ISTRI YANG MENJADI MADU

ISTRI YANG MENJADI MADU
#IYMM S2_16 JADI AMBASADOR ORTU


__ADS_3

Sepulang sekolah Lucio sangat murung  karena


kejadian tadi dia sangat cemburu.


“Kamu kenapa sih diam aja?” tanya Luna.


“Gak apa-apa Cuma males ngomong aja!” celetuk Lucio.


Mereka pun pulang dengan motor sport milik Lucio membelah kota Paris.


Setibanya di rumah Luna langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan dirinya,  sambil berpikir ada apa dengan Lucio?


***


Berbeda dengan Luna di tempat yang lain ada Gio yang masih terbayang kejadian  di aula basket, wajah Luna masih jelas menari-nari di kelopak matanya.


“Masa sih aku jatuh cinta??” gumam Gio.


Gio yang selalu sendiri di rumah tanpa teman yang menemani membuat hidupnya sunyi,


semua makanan tersedia di meja makan, namun tidak ada teman buat berbagi


cerita.


“Tumben kamu di sini Gio?” tanya Zolly yang tiba-tiba muncul dari arah depan.


“Laper lah kak masa ngak boleh makan??” balas Gio.


“Semua pada kemana kok sepi??” Zolly  mencari-cari penghuni rumah  yang kebanyakan pekerja rumahnya.


“Ya, istirahat lah masa orang suruh kerja mulu sih kak!” jawab Gio.


“Besok anterin aku pemotretan dong  Gi!” pinta


Zolly.

__ADS_1


“Dimana??” tanya Gio.


“Di Studio biasanya, aku suka males sama photo graphernya genit!” celetuk Zolly.


“Selamat ya! Kemarin terpilih jadi model majalah Metro up!” Gio memberi selamat pada Zolly.


“Iya ... terimakasih adikku!” balas Zolly.


“Bukanya masuk Metro Up itu susah ya?? Angeline aja Model kelas internasional susah


masuk situ??” Gio bingung kenapa Zolly sangat mudah masuk majalah tersebut.


“Siapa dulu dong Zolly!” bangganya, “Di sana itu gak sembarangan orang masuk harus


punya Skill tinggi dan juga kecerdasan, kalau untuk pamer tubuh saja kucing


jalanan juga bisa kali jadi model, di sana tidak terima model-model


seperti Angela yang peliharaan om-om tajir, mereka itu pilih yang punya attitude,”


Zolly semakin menanjak di karirnya akhir-akhir ini, membuat Winda Wu sangat bangga


dengan Kesuksesan Zolly.


“Bulan depan mama mau Launching Jewelery terbaru dengan merk dagang nama aku dong


pastinya!” lagi-lagi Zolly menyombongkan dirinya walau sebatas bercanda.


“Emang cuma kakak aja minggu depan papa juga mau Louncing parfum terbaru juga dengan


merk dagang aku juga Belagio pafum khusus cowok,”balas Gio.


“Jadi ceritanya kita saingan??” tanya Zolly.


“Siapa takut! Ingat ya  … yang kalah harus mau

__ADS_1


di suruh selama seminggu , deal??” tantang Gio


“Okey deal, awas kalau ingkar, aku jitak kamu,” balas Zolly.


Tak berapa lamaWinda Wu dan Satria  pulang ke


rumah  dengan hati gembira melihat


anak_anaknya berkumpul dengan bahagia.


“Kalian ngomongin apa sih kok kelihatannya bahagia banget!” Winda Wu bertanya pada


kedua anaknya tersebut.


“Kita  lagi taruhan siapa yang kalah produknya di


pasaran harus mau disuruh-suruh,” Zolly menerangkan pada Winda dan Satria.


“Ayo ... mama sama papa dukung siapa?” tanya Gio


“Mama dukung produk mama dong!” balas Winda.


“Papa juga dukung produk sendiri,” sahut Satria.


“Ceritanya Narsis ya!” celetuk Zolly.


“Biarin yang penting punya pendukung WEEEKK!!” Gio menjulurkan lidahnya pada Zolly.


Mereka yang jarang berkumpul hari itu menikmati rasa kebersamaan yang jarang mereka


dapatkan, terasa bahagia kini menyelimuti keluarga kecil Winda dan Satria,


karena melihat kedua anaknya yang saling akur walau mereka adalah saudara tiri


tapi tidak mengurangi rasa bahagia itu sendiri.

__ADS_1


"Semoga keluargaku tetap utuh seperti ini!" batin Winda Wu


__ADS_2