asal kamu gak menduakan aku dan selingkuhi aku, aku akan tetap disamping kamu! " ucap Maura.
"Ya ... gak mungkin lha sayang aku berpaling dari kamu, tingalin kamu, sama aja aku bunuh diri menghancurkan keluarga kecil yang sudah susah payah aku bangun dan aku rawat dengan cinta dan kasih sayang," kata Jordy mendekatkan wajahnya pada Maura.
Maura tersenyum dan memeluk Jordy,
"Aku bangga dan bahagia punya suami seperti kamu, aku bersyukur tuhan mengirim dan memilih kamu jadi teman hidupku, makasih sayang," ucap Maura mencium pipi Jordy.
" Mammaaa ... Pappaaaa," teriak Cio
seketika itu mereka terperanjat oleh teriakkan itu. Jordy mwlepaskan pelukannya.
"Dasar bocah, nganggu bae ..." ucap Jordy kesal.
__ADS_1
Lucio pun langsung duduk di antara mereka,
" Luna mana sayang??" tanya Maura.
"Luna sudah bobok mama," ucap Lucio
"Owh pinter yaa!! bobok sendiri gak kayak anak sama papa minta temenin mama." ledek Maura sambil melirik Jordi dan menaikan bibirnya.
Jordy hanya tersenyum melihat tingkah laku Maura yang menyindirnya.
Maura mengendong Cio kekamarnya dan meletakkanya di tempat tidurnya, di letakkannya bersebelahan dengan Luna yang sedari tadi tidur,
"Lucu ya melihat mereka kalu tidur kadang kalo bangun suka berantem, pas tidur terlihat damai." kata Jordy memandangi dua orang anak kecil yang terpaut sebulan usianya, terlihat seperti saudara kembar.
"Kiya juga gak akan pernah tahu seperti apa merka kedepannya, yang kita harap jangan sampai mereka bermusuhan." ucap Maura lalu bersandar ditubuh kekar Jordy.
Mereka berpeukan lama sekali saling memeluk dan mendekap erat seakan sudah lama tak bersua.
"Aku pengen gini terus sampai maut memisahkan, aku leboh memilih maut yang jadi pemisah dari pada orang ketiga diantara kita." ucap Maura.
Entah mengapa Maura sangat takut akan ke hilangan Jordy orang yang sangat dia cintai,
Jordy adalah cinta pertama Maura sekaligus pacar dan suaminya.
Hidup Maura berubah semenjak ketemu Jordy, orang yang jail, usil dan juga Romantis.
Jordypun sama hidupnya berubah semenjak bertemu dengan Maura, luka hati terdalamnya terobati oleh hadirnya Maura.
Baginya dia adalah love Mood Booster.
Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
**👉like👍
👉 komen 🗯
👉 Rate⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️
👉Vote
👉 Jika suka ❤ biar bisa tahu Updatenya.
Author mau mengucapkan terimakasih atas dukungannya selama ini,
Like, coment, vote dan rate kalian menjadi mood booster buat Author jadi Author minta tolong Vote sebanyaknya biar tetep bisa menghibur kalian.
Mohon doanya dan dukungannya agar tetap bisa berkarya dan menghibur kalian semua.
__ADS_1
Terimaksaih buat para readers semua**.