
Sedihku... lelahku, tanpa hadirmu.
Aku tak tahu kapan rasa ini kan berlalu.
Kepergianmu dari sisiku...
Membuatku tak berdaya.
Aku tanpamu bagai tubuh tanpa jiwa...
Rasa itu seakan mati,
Ikut bersama denganmu.
Aku yang hancur tanpa kehadiranmu...
Membuatku tak semangat menjalani hidup.***
Gemercik Air turun membasahi tubuh Satria dia begitu lama berada dibawah guyuran shower 1 jam lamanya membuat badannya mengigil tapi ia tidak perduli yang ia ingin air itu mendinginkan kepalanya***.
Satria hari ini mengunjungi Yuka yang masih terbaring dikamar ICU, Entah sampai kapan.
Empat bulan lamanya tanpa adanya kepastian kapan dia tersadar, hati Satria merasakan perih belum lagi desakan sang mama untuk menikahkannya dengan Marlina.
"Sayang ... kapan kamu sadar?? aku kangen sama kamu ... kalau kamu gak sadar seminggu lagi mama akan menikahkan aku dengan Marlina!" ucapnya sedih dengan dada merasa sesak sangat sesak sehingga sesegukkan ia menangis, Satria tidak ingin membagi cinta atau menggantikan Yuka dengan Wanita lain, baginya cintanya, hatinya hanya untuk yuka.
π π RUMAH MAMA MERRYπ π
Satria baru saja sampai dirumah sang mama. mamanya langsung mengatakan bahwa pernikahan Satria dan Marlina sudah ditentukkan.
"Satria tiga hari lagi kamu harus menikah dengan Marlina, mama sudah mengatur semua!" kata mama merry dari ujung lorong rumah mewah itu.
"Ma .... mama gak bisa gitu, istri aku masih sakit ma!" Satria menangis mau berteriak dia tak mampu mau melawan juga tak bisa, takut penyakit jantung mamanya kambuh.
"Kamu mau jadi anak durhaka?! kamu sadar kamu mengharapkan mayat hidup ... orang kamu cintai itu tak lebih hanya mayat hidup yang tak berguna, hanya gara-gara bantuan alat medis dia bisa bernafas, kalau tidak ada itu semua mungkin dia sudah mati!" Hina merry dengan sunyuman sinis dibibirnya dengan mata melotot.
Satria mengusap kasar wajahnya lalu dia pergi dari rumah sang mama dengn membanting pintu sangat keras.
"BRAAAAKKKk!!...."
Merry masih terdiam disana dan dia sangat kecewa dengan apa yang Satria lakukkan.
Keesokan harinya Satria pergi kerumah sakit menemui Yuka.
"Sayang, he ... bangun aku mohon!" air matanya menetes dan jatuh ke pungung tangan Yuka yang masih tertancap jarum dan alat pendeteksi denyut jantung yang menjepit jari tengahnnya.
Tubuh itu tak bergeming sedikitpun hanya suara mesin yang terdengar dengan grafik yang menunjukan detak jantung
"Tit... tit ... tit."
Suara yang tak berirama itu menyesakkan dada Satria.
__ADS_1
"Kamu bagun Yuka kalo kamu gak bangun, Mama akan menikahkan aku dengan marlina besok!" Bisiknya lirih ketelinga Yuka.
Tetap saja tidak ada respon sedikitpun.
Satria memutuskan pulang kerumah berharap akan ada keajaiban esok hari, Satria tidur dengan lelapnya. Entah dia bisa bermimpi atau tidak dia tak perduli bahkan dia berhara tuhan mencabut nyawanya malam ini.
#Pov Marlina
"Akhirnya aku akan menikah dengan satria besok, Seakan mimpih ini ... aaaahhh. sungguh tak kusangka benar nyatanya," mencoba mencubit tanganya.
"Aku harus fresh dihari pernikahanku besok,"
ucapnya didepan cermin.
ππππππππππππππππ
Marlinapun bergegas tidur dan berharap waktu cepat berlalu.
Tamu begitu tidak begitu banyak,karena hanya acara keluarga inti dari keluarga Satria.
Penghulu dan para saksi duduk di meja berlapis kain putih berendah emas terlihat Satria duduk disana dan Marlina menghampiri calon suaminya.
Penghulu :"Bagai mana sudah siap semua!."
Para tamu dan saksi pun berteriak "Sudah!"
Penghulu : "Saya nikahkan dankawinkan engkau Ananda Satria Erlangga Bin Erlangga wardana dengan Ananda Marlina Septia Binti Handoko dengan maskawin uang sebesar 300jt rupiah tunai."
Penghulu :"Gimana saksi sah???"
Saksi : "Sah!"
Lalu penghulupun membaca doa
"Maaaaaassssss." teriak seorang wanita diujung pintu dengan berlinangan air mata lalu menutup mulutnya ia tak kuasa melihat apa yang terjadi dan mengelengkan kepalanya pertanda ia tak menyangka melihat kejadian yang begitu menyakitkan hati.
Satria menoleh melihat sumber suara itu "YUKAAAAA!" matanya melotot seakan tak percaya.
Semua tamu undangan melihat begitu juga dengan marlina "Yuka ... kamu, kamu sadar" seakan tak percaya apa yang dia lihat.
"Kamu menikah sama pembunuh aku mas ... dia sengaja ingin membunuhku demiiliki kamu mas, aku gak nyangka iblis betina ini sekeji itu, dia rela menghabisi nyawaku demi mendapatkanmu!" Ucap yuka den wajah gemas.
"Yuka ... aku bisa jelasin." kata Satria
"Gak mas ... dia pantas mati, mati kamu marlinaaaaaa," Yuka hendak menusukan belati di tubuh marlina.
"Tiiiiiddaaaaak!," Marlina terbangun dari tidurnya dengan nafas terengah engah, "Untung cuma mimpi mas satria tidak boleh tahu ini semua!" mengusap keringat yang menempel dikeningnya dengan lengannya.
πππππππππππππ
Flashback
__ADS_1
"Tukang becak disitu banyak banget sih gimana aku bisa bunuh dia coba .... ah aku punya ide aku akan memberi uang mereka lalu menyuruhnya untuk pulang!" batinnya
Marlina menghampiri para tukang becak itu.
"Pak mau uang kan???" tanya marlina.
"Iya neng saya mau!" jawab tukang becak serempak.
"Hhmmm ... saya akan kasih uang banyak sama bapak semua tapi bapak harus pulang ngasih uangnya keistri gimana setuju gak??" dengan senyum licikya dan berpikir jika para tukang becak itu tidak ada dia akan mudah menghabisi nyawa Yuka.
"Baik kita setuju!" ucap tukang becak
Uangpun Marlina berikan dengan senang hati diterima para tukang becak.
Dari kejauhan terlihat Yuka sedang turun dari angkot lalu masuk komplek perumahan, komplek perumahan itu tidak mempunyainpos jaga tetapi punya satpam yang selalu berkeliling karena pos berada di blok sebelah.
"Haha Yuka ****** kamu ..."
Marlina melajukan mobilnya lalu menabrak Yuka dari belakang.
"Brrraaaaakkk ... "
Yuka terpental beberapa meter lalu marlina pergi begitu saja dan berbelok dikomplek sebelah dia turun dari mobil melihat seorang suster dan wanita tua yang sedang duduk dikursi roda, marlina tidak mendengar apa yang mereka katakan tapi wanita tua itu menujuk kearah Yuka dan sang suster mengeluarkan telepon gengam dari sakunya, tak lama mobil ambulance datang disusul mobil polisi.
Marlina langsung Pergi dari temat itu setelah melihat Yuka yang bersimbah darah digotong Ambulance.
Semoga suka ya readersπππ
**Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa
πlikeπ
π komen π―
π RateβοΈβοΈβοΈβοΈβοΈ
πVote
π Jika suka β€ biar bisa tahu Updatenya
Jangan lupa ya selalu dukung Author dengan cara like, dan Vote biar Author semangat Upnya,
Dan terimakasih atas dukungan kalian semua, tanpa kalian gak akan ada artinya karya ini, terimaksih juga komen yang membangun dan membuat semangat Author dan juga gak lupa koment Julid yang suka mengkritik, kalau memang ada kesalahan yang ada di tulisan atau apalah itu silahkan komen, kritik dan saran kalian sangat membatu Author dalam berkarya.
terimakasih sekali lagi buat kalian semua.
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisa atau typo jika ada Typo tolongbkasih tau author ya gaes..
Semoga kalian suka dengan cerita hari ini besok mau up lagi tapi jangan lupa like kalau suka .
Oh ya .... jangan lupa baca karya Author yang lain ya gaes di tunggu lho dukunganya**.
__ADS_1