
24 mei 2020
Pagi itu terlihat begitu seperti biasa, hari minggu yang cukup ramai.
Marlina dengan samarannya hendak keluar entah kemana tujuannya, polisi berpakaian preman sedang mengawasinya,dari yang menyamar sebagai pedagang sayur,odong-odong sampai tukang kredit panci.
Mereka saling memberi kode ketika Marlina keluar dan melewati mereka.
Kode itu berupa tatapan dan isyarat hanya para polisi yang tau setiap kode dan gerakan yang dilakukan oleh bahasa tubuh mereka.
"Marlina... berhenti!" Teriak Bribda Gariz
Marlina pun berhenti dan melihat siapa yang memanggilnya dia menoleh betapa terkejutnya ia melihat polisi ganteng berpakaian kasual.
"SIAL..." Umpat marlina.
Dia sempat hendak kabur tapi barisan polisi berpakaian preman menghadangnya.
"Nyonya marlina anda ditangkap atas tuduhan pembunuhan berencana dan penganiayaan, sebaiknya anda menyerahkan diri agar hukuman anda diperingan!" Kata Bribda Gariz
"Okay saya menyerah," ucapnya.
Polisipun membawa marlina kemobil yang sudah di siapkan.
Polisi membrondong ratusan pertanyaan dan dijawab dengan tegas oleh marlina, dia melakukan perbuatan itu dengan sadar, itu lha yang dia ucapkan.
Lalu polisi mengurungnya disel tahanan khusus wanita.
"Satria asal kamu tahu walaupun tubuhku dikurung dipenjara,Β tapi tidak hati dan pikiranku, aku merasa menang saat-saat kehancuran hubunganmu dengan Yuka mulai terlihat jelas." Ucap marlina dengan senyum sinisnya.
π£
Yuka masih saja tidak mau bicara dengan satria, dia merasa kecewa dengan ini semua,dia berpikir sangat lama hingga dia dapat menyimpulkan satu hal dia harus mengambil tindakan.
Satria:"Sayang kamu sudah bangun," ucap satria mengagetkan lamunan Yuka.
Yuka tetap diam,tak bergeming sedikitpun,sampai pada menit berikutnya, Yuka mengeluarkan suara
Yuka:"Apakah kamu mencintai Haruka??" tanya Yuka.
Satria diam seribu bahasa dia tidak tahu harus nenjawab apa, disisi lain dia ingin mempertahankan Yuka disisi lainnya dia juga menyimpan rasa pada Haruka.
Yuka:"Please... Jawab aku satria," pinta Yuka.
Satria:"Ma... maafkan aku Yuka, aku tidak bermaksud melukaimu, tapi jujur aku memang ada sedikit rasa dengan Haruka!" Jawab satria dengan jujur,air matanya mulai menetes menyesali perbuatannya.
Yuka:"Andai disuruh memilih siapa yang akan kamu pilih... Aku atau Haruka??"
Satria:"Kamu ngomong apa sih sayang... ya jelas aku pilih kamu bukan haruka,karena isteri aku itu kamu bukan haruka."
Yuka:"Jika dibalik Haruka yang jadi isteri kamu... kamu pilih Haruka atau aku??"
Satria:"Pertanyaan konyol apa ini Yuka,aku tidak mengerti??... apa maksud dan tujuanmu membicarakan hal yang tidak masuk akal!"
Yuka:"Jawab mas... kamu pilih siapa??"
Satria diam tanpa kata-kata dia tidak mau menjadikan keadaan ini semakin rumit.
Yuka:"Seandainya... aku mengijinkan kamu menikah dengan Haruka apa kamu bersedia?? aku lebih baik berbagi cinta denga sahabatku dari pada harus dengan wanita lain seperti Marlina."
πΌπΌπΌπΌπΌ
***Terimakasih pernah jadi yang terindah...
Terimakasih kamu adalah luka terdalamku...
Yang takmampu kulupakan walau dalam jutaan abad..
Terimakasih telah menjadi sesuatu yang indah walau berujung sakit.
Jika sehelai benang tak mampu mengikatmu..
Jika selembar kertas tak mampuΒ menerima ceritamu
__ADS_1
Jika kesunyian tak mampu menenangkanmu
Jika keramaian tak mampu meng hiburmu..
Aku bisa apa ???
Jika melepasmu bisa membuatmu bahagia
Aku akan melepasmu walau sakit yang kurasa.
πππ***π
Cinta yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar pula,
Tidak ada sebuah pengorbanan tanpa hasil yang memuaskan.
"Aku ikhlas jika kau harus menikahi Haruka!" ucap yuka.
Haruka yang mendengar itu dari balik pintu langsung masuk tanpa mengetuk pintu.
"Kamu ngong apa sih,Yuka!" Kata Haruka.
"Kebetulan ada kamu Ruka, Aku mau bertanya sama kamu ... apakah kamu memiliki rasa pada satria?!" tanya Yuka
"Pertanyaan gila macam apa itu Yuka??" tidak mengerti maksud Yuka.
"Sudahlah jawab saja apakah kamu mencintai satria???"
Haruka menganggukan kepalanya, "Maafkan aku yuka,aku tidak bermasud melukai hati dan perasaanmu, semakin aku berusaha menepis rasa itu, semakin pula rasa itu tumbuh... maafkan aku Yuka," ucap haruka.
"Aku tidak akan menghalangi cinta kalian aku siap dimadu dengan kamu,aku ikhlas"Yuka meneteskan air mata.
"Aku gak bisa Yuka ... aku takut kalau aku gak bisa berlaku adil pada isteri-isteriku, dan akan menimbulkan rasa iri pada diri kalian." Tolak Satria.
"Aku yakin kamu bisa adil seiring jalanya waktu." kata Yuka meyakinkan Satria.
βββββ
Satria
Yuka
perempuan membutuhkan air mata untuk melepaskan orang yang dicintainya...
sedangkan laki laki cukup pura pura tegar dan bahagia...
walau hatinya menangis darah....
jika kau membuatku bahagia tidak perlu kau beri aku harta ataupun tahta..
cukup hanya dengan cintamu... aku merasa memiliki apa yang orang lain miliki....
Haruka
ketika cinta yang biasa ...
menjadi cinta yang luar biasa...
bukan karena rasa tapi karena sebuah perjuangan.. perjuangan yang penuh rintangan..
"Baru kali ini aku melihat cinta yang begitu besar,hingga ia rela berbagi cinta dan hati,dengan Wanita lain,seandainya aku jadi dia mungkin aku akan menjadi orang yang egois" batin haruka
πππππππ
"Maafkan aku sat aku terlewat jujur sama Yuka." Ucap Haruka
"Ah gak apa-apa Haruka,jangan dipikirkan toh semuanya sudah terjadi kamu dan aku sudah mengakui perasaan kita masing-masing pada Yuka,dan yuka menerimanya." kata satria.
"Hati Yuka pasti sakit mendengar pengakuan kita." kata Haruka menghentikan langkahnya.
"Yuka sendiri yang bilang kalau dia harus berbagi denganmu dia bersedia."
"Tapikan Sat... Kamu milik yuka bukan milik aku!" ucap haruka.
__ADS_1
"Hei ... nanti kamu juga akan jadi milik aku juga, Yuka bersedia untuk dimadu!."
Haruka mengerenyitkan dahinya.
"Udah deh jangan genit."
"Genit buat kamu gak apa-apa kali beib."
Satria mengantar Haruka pulang sampai didepan rumah Haruka mobil Xenia merah itu terhenti.
"Kamu gak mampir sat??" tanya Haruka
"Apakah kamu mengodaku Haruka??"tanya satria.
"Ihhh dasar mesum siapa juga yang menggoda kamu." Ucap Haruka dengan wajah memerah karena malu.
Satriapun turun dari mobilnya dan memasuki rumah yang lumayan besar dengan disain klasik.
"Sebentar ya... aku ambilkan minum," pamit Haruka
"Kamu dirumah ini sendirian Haruka??" tanya satria sambil memandangi ruang tamu.
"Iya.... aku sendiri, emangnya kenapa???"
"Ah.. tidak apa-apa hanya tanya saja !!!"
Haruka duduk disamping satria.
"Kamu mau menikah sama aku haruka?!"
"kamu bertanya atau ngajak nikah??" tanya haruka
"Bertanya?"
"Kamu tidak romantis satria." ledek Haruka.
"Iccchhh dari tadi kau menggodaku Haruka." Satria mendekati haruka.
Lalu "Cuuup." Kecupan mendarat dibibir haruka
Haruka membelalakan matanya.
"Kenapa kaget seperti itu Haruka bukankah kita sudah pernah melakukannya??hmmm ..." mencoba mengingatkan kejadian waktu itu.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
πlikeπ
π komen π―
π RateβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
πVote
π Jika suka β€ biar bisa tahu Updatenya
Jangan lupa ya selalu dukung Author dengan cara like, dan Vote biar Author semangat Upnya,
Dan terimakasih atas dukungan kalian semua, tanpa kalian gak akan ada artinya karya ini, terimaksih juga komen yang membangun dan membuat semangat Author dan juga gak lupa koment Julid yang suka mengkritik, kalau memang ada kesalahan yang ada di tulisan atau apalah itu silahkan komen, kritik dan saran kalian sangat membatu Author dalam berkarya.
terimakasih sekali lagi buat kalian semua.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisa atau typo jika ada Typo tolongbkasih tau author ya gaes..
Semoga kalian suka dengan cerita hari ini besok mau up lagi tapi jangan lupa like kalau suka .
Semoga suka ya readers dengan cerita ini...
Terimakasih sudah baca dan mampir..
Oh... ya jangan lupa baca novel yang lainnya ...ini aku kasih referensi, novel yang bagus banget
__ADS_1