
Alisha masih meratapi dirinya, Ia merasa insecure dan tidak percaya diri setelah apa yang dikatakan Aditya.
Seseorang yang dianggapnya penting dalam hidupnya malah menganggap dirinya hina dan kotor.
Malam mulai memuncak, hawa dingin perlahan merasuki tubuh wanita muda yang saat ini dalam keadaan setengah linglung. Alisha masih duduk di kursi taman dengan ditemani lampu temaram, ia duduk dengan menangkup wajahnya sendiri yang basah. Suasana riuh dan lalu lalang pengunjung taman tak lagi dihiraukan. Pikirannya kacau hatinya terasa hampa, ada sesuatu yang kosong disana.
Ya, mulai hari ini ia tak akan pernah lagi bisa menyapa laki-laki yang biasa mengisi hari-harinya, karena Aditya memintanya. Itu artinya Aditya telah memutus hubungan mereka.
Alisha bingung bagaimana caranya menjelaskan kepada orangtuanya nanti. Haruskah jujur atau berbohong demi menyelamatkan Aditya dari amukan ayahnya karena telah berani menyakiti anak perempuan kesayangannya.
Ditengah kekalutannya, ia di datangi seorang laki-laki yang entah dari mana datangnya dan apa tujuannya.
"Boleh saya duduk disini?" tanya laki-laki tersebut.
Alisha hanya mengangguk tanpa berniat menoleh sedikitpun, baginya tempat ini adalah tempat umum siapapun boleh duduk di bangkunya.
"Maaf Nona, saya tidak bermaksud mencampuri urusan anda tetapi saya perhatikan sedari tadi tampaknya anda sangat bersedih? Dan laki-laki tadi apakah itu kekasih nona? Lalu kenapa sampai melakukan kekerasan?" tanyanya lagi.
Laki-laki tersebut diam-diam memperhatikan Alisha. Ia mengetahui semuanya, karena ia datang lebih dulu sebelum Aditya. Jadi, ia juga mendengar dan melihat apa yang dilakukan Aditya terhadap Alisha. Oleh sebab itu lelaki tersebut merasa kasihan kepada Alisha dan berniat menghiburnya.
"Dia kekasih saya Tuan,lebih tepatnya mantan kekasih, karena mulai hari ini saya bukan siapa-siapanya lagi." jawab Alisha datar.
__ADS_1
"Lalu bagaimana bisa dia melakukan kekerasan terhadap Nona?" kepo lelaki tadi.
"Ini adalah kesalahan saya, jika saja saya seperti wanita lainnya cantik, kaya, terpandang dan disegani saya tidak akan mengalami semua ini." jelas Alisha.
Laki-laki itu mulai mengerti arah cerita Alisha.
"Nona, sepertinya saya paham apa yang sedang Nona rasakan saat ini." tutur pria tersebut, namun di potong oleh Alisha.
"Panggil Alisha saja Tuan,atau Tuan juga bisa memanggil saya gadis kampung." sahut Alisha.
"Baiklah Alisha, Jangan pernah berfikir kamu tidak bisa seperti wanita yang lainnya. Memangnya sisi positif apa yang bisa kamu dapat jika kamu seperti mereka? Apa kamu pikir mereka juga nyaman dengan diri mereka saat ini?" terang laki-laki itu, mencoba membuka jalan pikir Alisha.
Alisha memandang punggung laki-laki yang telah berjalan menjauhinya. Ia belum sempat memandang wajah lelaki itu, karena sedari tadi Alisha hanya menunduk, namun ia mendengar dan mencerna apa yang pria tadi ucapkan.
Setidaknya ada sedikit amunisi untuk Alisha bangkit setelah mendapat pencerahan.
Alisha melihat jam tangan, waktu menunjukkan pukul 21.30 nampaknya sudah dua jam lebih ia duduk di taman tanpa bergeser sedikitpun. Lalu ia memutuskan untuk segera pulang.
Di tempat lain, di sebuah resto Chinese Aditya sedang makan malam bersama keluarganya. Beberapa saat setelah bertemu Alisha, Aditya mendapat telfon dari mamanya yang meminta untuk segera datang ke resto yang sudah ditunjuk untuk makan malam. Mamanya juga meminta dirinya untuk mengajak Alisha, karena sang mama sangat merindukannya.
Mama Aditya sudah mengetahui hubungan putranya dengan Alisha. Keduanya telah mengenal sejak Aditya memperkenalkannya di acara pernikahan saudara. Wanita tersebut tak keberatan dan sangat setuju jika nantinya Alisha akan jadi menantu Cakra Hermawan, karena sang mama pernah menyelidiki asal muasal Alisha. Sehingga dirinya yakin akan mempersuntingnya sebagai menantu.
__ADS_1
Sesampainya di resto, Orangtua Aditya kaget karena yang datang buka Aditya dan Alisha melainkan Aditya dan Olivia. Aditya sengaja mengajak Olivia untuk diperkenalkan dengan kedua orangtuanya.
"Malam Mah, Pah! Maaf Adit datang terlambat jalanan sedikit macet. Kenalkan ini Olivia pacar baru Aditya" Sapa Aditya.
"Selamat malam Om, Tante saya Olivia." sapa Oliv sambil menjabat tangan kedua orangtua Aditya.
"emh,bukankah tadi Mama minta kamu mengajak Alisha?" tanya sang mama.
"Kamu bilang Olivia pacar baru kamu? Lalu Alisha kemana?" cecar sang mama, sedangkan papanya hanya diam melihat ibu dan anak yang saling adu mulut.
"Itu Ma, Alisha anu! Alisha mengkhianati Aditya sejak lama, jadi Aditya memutuskan hubungan." bohong Aditya.
"Oh ya?" tanya Mamanya tidak percaya.
"Mama dan Papa tidak mau tahu Aditya! lusa kamu harus bawa Alisha datang menemui Mama!!" perintah Mamanya.
"Tapi Ma?" bantah Aditya.
"Sejak kapan kamu membantah Mama?" tanya Mamanya, sambil menaikkan sebelah alisnya. Seperti memberi kode bahwa Mamanya tidak suka dengan kehadiran Olivia.
Hingga saat ini kedua orang tua Adit tidak pernah mengetahui kelakuan buruk putranya, yang mereka tahu Aditya masih membantu mengurus resto milik sang ayah selebihnya putranya hanya menggunakan waktunya untuk latihan balapan karena kerap mengikuti ajang balap sepeda motor.
__ADS_1