Jalan Buntu

Jalan Buntu
MENDAPAT ANCAMAN


__ADS_3

Hari berganti minggu berlalu Alisha masih melakukan aktivitas seperti biasa.


Alisha sangat menikmati kehidupannya saat ini, luka yang pernah ia rasakan perlahan mulai sembuh. Dalam benaknya ia hanya ingin fokus pada pekerjaan dan juga membantu usaha orangtuanya.


Semakin hari Alisha menjelma menjadi wanita yang lebih cantik, ia mulai merawat dirinya dengan menggunakan skincare, diet dan rajin olahraga. Tubuhnya yang dulu sedikit berisi perlahan nampak langsing indah bak gitar spanyol.


Di tempat kerja Alisha juga semakin dikenal pelanggan-pelanggannya, banyak yang kagum akan kebaikan dan keramahannya, sehingga ia selalu mendapat omset yang lebih banyak. Hal itulah yang sangat disukai oleh atasannya hingga akhirnya Alisha mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan dan juga sering mendapat bonus tambahan.


Perlahan Alisha mulai bisa memajukan usaha orangtuanya, dengan membuat toko kue di depan rumah. Ibunya yang akan menjaga toko tersebut sedangkan ayahnya akan tetap berjualan di tempat lama karena mereka sudah mempunyai banyak pelanggan.


Suatu hari Alisha mendengar keluh kesah ayahnya. Sang ayah mengatakan jika dirinya mendapat komplain lantaran kue yang dijual dibilang sudah kadaluarsa.


"Tapi Pak, semua kue yang kita jual kan fresh bahkan kue sisa jual dihari yang sama tidak pernah kita jual lagi meskipun masih layak dikonsumsi! Buktinya kue yang kita jual dirumah tidak bermasalah!" ucap Alisha heran.


"Memang siapa yang mengatakan jika kue-kue yang kita jual sudah kadaluarsa, Pak?" tanya ibunya.


"Bapak juga tidak kenal Bu, orang itu sepertinya baru pertama kali beli kue dari bapak!" jawab suaminya.


"Ya sudah Pak, besok kalau orang itu datang lagi sebaiknya kita tanyakan! kalau Alisha libur Alisha ikut bapak jualan!" ucap Alisha.


Setelah kejadian itu, sebelum berangkat kerja Alisha selalu mengantar ayahnya untuk berjualan. Ia sendiri yang memastikan jika kue yang dijual bukan kue yang kadaluarsa.


Alisha memanggil satpam yang berjaga di SMP tersebut dan memintanya untuk mencoba kue. Karena sudah mengenal orangtua Alisha sejak lama satpam itu pun dengan senang hati mencicipi kue dan siap membantu jika saja sang ayah mendapat komplain atau mendapat fitnah dari seseorang.


"Pak Darto, terimakasih banyak ya pak sudah membantu keluarga saya!" ucap Alisha kepada pak satpam yang bernama Darto.

__ADS_1


"Sama-sama Neng, bapak juga terimakasih setiap pagi dikasih sarapan sama Pak Sabar, kalau siang masih dikasih kue buat istri dan anak bapak di rumah!" jawab Pak Darto dengan ramah.


"Sama-sama Pak, kalau begitu saya pamit pulang dulu ya Pak!" Alisha ijin pamit untuk segera pulang, tak lupa berpamitan dengan ayahnya.


Seminggu berlalu jualan ayahnya tampak aman-aman saja tidak ada pelanggan atau pembeli baru yang komplain.


Hingga suatu hari lapak ayah Alisha kedatangan pembeli baru. Mereka datang dengan membawa mobil Civ*c Turb* keluaran terbaru dari brand Hond*. Mobil tersebut berhenti tepat di depan lapak, lalu turun empat wanita dengan gaya modis ala anak kota berlenggang menghampiri lapak milik ayah Alisha.


"Ohh, jadi ini yang menjual kue-kue kadaluarsa itu?" Ucap salah satu diantara mereka, penampilannya lebih menonjol dibandingkan yang lainnya. Ia adalah Olivia.


"Silahkan,neng mau beli kue apa?" tanya Pak Sabar dengan tetap ramah dan sopan, meskipun yang sedang dilayaninya adalah orang-orang dengan minim adab.


"Mana mungkin saya mau beli kue pinggir jalan begini, yang ada nanti sakit perut!" jawab Olivia dengan sombong.


Pak Darto yang sedari tadi melihat gerak gerik yang mencurigakan dari keempat wanita tersebut, berinisiatif mengambil phonsel dan merekamnya. Kali saja bisa diģunakan sebagai bukti.


"Alah, higienis apanya kemarin teman saya beli disini kuenya sudah kadaluarsa!" bentak Olivia sambil menumpahkan salah satu loyang yang berisi tumpukan kue.


Orang yang pernah komplain dan mengatakan kue-kue tersebut kadaluarsa adalah orang suruhan Olivia.


"Pak, saya peringatkan ya mulai sekarang lebih baik bapak segera menutup lapak ini, karena sudah menjual makanan kadaluarsa jika tidak maka bapak akan saya laporkan ke polisi!!" teriak Olivia dengan sengaja karena pada saat yang bersamaan datang beberapa ibu-ibu yang hendak membeli kue.


Mereka yang mendengar ucapan Oliv pun mulai terprovokasi. Salah satu diantaranya ikut menghakimi pak Sabar.


"Jualan kok tidak jujur Pak, ingat umur!! Untung si mbak tadi bilang, kalau tidak bisa-bisa keluarga saya sakit semua gara-gara makan kue bapak!" seloroh wanita tersebut.

__ADS_1


"Astaghfirullah Bu, demi Allah saya tidak menjual makanan kadaluarsa, kalau tidak percaya silahkan di cek!" ucap pak Sabar, tubuhnya gemetar karena kini ia mulai terpojok beberapa warga sekitar mulai berdatangan dan ikut menghakimi.


"Iya, Iya tutup saja lapaknya bahaya kalau sampai anak-anak sekolah makan makanan itu, bisa-bisa mereka keracunan!!" teriak salah satu warga dan diikuti yang lainnya.


Pak Darto yang melihat kejadian itu akhirnya turun tangan, ia mulai kesal kepada warga yang menghakimi orang tanpa bukti.


"Hehh hehh hehhh!! Apa-apaan kalian semua? menghakimi orang seenaknya, bukti apa yang kalian punya berani menuduh sembarangan hah!!!" teriak pak Darto.


"Palingan situ dibayarkan?" ucap salah satu warga.


"Heh, mulutmu bisa dijaga tidak? Bisa kamu buktikan ucapanmu itu? saya akan melaporkan kalian semua jika penjual kue ini terbukti tidak bersalah?" jawab pak Darto mulai terpancing emosi.


Para warga yang hadir mulai kikuk, tak ada yang berani menjawab pertanyaan pak Darto. Kemudian pak Darto mengambil salah satu kue secara acak lalu memakannya hingga habis.


"Jika saya hari ini masuk rumah sakit karena keracunan silahkan bawa Pak Sabar ke kantor polisi, tapi jika saya sehat walafiat saya pastikan kalian masuk penjara karena memfitnah orang tanpa bukti dan juga pencemaran nama baik!!" lanjutnya.


Semua warga terdiam tak ada yang berani membantah, sedangkan Olivia sedari tadi menahan kesal karena aksinya yang ingin menghancurkan keluarga Alisha gagal gara-gara Pak Darto, Ia pun segera pergi dari tempat tersebut karena takut menjadi sasaran warga.


"Terimakasih banyak Darto, kamu sudah menolong saya!" ucap Pak Sabar sambil memeluk Pak Darto, Ia merasa terharu karena masih ada satu orang yang mempercayainya.


"Sama-sama Pak Sabar, sebagai sesama manusia wajib saling membantu apalagi kita sama-sama orang biasa saya tahu rasanya saat kita butuh tapi tidak ada yang membantu." balas Pak Darto lalu membantu merapikan dagangan yang berserakan.


Berita tersebut sampai di telinga Bu Sari, ibunya Alisha. Ia yang mendengar kabar suaminya didemo warga langsung syok dan gemetar, iapun segera menghubungi Alisha. Namun karena Alisha sedang dalam jam kerja akhirnya tak mendapat jawaban. Kemudian Bu Sari menghubungi nomor phonsel anaknya yang lain.


Malamnya Alisha sudah mendengar kabar tersebut, Ia sedih sekaligus marah. Alisha tak terima jika orangtuanya di tuduh menjual makanan kadaluarsa, sedangkan ia tahu kue-kue itu di buat oleh ibunya hingga larut malam.

__ADS_1


Keesokan harinya Alisha mengantar ayahnya berjualan. Sesampainya di lapak Alisha menghampiri Pak Darto untuk menanyakan kronologi kejadian yang menimpa ayahnya kemarin.


Setelah mendapat informasi dan juga video dari Pak Darto, Alisha pun permisi pulang karena ingin segera melihat isi dari video tersebut.


__ADS_2