
Mr. Mike menemui Steve di kantornya.
"Désolé, monsieur, quelqu'un veut rencontrer au nom de M. Mike êtes-vous prêt à rencontrer ??
(Maaf tuan ada yang ingin bertemu atas nama Mr. Mike apakah anda bersedia bertemu??)" tanya Reina sekretaris Steve
"Bon, dis-lui d'entrer !!
(Baik suruh dia masuk!!)" titah Steve.
" Mr. Mike silahkan anda di persilahkan masuk oleh tuan Steve,
(Mr. Mike anda di persilahkan masuk oleh tuan Steve,)" ucap Reina.
"Merci
(terimakasih,)" ucap Mike.
"Mike apa kabar??" tanya Steve.
"Baik, kalau kamu??" Mike bertanya kembali pada Steve.
"Ya, saya juga baik-baik saja," balas Steve dengan senyuman.
"Maafkan saya Steve, saya gak bisa menjaga anak kamu," sesal Mike.
__ADS_1
"Gak apa-apa namanya juga mungkin mereka ada salah faham atau apa namanya juga anak-anak," ucap Steve.
"Tapi ini sudah termasuk pidana, tapi dengar-dengar salah satu dari mereka anak donatur terbesar di Yayasan, tapi aku gak peduli, kalau sudah menyangkut bullying sudah tidak bisa di toleransi dan lebih parahnya lagi yang jadi korban adalah Luna keturunan dari Dewa penolong saya, dan juga anak sahabat saya yang sudah saya anggap saudra," kata Mike dengan tegas.
"Sudah lah Mike jangan di perpanjang apa lagi itu salah satu donatur sekolah kami apa kamu tidak takut akan kehilangan salah satu donatur??" tanya Steve.
"Gak sama sekali, hidup itu bukan hanya uang yang ada di pikiran kita tapi rasa menghargai dan menghormati itulah yang lebih penting," ucap Mike, "Oh ... ya bagaimana keadaan Luna sekarang apakah dia baik-baik saja??" imbuhnya.
"Luna hari ini sudah di perbolehkan pulang!" balas Steve.
"Saya janji akan mengawasinya bahkan akan menyuruh seseorang untuk menjaganya," kata Mike.
🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑🎑
"Seneng deh!! sudah boleh pulang," cuit Luna.
"Luuunnnaaaa!!!" sapa Lucio.
"Kamu??" Luna kaget melihat kedatangan Lucio.
"Iya aku lha siapa lagi?? aku janji akan selalu bersamamu dan menjagamu," Lucio mencubit pipi Luna, seketika membuat Luna tersipu malu bercampur senang, pada dasarnya sebenarnya Luna ada sedikit rasa pada Lucio tapi Luna tidak ingin merusak persahabatannya yang sedari kecil.
Pov Luna
Aku bahagia ketika dia datang menjengukku rasa ini semakin hari semakin berkembang, laksana bunga yang disirami dengan air dan di beri pupuk, tapi aku sadar ini tidak mungkin, aku takut akan merusak hubungan ini, aku menyayanginya lebih dari sekedar sahabat dan saudara, salahkah aku jika aku tak bisa berpaling darinya???
__ADS_1
hari ini dia mengejutkanku dengan kedatanganya dengan tiba-tiba,
"Luuunnnaaaa!!!" sapa Lucio.
"Kamu??" Luna kaget melihat kedatangan Lucio.
"Iya aku lha siapa lagi?? aku janji akan selalu bersamamu dan menjagamu," dia mencubitku dengan gemas membuatku tersipu malu.
Pov Luna end
Merekapun pulang bersama, Lucio tidak ingin melepaskan Luna dia terus mengandengnya, dan merasa bersalah karena mengabaikan sahabatnya itu.
"Terimakasih ya!!" seru Luna.
"Buat apa??" Lucio pura-pura tidak mengerti.
"Sudah jemput aku dari Rumah Sakit sampai nganterin ke kamar bawaain baju kotor aku" ucap Luna sambil nyengir.
"Kitakan sahabatan dari kecil jadi wajar jika aku perhatian," celoteh Lucio.
"Kamu gak takut jomblo seumur hidup demi jagain aku??" tanya Luna.
Lucio tertawa lebar "hahaha ... gak lha kalaupun gak ada yang mau sama aku kan ada kamu!!" cletuk Lucio.
"Apaaa?? ... gak akan! " ledek Luna.
__ADS_1
"Gak akan nolak??" seloroh Lucio yang membuat wajah Luna berubah menjadi merona.