
Steve gelisa dia terus memandangi pemandangan yang ada di luar gedung tinggi tersebut, terlihat barisan mobil di jalanan dan beberapa bangunan yang direnovasi.
"Tok ... tok !!"
Suara ketukan pintu yang terus berulang.
"Masuk! " ucapnya mempersilahkan.
"Hai, Bro ... kenapa kau terlihat murung??!" tanya Jordy.
"Aduuuhh ... Aku ada masalah ini Bro." kata Steve.
"Masalah apa?? bukannya kamu sedang berbahagia saat ini?!" celetuk Jordy.
"Mending kita ke caffe aja yuk!" ajak Steve, "mau ngomong disini takut ada yang denger terus berpikiran macem-macem dan jadi bahan gosip!" imbuhnya.
Merekapun pergi ke caffe B untuk membicarakan masalah itu.
Steve
Jordy
"Masalah apa sih, Bro sampek you panik banget gini?!" Jordy menanyakan masalah yang di alami anak buah sekaligus sahabatnya itu.
"Kamu ingat gak? ... pas pak Bram ngajak ketemuan aku di hotel??" kata Steve.
"Iya... emang ada apa?" tanya Jordy.
"Gini! huuuuffft." Steve mencoba menetralkan perasaanya dengan menghembuskan nafasnya.
"Pak Bram nyuruh aku nikahin anaknya ... gila gak tuh!!" kata Steve menberitahukan kejadian waktu itu.
"Waduh!!" celetuk Jordy, " Terus kamu bilang apa??" lanjut Jordy mencari tahu jawaban apa yang diberi Steve.
"Ya, aku bilang maaf aku gak bisa, karena suatu alasan yang kita semua tahu tentang masa lalu aku dan Yuka, al hasil orangnya paham!" kata Steve lalu berhenti sejenak, dan Jordy masih menyimak mimik muka Steve.
"Pak Bram sampai berlutut dihadapan aku minta tolong, aku gak tega lihatnya, tapi disisi lain aku gak mau mengecewakan Yuka yang tengah hamil anak kita." lanjut Steve.
"Terus rencana kedepannya gimana?? masak iya kita gak bisa bantu?, kan sayang pak Bram itu investor besar kita lho Bro!" mencoba mengingatkan Steve agar perusahaan mereka tak gulung tikar karena investor kakapnya melayang.
" Bagai mana kalau kamu aja jo!!" selorohnya, Jordy langsung berubah mimik wajahnya jadi dari yang kalem jadi manyun.
"Jadi maksud kamu ... secara tidak langsung menumbalkan saya?!" ucap Jordy kesal.
"Ya itupun kalau kamu mau, btw anak Pak Bram cantik lho, aku sudah follow ignya, namanya Maura Putri Bramantyo." Ucap Steve.
Al hasil Jordy melihat Instagram milik Maura,
Maura yang cantik membuat Jordy terpukau dengan keagunanya, "Sungguh karya tuhan yang luar biasa indahnya!" celetuknya.
πΈ MAURA PUTRI BRAMANTYO πΈ
Gadis berusia 19 tahun cantik, pintar dan mempunyai senyum manis, itulah gambaran Maura.
__ADS_1
Maura
"Tapi aku, gak habis pikir kenapa dia bisa hamil?? apakah karena pergaulan bebas atau sengaja di jebak?" kata Steve coba berpikir jernih.
"Dari wajahnya Maura, dia terlihat bukan seperti anak yang nakal atau suka dengan pergaulan bebas, wajahnya begitu polos!!" ucap jordy seakan merasa kasihan dibuatnya.
"Kata pak Bram sebatas bayi yang dikandung anaknya lahir, sesudah itu bebas, kalau kamu mau ceraikan dia gak masalah, toh itu sudah perjanjiannya dari awal, ayo lha kita bantu pak bram, toh dia juga suka bantu kita! " kata Steve membujuk Jordy.
Jordy hanya diam dan menimang juga menimbang kata-kata Steve.
"Masak iya aku sih yang harus di tumbalkan demi perusahaan kita?? " tanya Jordy.
"Lha terus siapa jo?? kan tingal kamu yang jomblo! " tutur Steve.
"Sialan ngatain status gue yang jomblo, kalaupun aku jomblo aku ini jomblo elite, kelas nomer one!" ucapnya agak sebel karena Steve mengungkit status Jomblonya.
"Number one, dari belakang! hahahaha.... " cletuk steve.
"Hei ... tuan Steve Fajero kata-katamu menyakitkanku! " ucapnya pura-pura ngambek.
"Gimana tawarannya mau gak?? lumayankan punya mertua seperti Bramantyo, orangnya gak pelit ilmu dan royal," kata Steve coba meyakinkan Jordy.
"Iya sih, anaknya cantik juga tapi apakah dia mau sama aku! secara usia kita beda jauh?? " tanya Jordy.
"Pastilah kamukan ganteng ya... mana ada cewek yang nolak sih?! " kata Steve memuja Jordy yang sudah besar kepala. karena pujian itu.
"Ya, udah deh kamu atur ... aku sudah lama jomblo, bosen!" ucap jordy sambil cengengesan, "aku juga pengen kayak kamu sama Yuka, hmmm .... Apalah dayaku tak punya kekasih hanya bisa gigit jari." imbuhnya.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Steve menghubungi Pak Bram guna memberi kabar itu.
Chat Wa.
Steve Fajero
"Pak saya sudah mendapatkan orang yang bapak inginkan! !" tulis pesan itu.
Bramantyo
"Syukurlha, boleh kah saya tahu, siapa pria berhati malaikat itu?? " balas Pak Bram.
Steve Fajero
"Bapak kenal, dia adalah Jordy manager saya!" balas Steve.
Bramantyo
"Apa saya gak salah baca?? mana mungkin orang setampan Jordy mau menutupi aib saya?? " tanya Pak Bram.
Steve Fajero
"Tidak Pak anda tidak salah baca! Jordy yang bersedia menolong Bapak, karena Bapak begitu baik kepada kami, mungkin ini saatnya kami membalas budi baik Bapak." jawab Steve.
Bramantyo
"Terimakasih nak Steve, tolong ucapkan rasa terimakasih saya sam Jordy!" balasnya.
Steve Fajero
"Bagaimana kalau kita atur pertemuan kita besok?? " tanya Steve.
Bramantyo
__ADS_1
"Baiklha, besok lusa kita bertemu di restaurant Bintang jam 19.00" balas Bram.
Steve Fajero
"Baik, pak terimakasih atas undangannya" balasnya meng akhiri chating WA.
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Hari yang di Rencanakan pun tiba Jordy dan Steve berpakaian rapi untuk menemui Bramantyo.
Terlihat disana seorang gadis cantik berparas sedikit bule karena memang ibu Maura adalah seorang keturunan bule Jerman-Astralia dan ayahnya Indo-Jerman.
"Maaf atas keterlambatan kita berdua, karena jalanan agak sedikit ramai! " ucap Steve memecahkan keheningan.
"Oh, tidak saya dan putri saya baru saja sampai ya ... sekitar 5 menit yang lalu.!" kata Bramantyo.
Jordy hanya tersenyum dan sesekali memperhatikan Maura, Maura yang tertunduk karena malu oleh ulah Jordy yang terus menatapnya.
"Oh .... Ya kenalkan ini Putri tungal saya Maura!" kata Bram memperkenalkan Maura merekapun berjabat tangan.
"Maura!" ucapnya.
"Steve." kata Steve.
"Jordy!! " membalas uluran tangan Maura.
Merekapun berbincang-bincang mulai dari Bisnis sampai kesepakatan itu, dan Maura pun menyetujui perjodohan itu, malam itu adalah sekaligus lamaran Jordy kepada Maura, lalu mereka, menyepakati bahwa tidak ada acara pertunangan tapi langsung ke pernikahan dan dlam waktu dekat mereka akan menikah.
"Kita sepakat akan melangsungkan ijab qobul 2 (dua) minggu lagi, bagai mana Pak Bram dan Maura?? " tanya Steve.
"Ya , Saya setuju hanya keluarga inti saja dan beberapa rekan bisnis yang saya undang.!" ucap Bramantyo.
"Semua biar WO yang mengurusnya tinggal kalian berdua siapkan mental dan kesehatan kalian saja, agar tidak drop di hari H!!" kata Steve menerangkan.
Maura dan Jordy pun mengangguk tanda setuju.
ππππππππππππππ
***POV Jordy
Parasnya yang cantik, mengetarkan hatiku.
Walau pernikahan ini hanya sebuah settingan aku berharap ada cinta diantara aku dan dia suatu saat nanti.
Cinta yang tulus dan berkembang seiring jalannya waktu, cinta yang tanpa melihat sebuah perbedaan...
Andai itu benar adanya!!! ... maka akan ku berikan cinta itu setulus hatiku dan akan ku abdikan dengan segenap hati, jiwa dan raga.
** Bramantyo** *
ππππππππππππππ
Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
πlikeπ
π komen π―
π RateβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
πVote
π Jika suka β€ biar bisa tahu Updatenya
__ADS_1