
Sepulang sekolah Lucio sangat murung karena
kejadian tadi dia sangat cemburu.
“Kamu kenapa sih diam aja?” tanya Luna.
“Gak apa-apa Cuma males ngomong aja!” celetuk Lucio.
Mereka pun pulang dengan motor sport milik Lucio membelah kota Paris.
Setibanya di rumah Luna langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya, sambil berpikir ada apa dengan Lucio?
***
Berbeda dengan Luna di tempat yang lain ada Gio yang masih terbayang kejadian di aula basket, wajah Luna masih jelas menari-nari di kelopak matanya.
“Masa sih aku jatuh cinta??” gumam Gio.
Gio yang selalu sendiri di rumah tanpa teman yang menemani membuat hidupnya sunyi,
semua makanan tersedia di meja makan, namun tidak ada teman buat berbagi
cerita.
“Tumben kamu di sini Gio?” tanya Zolly yang tiba-tiba muncul dari arah depan.
“Laper lah kak masa ngak boleh makan??” balas Gio.
“Semua pada kemana kok sepi??” Zolly mencari-cari penghuni rumah yang kebanyakan pekerja rumahnya.
“Ya, istirahat lah masa orang suruh kerja mulu sih kak!” jawab Gio.
“Besok anterin aku pemotretan dong Gi!” pinta
Zolly.
__ADS_1
“Dimana??” tanya Gio.
“Di Studio biasanya, aku suka males sama photo graphernya genit!” celetuk Zolly.
“Selamat ya! Kemarin terpilih jadi model majalah Metro up!” Gio memberi selamat pada Zolly.
“Iya ... terimakasih adikku!” balas Zolly.
“Bukanya masuk Metro Up itu susah ya?? Angeline aja Model kelas internasional susah
masuk situ??” Gio bingung kenapa Zolly sangat mudah masuk majalah tersebut.
“Siapa dulu dong Zolly!” bangganya, “Di sana itu gak sembarangan orang masuk harus
punya Skill tinggi dan juga kecerdasan, kalau untuk pamer tubuh saja kucing
jalanan juga bisa kali jadi model, di sana tidak terima model-model
seperti Angela yang peliharaan om-om tajir, mereka itu pilih yang punya attitude,”
Zolly semakin menanjak di karirnya akhir-akhir ini, membuat Winda Wu sangat bangga
dengan Kesuksesan Zolly.
“Bulan depan mama mau Launching Jewelery terbaru dengan merk dagang nama aku dong
pastinya!” lagi-lagi Zolly menyombongkan dirinya walau sebatas bercanda.
“Emang cuma kakak aja minggu depan papa juga mau Louncing parfum terbaru juga dengan
merk dagang aku juga Belagio pafum khusus cowok,”balas Gio.
“Jadi ceritanya kita saingan??” tanya Zolly.
“Siapa takut! Ingat ya … yang kalah harus mau
__ADS_1
di suruh selama seminggu , deal??” tantang Gio
“Okey deal, awas kalau ingkar, aku jitak kamu,” balas Zolly.
Tak berapa lamaWinda Wu dan Satria pulang ke
rumah dengan hati gembira melihat
anak_anaknya berkumpul dengan bahagia.
“Kalian ngomongin apa sih kok kelihatannya bahagia banget!” Winda Wu bertanya pada
kedua anaknya tersebut.
“Kita lagi taruhan siapa yang kalah produknya di
pasaran harus mau disuruh-suruh,” Zolly menerangkan pada Winda dan Satria.
“Ayo ... mama sama papa dukung siapa?” tanya Gio
“Mama dukung produk mama dong!” balas Winda.
“Papa juga dukung produk sendiri,” sahut Satria.
“Ceritanya Narsis ya!” celetuk Zolly.
“Biarin yang penting punya pendukung WEEEKK!!” Gio menjulurkan lidahnya pada Zolly.
Mereka yang jarang berkumpul hari itu menikmati rasa kebersamaan yang jarang mereka
dapatkan, terasa bahagia kini menyelimuti keluarga kecil Winda dan Satria,
karena melihat kedua anaknya yang saling akur walau mereka adalah saudara tiri
tapi tidak mengurangi rasa bahagia itu sendiri.
__ADS_1
"Semoga keluargaku tetap utuh seperti ini!" batin Winda Wu