ISTRI YANG MENJADI MADU

ISTRI YANG MENJADI MADU
#IYMM 52 CINTA YANG HILANG


__ADS_3

Satria masih duduk termenung di bar mini, dadanya merasa sesak, pikirannya kacau, wajah Yuka masih menari-nari dalam pikirannya, rasa itu semkin menyiksa batinya.


CintaΒ  dan rindu yang ia rasakan, membuatnya semakin kacau benar-benar kacau.


πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘πŸŽ‘


Sekeping rasa yang mengusik hati,


menjadikan kalimat tanya, pantaskah aku merindu??


Merindukan hati yang pernah aku miliki,


kini hilang tak bersisa ...


Relung hatiku hampa ketika kau pergi meninggalkan jiwa yang merasa bersalah,


cinta yang telah ternodai menjadikanku harus kehilanganmu dengan luka yang teramat dalam.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Malam itu Satria memutuskan pergi, menyusuri kota paris, Satria memang sudah 3 bulan ini tinggal di paris tanpa Winda Wu karena Satria di minta Winda untuk mengurus bisnisnya di paris, bisnis fashionnya yang mulai maju dan banyak peminatnya.


Mereka berencana untuk pindah ke Paris dalam waktu dekat, mungkin akan sering bolak-balik Singapura - Paris.


Satria melihat Banner berukuran sangat besar matanya menatap lama, ya ... banner itu terpasang wajah Yuka dengan senyuman manis membawa topeng ditangannya yang sedang menatap Steve.


Hatinya merasa sakit dan remuk melihat 2 mata saling menatap.


"Dia milikku sampai kapanpun dia milikku, aku tidak akan pernah melepasnya seutuhnya, " ucapnya menutupkan matanya dan cairan bening itu mengalir di pipinya.


Satria tanpa sengaja melihat Steve yang baru keluar dari tempat itu, seketika jiwa iblisnya bergelora, entah apa yang ada di pikirannya dia langsung tancap gas dan...


Ciiiiitttt .... Bruuuggghhh!!!


Tubuh altetis milik Steve tertabrak Lamborghini seri terbatas hanya ada 5 orang memilikinya.


Mobil itu meninggalkan tubuh Steve tergletak di jalanan kota romantis itu, cairan berwarna merah itu mengalir deras dari kepalanya.


"Steeeevvveee ..." teriak Jordy.


Jordy menelphon ambulans selang 5 menit mobil itu datang membawa tubuh Steve dengan balutan gips di lehernya.


Ambulans membelah jalanan kota Paris butuh waktu 3 menit untuk sampai di Rumah Sakit,


IGD jadi saksi bisu Steve ketidak berdayan Steve, tubuhnya yang melemah denyut jantungnya tak beraturan semakin melemah, hingga dokter memutuskan untuk mengunakan alat pacu jantung.


"1, 2, 3 ..."


Jedug!! ... Jedug.


Berulang kali sang Dokter melakukannya, sampai pada satu titik dari rendah naik sedikit demi sedikit dan berbunyi cukup nyaring,


Steve terselamatkan dan membuat team Dokter bernafas lega.


Yuka belum mengetahui keadaan Steve karena Jordy belum memberi tahu, Jordy pulang ke rumah dengan baju penuh darah.


"Sayang baju kamu kenapa banyak darah?? kamu habis ngapain??" tanya Maura.


"Steve ... ahm Steve kecelakaan dia terkapar di tengah jalan, aku gak tahu kejadian itu cepat banget, aku hanya menanggalkannya belum ada semenit," ucap Jordy meneteskan air mata.


"Sabar sayang, kak Yuka sudah kamu kabarin belum??" tanya Maura.


"Aku gak sanggup memberitahu Yuka ... " belum sempat melanjutkan kata-katanya Jordy di kagetkan kedatangan Yuka.


"Gak sanggup apa Jo??" tanya Yuka sambil melebarkan matanya dan mengatupkan kedua bibirnya.

__ADS_1


Jordy dan Maura hanya terdiam tanpa sepatah katapun terucap di bibirnya.


"Ada apa sih??" tanya Yuka heran melihat dua pasang anak manusia itu hanya diam, lalu Yuka melihat noda darah di baju Jordy, "Ada apa Jo?? ngomong sama aku Jo, jangan diam aja," imbuh Yuka.


"Maaf ... maafin aku," mengambil napas dalam lalu mengeluarkan dengan kasar lalu menelan salivanya, "Steve!! " terdiam sejenak, "Steve kecelakaan, ada mobil menabraknya sekarang dia ada di Rumah Sakit," ucapnya.


"Gak mungkin Jo, gak mungkin kamu bercandakan Jo, kamu bohongkan Jo??" Yuka begitu panik seakan tak percaya tubuhnya bergetar kakinya seakan tak bertulang dan ...


Brrruuggghh!!!


Yuka pingsan dan untung saja ada Maura di sampingnya dan menopang tubuhnya, hingga tak sampai terjatuh ke lantai.


Di bopongnya tubuh Yuka oleh Jordy dan di letakkan di sova ruang tamu, tubuh Yuka masih lemah, Maura memberinya minyak kayu putih di hidung dan kepala Yuka namun tetap saja dia tak sadarkan diri.


Beberapa menit kemudian Yuka tersadar, "Aku di mana??" gumamnya.


"Kak ... kakak sudah sadar??" tanya Maura.


"Aku kenapa ada di sini??" tanya Yuka lagi.


"Tadi kakak pingsan agak lama," jawab Maura.


Mencoba mengingat dan sedikit mulai muncul Yuka ingat jika Jordy bilang Steve kecelakaan.


"Jo mana??" tanya Yuka dengan mata agak berair menahan tangisannya.


"Jo mandi, sebentar aku pangilin kak Yuka di sini dulu ya!" ucap Maura.


Maura pergi memanggil Jordy yang sedang memberihkan tubuhnya., "Kak Yuka nyari kamu yang," kata Maura.


"Ya, sebentar aku akan ke sana," balasnya.


Selang beberapa menit Jordy pun menemui Yuka.


"Antar aku kerumah sakit, secepatnya," pinta Yuka.


"Aku titip Luna," ucap Yuka.


"iya, kak." kata Maura.


10 menit kemudian Yuka sampai di Rumah Sakit itu.


Yuka melihat Steve dari balik pintu kaca, dia teringat kejadian beberapa tahun silam, betapa sakit yang ia rasakan berjuang di antara hidup dan mati.


Air matanya menetes di pipinya yang putih, napasnya terasa sesak, melihat cintanya yang tak berdaya.


"Ya Tuhan sembuhkanlah suami hamba, hamba dan anak hamba masih membutuhkanya Tuhan." pinta Yuka pada sang pencipta.


Dokter pun keluar dari ruangan itu, "Boleh saya menemui suami saya??" tanya Yuka sendu.


"Tentu saja nyonya, silahkan tapi jangan terlalu lama," ucap sang Dokter.


Yuka pun masuk, kekamar itu, "Sayang aku tahu kamu pasti meraskan sakit, tapi kamu harus berjuang demi aku dan Luna," ucap Yuka mengis dan meneteskan air matanya ke punggung tangan Steve.


Seketika ada reaksi yang terjadi, tangannya bergerak menandakan kehidupan, Yuka mempencet bell yang ada di tepi ranjang.


Selang beberapa menit dokter dan suster pun datang, "Tangannya bergerak dok, ada reaksi ketika air mata saya jatuh ketangannya," kata Yuka sedikit ada guratan rasa bahagia.


Dokterpun memeriksa secara seksama, "Perkembangan yang bagus, kondisinya mulai stabil," ucap dokter.


"Alhamdulillah!!" ucap Yuka.


Seminggu sudah Steve berada di kamar ICU kondisinya pun mulai membaik luka yang dialaminya mulai sembuh, matanya sedikit demi sedikit membuka.


"Kamu sudah sadar??" tanya Yuka.

__ADS_1


Steve melihat Yuka begitu asing seakan tak mengenalnya, "Kamu siapa??" tanya Steve.


"Aku istri kamu!" jawab Yuka.


"Kamu bercanda?? aku belum pernah menikah," ucap Steve seketika itu membuat Yuka terdiam dan terpaku Air matanya mengalir, lalu ia pergi keluar dan bertanya pada Dokter tentang keadaan suaminya.


"Ada masalah apa pada suami saya dok? " tanya Yuka.


"Ada beberapa masalah di kepala suami anda, ada gumpalan pada otanya mungkin ini yang menjadi penyebabnya," kata dokter.


Menunjukkan foto ronsen yang terpampang jelas, Yuka mencoba tegar dengan apa yang ia alami, benar-benar menguji mentalnya sebagai seorang istri.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa


πŸ‘‰likeπŸ‘


πŸ‘‰ komen πŸ—―


πŸ‘‰ Rate⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️


πŸ‘‰Vote


πŸ‘‰ Jika suka ❀ biar bisa tahu Updatenya.


Wah Satria masih bucin, dan Steve amnesia??


Kira-kira ada yang setuju jika Yuka balikan dengan Satria??


Atau tetap stay dengan Steve walau Steve tidak mengingatnya??


Sambil menunggu cerita ini up baca cerita yang lainya gaes...


*Gibran Ramadhan*


Tower of the Sky


*Azmi1410*


~ My Husband is a Devil


*Suci FA*


~ Takut untuk mencintai


Jo Whylant*


~ Dunia Abimanyu


NSJ* kak Nonik


KISAH PERJALANAN CINTA


*Veyona*


~Berteman dengan takdir


*Erggina putri*


~ My Heart is Only For You


~ Putri Asisten Pribadiku


*Adhy Artha*

__ADS_1


Legenda Sang Monster


Dukung terus Author ya dgn cara like dan vote juga rate πŸ™πŸ™


__ADS_2