
Haruka merasa bersalah melihat pertengkaran Yuka dan Satria, Setahu Haruka dalam waktu hampir 12 tahun pernikahan mereka tidak pernah bertengkar sehebat itu.
"Atau mungkin Yuka ada pria lain?? ah itu gak mungkin." Pikir Haruka.
Siang itu Satria pulang dengan wajah penuh emosi, Haruka yang melihatnya memberanikan diri untuk bertanya,
"Sat ... ada apa kamu kok seperti itu??" tanya Haruka dengan hati-hati.
"Pria sialan itu mengancamku, diakan membalasku dengan menyakiti hatiku!" ucap Satria dengan nada emosi.
"Siapa??," tanya Haruka.
"Steve boss yuka," balasnya.
"Apa yang kamu lakukan hingga membuatnya bicara seperti itu?!" tanya Haruka lebih dalam
"Aku menonjoknya hingga bibirnya berdarah,"
"Kamu gila Sat, jika dia melaporkan kamu kepolisi bagaimana dengan aku dan anak kita jika kamu dipenjara??" Haruka sedikit Khawatir.
"Gak mungkin dia seberani itu." kata satria coba menenangkan Haruka.
πππππππ
PT Fajar
Steve yang kembali kekantor dengan keadaan babak belur dan luka dibibirnya membuat Yuka bertanya,
"Pak anda tidak apa-apa??" tanya Yuka.
"Saya tidak apa-apa yuka hanya sedikit nyeri," jawab Steve.
"Sebentar saya ambilkan obat dan saya kompres luka bapak agar mendingan." Kata Yuka lalu ia pergi kepantry mengambil es batu dan handuk juga obat nyeri untuk menobati Steve.
"Aaaawwwwhhh," teriak Steve.
"Maaf.... Apa saya terlalu kencang menekannya??" tanya Yuka.
"Tidak... cuma sedikit perih saja! ." Jawab Steve.
Ketika Yuka hendak pergi tangan Steve menariknya.
"Tunggu... Yuka apakah kamu terlalu mencintai Satria hingga kamu dibutakan oleh cintanya??" tanya Steve.
Yuka hanya diam tanpa menjawab air matanya menetes tanpa permisi membasahi pipinya dan dagunya, Steve yang mengetahui itu berdiri dan menyeka air matanya dan memeluk Yuka.
"Kamu tahu kenapa saya seperti ini??" tanya Steve.
"Engak!." mengelengkan kepala
"Ini adalah perbuatan suami kamu, dia memintaku untuk menjauhimu," kata Steve memberitahu hal sebenarnya.
"Apaa??? engak mungkin Satria sekasar itu," ucap yuka tak percaya.
"Saya gak bohong Yuka jika kamu tidak percaya tanyakan pada Suamimu," titah Steve untuk menanyakan kejadian itu.
Yuka yang tidak percaya langsung ijin pulang dan meninggalkan kantornya.
Setibanya Yuka dirumah ada Satria yang sedang berdiri diteras Rumah.
"Masih ingat pulang kamu??" ucap Satria menghadang jalan Yuka.
"Mau kamu apa?? menghajar bossku??" tanya Yuka.
"Ohh... dia laporan kekamu??" dengan senyum sinis yang menggantung.
"Aku gak nyangka Satria yang aku kenal sudah berubah," ucap Yuka menyembikkan bibirnya.
"Kamu.... Bilang aku yang berubah??? Bagaimana dengan kamu sendiri???" tanya Satria.
Yuka menatap Satria begitu dalam, namun tak menemukan sorot mata yang penuh cinta dimata Satria untuk Yuka.
"Permisi aku mau masuk kata Yuka!" Menyerobot tubuh satria.
"Kamu masih ingat pulang dan masuk kerumah tapi kata-kata dan perintahku tidak kamu indahkan, ini rumah saya ...." Kata Satria tapi langsung disrobot dengan kata-kata Yuka yang tidak kalah pedas dan menyakitkan hati Satria.
"Ya ... Saya tahu ini rumah kamu, hasil kerja keras kamu, saya kesini hanya mengambil barang-barang saya dan pergi dari sini.... PUAAAS kamu!" Kata Yuka.
Yuka lalu pergi menuju kamarnya dan mengambil barang-barangnya baju,make up, sepatu.
"Yuka kamu serius mau pergi?!" tanya Haruk
__ADS_1
"Iya .... Aku lebih baik pergi dari sini dan kamu Haruka jaga Satria baik-baik!" pinta yuka.
Yuka membawa tas koper besar menuruni anak tangga, terlihat Satria berdiri diruang tv.
"Oooowwwhhh.... Jadi kamu lebih memilih pergi dari rumah ini ketimbang membicarakan baik-baik masalah kita??" tanya satria.
Yuka menatap satria, "Bukannya kamu tadi yang mengusirku secara halus?? atau kamu lupa??" tanya Yuka.
"Oke ... kalau itu mau kamu silahkan pergi dari sini." Ucap Satria yanpa menatap wajah Yuka.
"Baik .... Aku mau kita pisah!" kata Yuka,lau pergi berlalu dengan cepat.
Haruka menatap kepergian sahabatnya,terlihat gurat kesedihan dan kekecewaan diwajahnya, lalu melihat Satria.
Satria terlihat begitu menyesal atas perkataan yang ia katakan,dia begitu frustasi, tapi ada Haruka yang selalu menenangkannya.
"Yakinlha bahwa dia akan kembali,dia begitu mencintaimu Sat." Ucap Haruka.
Kepergian Yuka diiringi tangis dan air mata, serta sebuah lagu milik Tata janeta yang diciptakan maia estianti.
*******Kau dulu pernah bilang
Aku ratu di hatimu, sayang
Dan aku ratu di istanamu
Dan dulu pernah kau pun bilang
Takkan pernah tinggalkanku sumpah
Mungkin kau lupa
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Ternyata
Kau lupa aku ratumu
Telah kurelakan kau bersamanya
Kubiarkan dia merebut semuanya
Oh, ingatkah dulu kau bilang
Takkan pernah tinggalkanku sumpah
Mungkin kau lupa
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Sekarang
Kau lupa aku ratumu
Telah kuberi semua cintaku
Hidup dan matiku
Tapi tak pernah cukup
Dan 'ku pernah jadi yang tersayang
'Ku pernah jadi yang paling kau cinta
Mungkin kau lupa
__ADS_1
Dan di saat sang penggoda datang
Kau biarkan dia hancurkan istanaku
Sekarang
Kau lupa aku ratumu
Kau lupa aku ratumu*******
Yuka binggung mau tinggal dimana dia tidak punya sanak saudara dikota ini akhirnya dia putuskan untuk kerumah Steve.
"Tok... Tok..." Suara pintu diketuk.
"Maaf cari siapa ya??" tanya seorang asisten rumah tangga(ART) bernama Siti.
"Saya yuka, mau bertemu pak Steve ada?!" tanya Yuka.
"Oh kalau gitu silahkan masuk nona!." kata Siti mempersilahkan Yuka masuk.
Siti lalu memberitahu Steve bahwa ada Yuka dibawah menunggunya.
Steve yang kaget melihat Yuka membawa tas koper besar pun bertanya,
"Yuka kamu diusir Suamimu??"
"Gak aku yang kabur setelah bertengkar hebat dengannya, dan aku gak punya tempat tinggal, boleh aku numpang dirumah kamu??" tanya Yuka.
"Tentu saja boleh, saya tidak berkebertan!" Ucap Steve.
Yuka pun tinggal dirumah Steve atas persetujuan yang punya rumah.
Satria semakin tidak karuan dengan perasaannya hinga mengacuhkan Haruka.
Haruka diusia kandungannya yang cukup bulan sering mengalami kontraksi palsu,dan itu berjalan beberapa hari, selang beberapa hari kontraksi itu muncul lagi dan ini lebih parah malah hampir setiap menitnya,otot diperutnya menegang begitu sakit yang dia rasakan, hingga ia tak kuasa menahan sakitnya.
"Aaawwwhh.... sakiiit!$ desahnya.
"Saaaat.... satriaaaaaa...." Teriaknya.
Satria yang mendengar terikan Haruka dia langsung menghampirinya.
"Ada apa denganmu??" tanya satria.
"Aduuuhh sakit ... aku gak kuat sat sakiiiittt!" Haruka mengerang kesakitan air ketubah itu sudah pecah dan membasahi lantai disertai darah yang mengalir dari panhkal pahanya,Satria membopingnya dan mengantar Haruka kerumah sakit terdekat.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Di tempat lain Yuka dan Steve bersama team melakukan perjalan bisnis selama dua bulan kedepan.
Perjlanan bisnis ke benua Australia,
mereka tidak hanya shooting iklan tapi juga mengembangkan bisnisnya di negri kangooro ini.
Yuka semenjak debut pertama diiklan perdananya membuat para produser brand ternama ingin mengontraknya sebagai model iklan atau produk yang mereka punya, Yuka kini jadi model dan Brand Ambassador terkenal bahkan
brand Ambassador sekelas VL memakainya dan memberi kartu mamber khusus VVIP.
Kedekatannya dengan Steve mengubah jalan hidupnya kini dia mendapat bayaran sekali pemotretan dan menjadi bintang iklan sebesar 2jt dolar amerika.
Yuka kini dapat tinggal di apartemen mewah dan mobil supermewah hanya dalam waktu 2 bulan dia memiliki segalanya.
ππππππ
Ihhhh woow ... kabur deh yuka ...
ada yang seneng dong pastinya...
***Terimakasih buat yang setia sama cerita ini...
kalau kalian suka jangan lupa :
π like
π rate
πvote dan
πcomen
Biar author semangat....
__ADS_1
Trimakasih readersku tercinta tetep dukung yaaa...βΊβΊβΊ***