
Buat yang ingin tahu muka ngeselin Aditya,ini dia 😁.
Kenapa aku memilih Shahid Kapoor sebagai tokoh Aditya,karena dari beberapa film dan serial India yang pernah aku tonton Shahid Kapoor ini lebih sering mendapat peran Antagonis ,eh tapi protagonis juga pernah kok 🤭🤭.
Nahh waktu googling foto Shahid Kapoor ternyata nama peran di salah satu film yang di bintanginya bersama Kareena Kapoor juga bernama Aditya lebih tepatnya Aditya Kashyap.
Kalo Aditya kita ini kita kasih nama lengkap Aditya Cakra Hermawan saja biar lebih ke Indo hehehe 😜.
Sebenarnya masih banyak aktor-aktor India yang menarik ,tapi feelingnya langsung kepikiran Shahid Kapoor 😅.
Ada yang tanya ,"kenapa harus aktor/artis India?"
Jawabannya adalah yang pertama karena aku suka film India, kedua mau pakai aktor/artis Indo takut 🤭,yang ketiga kalo mau pakai aktor/artis Hollywood suka filmnya tapi kurang paham sama karakter-karakternya ,mau pakai aktor/artis Korea lebih gak tau lagi karena kurang begitu suka sama drakor hehe maaf ya buat penggemar drakor 😁🙏🙏.
Lanjut yaa....
"Alisha ayo kita pulang!!tidak ada gunanya kita disini, perempuan seperti kamu tidak pantas menangisi laki-laki brengs*k sepertinya !!!" Ucap Wilda sambil mengulurkan tangan untuk membantu Alisha bangun. Namun Alisha masih terduduk ditanah sambil terisak.Ia masih ingin mendengar penjelasan dari Aditya.
"Alisha ,ayo pulang!!!" dengan terpaksa Wilda menarik Alisha untuk segera pulang.
Mereka pulang dengan berboncengan.Alisha mencoba menghapus air mata yang sedari tadi mengalir tanpa diminta.pipinya tampak sedikit bengkak bekas tamparan Aditya.
__ADS_1
"Wil,jangan antar aku pulang dulu ,aku tidak bisa pulang dengan kondisi seperti ini!" pinta Alisha.
"Kamu mau kemana,aku akan menemanimu"
"aku ingin ke taman tepi danau saja ,sepertinya nyaman tempatnya!"
di daerah tempat Alisha tinggal memang masih asri ,belum sehiruk pikuk kota lainnya.Di pinggir kota terdapat danau yang tidak terlalu luas karena hanya danau buatan pemerintah kota di fungsikan untuk menampung air hujan dan mengairi sawah ke desa sekitar danau.
Disekeliling danau tersebut di sediakan taman lengkap dengan lampu hias,bangku dan meja mini serta terdapat shelter yang menjual berbagai jenis makanan.
Dahulu danau ini sepi dan hanya digunakan untuk nongkrong anak-anak muda yang bermabuk-mabukan atau berbuat asusila,karena areanya terletak di pinggir kota dan remang-remang sehingga jarang sekali ada polisi yang berpatroli.
Karena sudah meresahkan akhirnya warga sekitar dibantu pemerintah kota membangun danau tersebut hingga bisa seindah saat ini ,bila pagi hari danau ini ramai dikunjungi anak-anak sekolah mulai dari Paud,TK bahkan SD untuk melakukan Outing Class.Jika sore menjelang malam maka danau akan di dominasi para remaja yang sekedar nongkrong atau kencan.
"Aku mau beli minum dulu,kamu duduk duluan aja Al!"
Wilda beranjak menuju shelter membeli minum dan membeli es batu untuk mengompres pipi Alisha.
"Al,nih es batu kamu kompres dulu pipimu,biar gak kelihatan bengkak banget!" sambil memberikan pecahan es batu kepada Alsiha.
"Makasih ya Wil ,kamu sudah membantuku tadi.Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kalau saja kamu tidak ada disana." Ucap Alisha dengan berlinang air mata. Hatinya masih terasa perih melihat Aditya bersama wanita lain.
"Sama-sama Al"Menghela nafas . "kamu itu sudah seperti saudaraku kita sudah berteman lama orang tua kita juga sudah saling mengenal.Tidak ada alasan untukku tidak membantumu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat
"Apa aku boleh bicara jujur Al?!"pinta Wilda sambil menatap Alisha dalam-dalam. Takut Alisha masih belum menerima kenyataan.
"Iya boleh Wil!" jawab Alisha sambil menyeka air mata.
"Aku sudah lama mengetahui kebus*kan Aditya.ingin sekali aku mengatakan padamu Al,tapi rasanya aku butuh waktu yang tepat untuk mengatakan padamu! Maafkan aku Al" Hiiks hikss ,Wilda mulai berlinang air mata ,merasa bersalah pada sahabatnya.
Alisha memeluk sahabatnya "Tak ada yang bersalah disini Wil,akulah yang terlalu bodoh karena menyukai laki-laki seperti Aditya dan menerimanya waktu itu!" melepas pelukan dan menyeka air mata Wilda.
" Se sebenarnya Aditya mendekatimu dulu karena dia kalah taruhan. Aditya yang saat itu belum punya pacar di tantang sama Bagas bila ia kalah balapan maka Aditya harus bisa mendapatkan pacar dalam waktu 1 bulan.
aku mempertemukanmu dengan Aditya tepat sehari setelah perjanjian mereka" tutur Wilda dengan terbata-bata.
"Aku mengetahui itu semua karena Bagas mengatakannya.Bagas dan Aditya terlibat pertengkaran hingga saat ini. Itulah alasan Bagas mengatakan semua padaku supaya aku memberitahumu,dan memintamu segera menjauh dari Aditya."
"Harusnya aku mengatakannya dari kemarin-kemarin Al!" Tangis Wilda menjadi-jadi , rasa bersalah menyelimuti hatinya saat ini.
Alisha yang mendengar separuh dari pernyataan Wilda menangis tanpa suara,rasa sakit yang ia rasakan tadi kini menusuknya semakin dalam.
Alisha yang sedari tadi memeluk Wilda mulai melepaskan pelukannya ada rasa kecewa ,marah dan ingin berkata kotor saat itu juga.Tetapi ia mencoba menguatkan dirinya sendiri,tidak mungkin ia melakukan hal itu kepada Wilda sahabat sekaligus orang yang selalu ada disaat Alisha sedih.
((Author lanjut kerja dulu ya kakak 🤗🤗))
__ADS_1