ISTRI YANG MENJADI MADU

ISTRI YANG MENJADI MADU
Episode 79 IYMD S2_17


__ADS_3

Hari yang di nanti pun tiba hari dimana Lounching


produk dari Zolly Jewelry, Winda Wu sudah menyiapkannya dengan matang


disebuah Ballroom Hotel.


Dengan memakai  model internasional Winda wu rela mengeluarkan banyak budget yang  fantastis.


“Terimakasih buat kalian yang sudah hadir di pembukaan


Zolly Jewelry,” ucap Winda wu dalam pembukaan acara tersebut lalu


memerintahkan Zolly untuk  memotong pita


sebagai tanda peresmian.


“Baby ayo potong pitanya!” titah Winda wu.


“Oke mam!” balas Zolly.


Para Model berlenggak lenggok memamerkan produk tersebut


dengan indahnya.


“Wah perhiasannya bagus sekali ya!” ucap mereka


terkagum.


Dengan beberapa Visual yang ditampilkan


bergantian  terlihat bentuknya yang


begitu indah dan mempesona semua mata.


Visual yang ditampilkan sangat  detail dari  lekukan dan bentuknya juga keterangan berapa jumlah berlian yang ada di


sana, dan pucak terakhir adalah penutup dengan menampilkan batu berlian tertua


dan termahal sebagai produk nomer satunya.


Tanpa mereka sadari ada segerombolan perampok yang


sudah mengincar produk tersebut berhari-hari  mereka menyamar sebagai keamanan Hotel tersebut.


DOOORRR …


(Tembakan melesat ke arah Winda wu)


“MOOOOMMMMMYYYYY!!” teriak Zolly.


 Melihat Winda


wu bersimbah darah Zolly menangis  dan


Satria langsung menghampiri dan menghubungi Ambulance.


Perampok itu terus-terusan mengeluarkan tembakan demi


tembakan semua orang berteriak histeris.

__ADS_1


“AAAAAAAAHHHH!!!!” teriak mereka.


Mereka berhasil menggasak semua perhiasan yang ada di


pameran dan membawa kabur dengan motor, mereka berkejar-kejaran dengan


polisi  dijalanan.


***


Steve menuju rumahnya setelah beberapa hari pergi ke


luar kota, dengan kecepatan sedang dan telepon sama Yuka.


“Sayang  aku


kangen sama kamu!” ucap Steve dari ujung Selularnya.


“Sama aku juga kangen sama,” balas Yuka.


Mereka terus bercanda karena rasa rindu yang tidak


bisa di bendung lagi, Steve membelikan hadiah buat Yuka dan Luna juga sepatu


buat Davi.


Tanpa Steve sadari ada gerombolan geng motor


kebut-kebutan dan polisi berada dibelakangnya.


Motor tersebut melawan arus dan salah satu diantaranya


menabrak mobil Steve hingga Steve terpaksa banting setir ke kiri dan membuat


dan mobil itupun ter bakar.


“Hallo sayang … kamu gak papakan??” Yuka begitu panik


ketika mendengar benturan mobil berkali-kali dan suara ledakan.


“Ada apa Ma?” tanya Luna.


“Tadi mama telepon sama papa terus mama dengar ada


suara benturan dan ledakan, mama takut ada apa-apa sama papa!” ucap Yuka panik.


Polisi, Pemadam kebakaran dan Ambulance sudah ada di


TKP dimana Steve mengalami kecelakaan, mobilnya benar-benar hangus terbakar,


setelah Pemadam kebakaran memadamkan Api tersebut mereka memeriksa apakah ada


korban di dalamnya.


“Kalian liat apakah ada korban?!” perintah polisi.


“Ada pak! Satu laki-laki dalam keadaan terbakar,”


balas perawat.

__ADS_1


Police Line sudah di bentangkan sebagai tanda


penyelidikan.


“Cepat kalian hubungi keluarganya!” ucap Polisi.


Dan anak buahnya mencari tahu tentang data tersebut


setelah berada di rumah sakit tersebut.


‘Steve Fajero’ nama yang tertulis di salah satu ID


cart tersebut dan mereka sudah mendapatkan alamat Steve, lalu mereka menuju


tempat tersebut.


Tok … Tok … Tok


(Bunyi ketukan Pintu)


“Dengan istri tuan Steve Fajero??’ tanya Polisi


tersebut.


“Ya benar! Ada apa ya??” balas Yuka.


“Kami mau menginformasikan suami anda telah meninggal


dalam kecelakaan beberapa jam lalu,” kata Polisi tersebut.


“Apaa?? Gak mungkin ini gak mungkin terjadi!” Yuka


tidak percaya dan merasakan lemas di kedua kakinya air mata mengalir deras


seakan tak percaya apa yang terjadi , orang yang dia cintai pergi


meninggalkannya dengan cepat tanpa pesan sepatah katapun.


“Ada apa ma?” tanya Luna.


“Papa kecelakaan dan meninggal Sayang!” ucap Yuka.


“Apa Ma?” Luna  gak percaya dengan apa yang di katakan oleh mamanya.


“Bagaimana Apakah anda sudah siap melihat jasadnya??”


tanya Polisi.


“Ya, Pak kami siap!” ucap Yuka.


Mereka menuju rumah sakit tersebut dan langsung menuju


kamar Jenasah dilihatnya baju  dan


aksesoris yang sering di pakai Steve, terdapat cincin pernikahan mereka juga


jam mahal yang melekat di tangannya.


“Ya … benar ini suami saya,” ucap Yuka.

__ADS_1


”PAPAAA!!” teriak Luna.


“Aku gak percaya kamu pergi secepat ini,” batin yuka.


__ADS_2