
Hari yang di nanti pun tiba hari dimana Lounching
produk dari Zolly Jewelry, Winda Wu sudah menyiapkannya dengan matang
disebuah Ballroom Hotel.
Dengan memakai model internasional Winda wu rela mengeluarkan banyak budget yang fantastis.
“Terimakasih buat kalian yang sudah hadir di pembukaan
Zolly Jewelry,” ucap Winda wu dalam pembukaan acara tersebut lalu
memerintahkan Zolly untuk memotong pita
sebagai tanda peresmian.
“Baby ayo potong pitanya!” titah Winda wu.
“Oke mam!” balas Zolly.
Para Model berlenggak lenggok memamerkan produk tersebut
dengan indahnya.
“Wah perhiasannya bagus sekali ya!” ucap mereka
terkagum.
Dengan beberapa Visual yang ditampilkan
bergantian terlihat bentuknya yang
begitu indah dan mempesona semua mata.
Visual yang ditampilkan sangat detail dari lekukan dan bentuknya juga keterangan berapa jumlah berlian yang ada di
sana, dan pucak terakhir adalah penutup dengan menampilkan batu berlian tertua
dan termahal sebagai produk nomer satunya.
Tanpa mereka sadari ada segerombolan perampok yang
sudah mengincar produk tersebut berhari-hari mereka menyamar sebagai keamanan Hotel tersebut.
DOOORRR …
(Tembakan melesat ke arah Winda wu)
“MOOOOMMMMMYYYYY!!” teriak Zolly.
Melihat Winda
wu bersimbah darah Zolly menangis dan
Satria langsung menghampiri dan menghubungi Ambulance.
Perampok itu terus-terusan mengeluarkan tembakan demi
tembakan semua orang berteriak histeris.
__ADS_1
“AAAAAAAAHHHH!!!!” teriak mereka.
Mereka berhasil menggasak semua perhiasan yang ada di
pameran dan membawa kabur dengan motor, mereka berkejar-kejaran dengan
polisi dijalanan.
***
Steve menuju rumahnya setelah beberapa hari pergi ke
luar kota, dengan kecepatan sedang dan telepon sama Yuka.
“Sayang aku
kangen sama kamu!” ucap Steve dari ujung Selularnya.
“Sama aku juga kangen sama,” balas Yuka.
Mereka terus bercanda karena rasa rindu yang tidak
bisa di bendung lagi, Steve membelikan hadiah buat Yuka dan Luna juga sepatu
buat Davi.
Tanpa Steve sadari ada gerombolan geng motor
kebut-kebutan dan polisi berada dibelakangnya.
Motor tersebut melawan arus dan salah satu diantaranya
menabrak mobil Steve hingga Steve terpaksa banting setir ke kiri dan membuat
dan mobil itupun ter bakar.
“Hallo sayang … kamu gak papakan??” Yuka begitu panik
ketika mendengar benturan mobil berkali-kali dan suara ledakan.
“Ada apa Ma?” tanya Luna.
“Tadi mama telepon sama papa terus mama dengar ada
suara benturan dan ledakan, mama takut ada apa-apa sama papa!” ucap Yuka panik.
Polisi, Pemadam kebakaran dan Ambulance sudah ada di
TKP dimana Steve mengalami kecelakaan, mobilnya benar-benar hangus terbakar,
setelah Pemadam kebakaran memadamkan Api tersebut mereka memeriksa apakah ada
korban di dalamnya.
“Kalian liat apakah ada korban?!” perintah polisi.
“Ada pak! Satu laki-laki dalam keadaan terbakar,”
balas perawat.
__ADS_1
Police Line sudah di bentangkan sebagai tanda
penyelidikan.
“Cepat kalian hubungi keluarganya!” ucap Polisi.
Dan anak buahnya mencari tahu tentang data tersebut
setelah berada di rumah sakit tersebut.
‘Steve Fajero’ nama yang tertulis di salah satu ID
cart tersebut dan mereka sudah mendapatkan alamat Steve, lalu mereka menuju
tempat tersebut.
Tok … Tok … Tok
(Bunyi ketukan Pintu)
“Dengan istri tuan Steve Fajero??’ tanya Polisi
tersebut.
“Ya benar! Ada apa ya??” balas Yuka.
“Kami mau menginformasikan suami anda telah meninggal
dalam kecelakaan beberapa jam lalu,” kata Polisi tersebut.
“Apaa?? Gak mungkin ini gak mungkin terjadi!” Yuka
tidak percaya dan merasakan lemas di kedua kakinya air mata mengalir deras
seakan tak percaya apa yang terjadi , orang yang dia cintai pergi
meninggalkannya dengan cepat tanpa pesan sepatah katapun.
“Ada apa ma?” tanya Luna.
“Papa kecelakaan dan meninggal Sayang!” ucap Yuka.
“Apa Ma?” Luna gak percaya dengan apa yang di katakan oleh mamanya.
“Bagaimana Apakah anda sudah siap melihat jasadnya??”
tanya Polisi.
“Ya, Pak kami siap!” ucap Yuka.
Mereka menuju rumah sakit tersebut dan langsung menuju
kamar Jenasah dilihatnya baju dan
aksesoris yang sering di pakai Steve, terdapat cincin pernikahan mereka juga
jam mahal yang melekat di tangannya.
“Ya … benar ini suami saya,” ucap Yuka.
__ADS_1
”PAPAAA!!” teriak Luna.
“Aku gak percaya kamu pergi secepat ini,” batin yuka.