ISTRI YANG MENJADI MADU

ISTRI YANG MENJADI MADU
#IYMM 54 Kematian Xian


__ADS_3

Ku kira hidupku akan bahagia, setelah melewati rasa sakit yang ku alami.


ku sangka  derita itu takkan menyapaku,


tapi aku salah dia menjamahku.


Merenggut semua cinta yang ku punya,


Ada kamu dan aku ...  kita dekat


Tapi kita berjarak,


Hati dan pikiranku hanya untukmu


Tapi aku tak pernah ada di hati dan pikiranmu ...


🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬🌬


Xian tanpa sepengetahuan Satria merencanakan sesuatu,  dia diam-diam mengintai Yuka dari kejahuan,


"Aku tidak akan pernah menyerang musuhku  dalam keadaan  tak berdaya ... he'e  terlalu pengecut bagiku!" ujarnya.


"Tapi tuan,  sebaiknya mumpung dia tidak berdaya jadi anda mudah menghamcurkannya. " ucap salah satu anak buahnya.


"Pelan tapi  pasti Steve akan aku hancurkan seperti  ini," meremas sebatang cerutu hingga menjadikannya hancur.


"Bukannya, kita  sudah menghabisi semua keluarganya??  apa masih belum ... " sela salah satu anak buahnya.


Seketika gelas wine terlempar ke kepala orang tersebut dan pecah menyisahkan derasnya darah yang mengalir di keningnya.


"Jangan pernah kamu menasehatiku!!!" teriak Xian, "Itu tidak lah cukup membalas rasa sakit hatiku padanya,  kamu lihat dia hidup bahagia bersama wanita yang dia cintai dan punya keluarga." meremas rahang anak buahnya, mata Xian memerah menandakan  Amarah yang begitu memuncak.


Xian memasukkan sebuah pistol ke mulut orang tersebut lalu menembakkannya.


Doooorrr!!!


Darah mengalir di lantai berwarna putih, tubuhnya seketika lemas tak bernyawa ketika timah panas itu menembus kerongkongannya.


"Bereskan mayatnya!!" perintah Xian.


Matanya melotot,  giginya mengerat,rahangnya mengeras.


"Aku tidak akan membiarkanya hidup bahagia! " tegasnya.


Anak buahnya bergiding ngeri meliat Xian yang di penuhi amarah.


Xian menempati rumah yang tak jauh dari rumah Yuka dan Steve sehingga dia leluasa memperhatikan.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Satria tidak bisa berkutik ketika Winda Wu datang menghampirinya.


"Honey i miss you!" peluk Winda dari belakang.


"I miss you too honey, " berpaling dan memeluk Winda erat.


"Kamu sibuk kerja jarang menghubungi  aku,  aku kagen kamu tahu!!"  rengek Winda dan bergelayut manja pada  Satria.


"Kan semuanya buat kamu honey!" tuturnya.


"Honey,  aku mau kamu,  kita sudah lamakan tidak melakukannya," bisik  Winda.


Satria hanya tersenyum ketika Winda menariknya kesebuah ruangan, di dalam kantor itu  teradapat ruang khusus untuknya beristirahat terdapat kamar yang sangat besar,


(Author gak perlu jelasin ya ngapain mereka di situ, pasti sudah mengetikan).


🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰🐰


Yuka terus setia merawat Steve, di batinnya menyisahkan luka yang teramat dalam, Steve yang berubah dari ceria kini banyak diam,


Entah mungkin  dia merasa asing atau merasa ada sesuatu, "Maafkan  aku, yang selalu menyusahkanmu Yuka," ucap Steve dengan suara seenaknya.


"Ini sudah kewajiban aku sebagai seorang istri yang harus merawat suaminya,  bagaimana pun keadaannya!!" sela Yuka.


"Andai aku menggingat semuanya  mungkin takkan seperti ini!" sesal Steve.


Yuka mencoba menahan air matanya yang akan menetes, beberapa kali ia mengedipkan matanya dan mengangkat kepalanya ke atas agar air mata itu tak jatuh.

__ADS_1


"It's oke ... kamu tidak perlu berkata seperti itu,  ini sudah takdir tuhan!" Yuka menbelai punggung Steve lalu memeluknya.


"Kembalinya atau tidak ingatanku nantinya aku sudah pasrah,  yang terpenting aku ingin membalas semua kebaikkanmu,  aku mau memulainya dari awal, aku mau belajar mencintaimu,  seperti apa yang aku lakukan dulu selalu membuatmu bahagi."  Steve mencoba meyakinkan Yuka untuk membuka lembaran baru bersamanya.


Yuka memeluk Steve dengan haru,  seakan dia tak percaya apa yang di ucapkan Steve.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Sementara  Jordy dan Maura terlihat begitu bahagia  dengan kehadiran Luna di tengah mereka, mereka  yang membisingkan membuat Jordy ingin menambah momongan lagi.


"Sayang kalau punya anak banyak seru kali ya!! " selorohnya.


"Iiih ... itu maunya kamu bikin anak melulu," celetuk Maura.


"Kan seru sayang banyak anak di rumah rame,  nanti kita  kalaupunya banyak anak pasti cucu kita juga banyak," ucap Jordy dengan mengandai-andai.


"Itu kamu kali yang harusnya jadi kakek-kakek bukan aku ..." ledek Maura.


"Kamu ya hmmm ... kalo gak ada anak-anak pasti sudah aku terkam!" kata Jordy mencubit dua pipi Maura.


"Iiihh ... jangan gini nanti pipiku jadi chubby," ucapnya sebal.


Merekapun  menghabiskan siang itu dengan bersantai bersama dua bocah mengemaskan itu.


❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄❄


Xian hendak melancarkan aksinya malam ini semua sudah dia rencanakan begitu matang.


Pukul 24 .00 


Xian berhasi memasuki rumah Steve,  menyusuri setiap ruang demi ruang,  terlihatbkamar di ujung lantai 2, ya ... terdapat Steve dan Yuka mereka tidur berpelukan,


Xian memberi kode pada anak buahnya dengan mengerakkan kepalanya,  seketika obat bius menyumbat pernapasan mereka dan mereka akhirnya  dalam keadaan tidak sadar.


Xian dan anak buahnya membawa Yuka dan Steve ke dalam mobilnya,  lalu mereka melajukan mobil dengan kecepatan sedang,  menuju suatu tempat.


Sebuah pulau terpencil yang cukup luas,   terdapat  villa yang luamayan besar dan  dikelilingi hutan, ada jalan  seperti sirkuit  sangat panjang dan mengeliligi villa tersebut.


Steve terikat di sebuah kursi  begitu juga Yuka,


Sinar  mentari terpancar jelas di balik kelambu  menyinari wajah Steve seketika itu ia tersadar dan merasakan sakit di kepalanya,


Yuka masih tertidur pulas karena obat bius itu,   lalu ada suara lelaki yang terdengar sangat tegas.


"Sudah bangun??" ucapnya di balik ruang gelap,  dan ada remote di tanganya, ia memencet tombol itu seketika tirai itu terbula lebar.


"Siapa kamu??" tanya Steve.


"Kamu benar-benar melupakan aku??  aku Xian." ucapnya dengan senyuman.


"Apa aku mengenalmu??" Steve sedikit bingung.


"Tentu saja,  apa  kamu sudah lupa??  aku yang kamu hancurkan kekasihku kau bunuh,  dan aku menghabisi semua anggota keluargamu,  sekarang istri kamu lalu anak kamu,  aku akan menghabisi mereka satu persatu didepan matamu,  biar kamu tahu sakitnya ditinggal orang yang kamu cintai." kata Xian lalu memundurkan tubuhnya.


"Jangan pernah menyentuh istriku atau kau akan menyesal!" seru Steve.


"Haha ... kamu sedang tidak berdaya apa kamu lupa itu Steve Fajero??" Xian tertawa gemas,


"Bawa dia ketempat yang kita rencanakan," perintah Xian.


Xian membuka ikatan  Steve lalu mereka menuju mobil Sport milik Xian yang ia gunakan untuk menabrak Steve waktu itu,


Xian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,  di ajaknya Steve memutari jalan itu  dan memutarkan mobil itu di tengah lapangan yang luas, Steve yang tubuhnya lemas akibat pengaruh obat bius berusaha bangkit dari  kesadarannya,  mereka bergulat di dalam mobil hingga  Steve  hampir jatuh dari mobil itu Xian  membuka pintu  mobil itu  menedang Steve yang mencekiknya,   hingga membuatnya terjengkal dan kepalanya keluar  dan hampir penyentuh jalan,  kesempatan bagi Xian dia terus memutar-mutar mobil itu  dan menendang  Steve keluar.


Steve terpelanting 5 meter kepalanya terbentur batu dan membuatnya mengerang kesakitan,  beberapa memory terlihat, " Yuka" kata yang pertama terucap.


Xian menghampiri dengan senjata api, Steve masih memfokuskan kesadaranya, Xian menyodorkan senjata itu lalu  menembaknya, tapi sayang  senjata itu meleset  mengenai batu di samping Steve, setelah tangan Xian tersentuh benda balok berukuran sedang.


"Berengsek !! siapa yang lancang mengganggu ku??" umpat Xian lalu menoleh,  di dapatinya Satria dengan wajah penuh amarah.


"Kamu ... sudah aku peringatkan  jangan pernah menyentuh Yuka," ucap Satria lantang.


"Kamu tahu  aku di sini dari mana??" tanya Xian.


"Tidak perlu kamu tahu aku tahu dari mana!!" ujarnya, "Di mana Yuka?? kembalikan  Yuka padaku kalau Steve itu terserah kamu," imbuh Satria.


Xian menunjukkan  keberadaan Yuka di Gudang tua miliknya, dia berncana ingin membakar Yuka.

__ADS_1


"Bau  bensin.  kamu mau bunuh Yuka??" teriak Satria Xian hanya terdiam lalu Satria mendaratkan bogem mentah pada Xian mereka bertarung hebat,


"Gila Satria pandai bela diri!  lebih baik aku kabur dari pada mati konyol," batinnya.


Xian kabur dari hajaran Satria, Satria mengejar  Xian dengan mobil lain milik Xian, mereka berkejar-kejaran melewati bukit di belakang  Villa itu,  Xian menghubungi anak buahnya.


"Bakar  gudang itu secepatnya," perintahnya di telephon gegamnya, anak buahnya yang selalu siap titah majikan melaksanakan  perintahnya.


"Dari pada kamu mengejarku,  mending kamu tolongin mantan istri kamu!!" kata Xian berteriak dari dalam mobil.


Satria tidak bergeming dia memepet bemper mobil itu dan menabraknya,  merekapun saling beraduh tak terasa mobil Xian mengalami blong pada remnya,  dan tidak bisa terhenti lalu terjun bebas ke tebing 12 meter dan hancur seketika,  Satria langsung ber balik arah  mencari keberadaan Yuka tapi sayang tempat itu sudah luluh lantak menjadi bara.


Satria berlutut dan menangis, " Maafkan aku Yuka," ucap Satria lirih.


🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀🌀


Falshback


Ketika Satria mengejar Xian, Steve bangkit dari tempatnya di dapatinya anak buah Xian sedang membakar tempat itu.


Dengan tubuh tertatih ia mencari sesuatu untuk masuk kedalam dan menolong Yuka, karena waktu Steve di bawah Xian anak buahnya membawa Yuka ke tempat itu, Steve sempat melihat kejadian itu lewat spion mobil.


Yuka yang lemas tak berdaya karena menghirup asap pekat membuatnya pingsan,


Steve dengan sekuat tenanga mengendong Yuka untuk keluar dari tempat itu, tapi tidak mudah sebagian atap yang terbakar jatuh berguguran satu persatu membuatnya kesulitan.


"Aku bisa mati konyol di sini," ucap Steve.


Tiba-tiba ada Jordy merangsek kedalam,


"Kamu tenang Steve aku akan cari bantuan oke! " ucap Jordy.


Tidak butuh waktu lama Jordi membawa karung goni yang telah ia basahi dengan bantuan beberapa orang, dan akhirnya mereka terselamatkan.


"Bagai mana kamu bisa menemukan aku Jo??" tanya Steve,


"Aku menyuruh seseorang untuk menjagamu lalu, mereka menginfokan kamu di culik bersama Yuka oleh Xian. aku langsung mengintruksi mereka untuk mengikutinya dan memerintahkan mata-mataku untuk menjadi anak buah Xian untuk itu kami mempersiapkan semua, Xian sudah berncana membakar Yuka dan menhabisimu di tempat ini, dia sudah menyusun rencana itu dengan matang dengan beberapa anak buahnya." Jelas Jordy.


"Aaah kenapa dia bisa bebas secepat ini??" kesal Steve.


"Dia melarikan diri, kata kepala lapas, untuk itu pas aku tahu kamu tertabrak aku mencari info tentang ini semua, dan aku dapatkan ternya Xian masih dendam padamu, parahnya lagi dia berkerja sama sama Satria, untuk menghabisimu tapi mereka pecah kongsi tidak tahu alasnnya apa, karena bagi Xian Satria orangnya ribet. tadi pas aku kesini Xian dan Satria terlibat baku hantam lalu aku menyuruh anak buahku memperhatikan mereka ternyata Xian telah tewas." kata Jordy menjelaskan kejadian yang di infokan anak buahnya.


"Tewas!!" Steve agak tidak percaya.


"Iya ... dia terjun bebas ke jurang sedalam 12 meter di belakang pulau ini ada tebing." jelas Jordy.


Flashback end.


🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋🎋


Waduhhh maafya ceritanya agak belibet, semoga paham, Authornya rada puyeng soalnya mangkanya rada gak nyambung, mohon maaf kalu ceritanya jelek. 😁😁😁


Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa


👉like👍


👉 komen 🗯


👉 Rate⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️


👉Vote


👉 Jika suka ❤ biar bisa tahu Updatenya


Jangan lupa baca karya Author yang lain ya gaes


👇👇👇👇👇



👇👇👇👇👇




__ADS_1


Dan jangan lupa mampir ke punya teman Author



__ADS_2