Jalan Buntu

Jalan Buntu
KEMARAHAN MAMA


__ADS_3

Keluarga Cakra Hermawan telah menyelesaikan


makan malam. Kedua orang tua Aditya sudah pulang kerumah, sedangkan Aditya harus mengantarkan Olivia pulang.


Sesampainya di rumah Mama Aditya atau biasa di sapa Mona segera membersihkan diri. Usianya saat ini hampir mencapai kepala lima, namun meskipun usianya sudah 49 tahun Mona masih kelihatan muda dan cantik.Tak jarang saat ia berjalan di mall atau di tempat umum beberapa mata lelaki dewasa tak habis memandanginya. Mereka melihat Mona seperti wanita yang masih berusia 30 an.


Mona menyandarkan tubuhnya di tempat tidur karena ia belum mengantuk. Lalu menggapai phonselnya dari meja dan mulai berselancar dengan layarnya. Ia mencari nama yang bertuliskan "Alisha Mantuku" lalu menekan tombol panggilan.


Terdengar dering namun belum mendapat jawaban, kemudian mencobanya lagi. Untuk yang kedua kalinya barulah mendapat jawaban dari seberang sana.


"Ha halo selamat malam,Ma?" Sapa Alisha di seberang sana. Ia merasa gugup tat kala mendapat telpon dari mantan calon mertuanya itu.


"Halo sayang, apa kabar? Lama sekali kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" tanya mama Mona.


"Alisha baik-baik aja Ma,Mama sendiri apa kabar?" Alisha bertanya balik.


"Mama baik juga sayang, Emmm tadi mama ingin mengajakmu makan malam tapi Aditya..!!" pertanyaannya menggantung, setelah berfikir beberapa saat ia akan menanyakannya pertanyaan itu pada saat bertemu dengan Alisha


"Kapan kita bisa bertemu sayang, Mama merindukanmu!" ucap wanita itu.


Jantung Alisha berdegup kencang bagaimana ia bisa menemui wanita yang gagal menjadi mertuanya tersebut. Ada rasa malu dan sakit tentunya di dada Alisha, ia pernah sangat dekat dengan mamanya Aditya namun sekarang semua itu tinggalah impian.


"Alisha libur setiap hari minggu Ma." jawab Alisha.


"Baiklah minggu besok mama ingin bertemu sama kamu, kita bertemu di resto Chinese kesukaan kamu ya, kita makan disana!" ajak mama Mona.


"Baiklah ma, Alisha akan datang." jawab Alisha, sebenarnya Alisha ragu untuk bertemu dengan mama Mona, tapi setelah dipikir-pikir akhirnya Alisha menyetujui pertemuan itu. Dan berharap itu adalah pertemuan terakhir dengan mama Mona.


"Oke sayang ya sudah kalau begitu, maaf mama mengganggu waktumu, selamat beristirahat!!" pamit mama Mona kemudian menutup telpon dan beranjak menyusul suaminya ke alam mimpi.


Alisha baru saja mengganti pakaian tidurnya dan telah bersiap untuk tidur karena esok harus berangkat kerja.

__ADS_1


Ia harus terlihat bugar besok pagi.


Hari ini memberinya pelajaran berharga terlebih setelah ia bertemu dengan laki-laki yang tak dikenalnya di taman.


Tidak semua yang sudah digenggam akan memberikan kebahagiaan selamanya, kadang kala apa yang di genggam semakin erat justru akan semakin menyakiti karena duri kecil yang tidak disadari.


Sebelum tidur Alisha bergumam pada diri sendiri, Ia berjanji akan menjadi wanita yang lebih tangguh dan bertanggung jawab pada kebahagiaan diri dan keluarganya. Fokus pada karir dan bertekad akan memperbaiki ekonomi keluarga, agar suatu saat tak ada yang bisa menghinanya lagi.


Sesaat kemudian Alisha telah telah terbuai mimpi dan menanggalkan sejenak kesedihannya.


Keesokan harinya Alisha sudah sampai di tempat kerjanya. Ia sedang bertemu dengan atasannya untuk menyerahkan surat dokter.


Didalam ruangan tersebut telah hadir kepala HRD pusat yang sedang melakukan sidak. Alisha hanya menyerahkan surat keterangan sakit dan berbicang sebentar dengan Bu Ria lalu segera keluar.


Laki-laki yang merupakan Kepala HRD tersebut diam-diam memperhatikan Alisha. Ia mengingat kembali pertemuannya dengan gadis malang sewaktu ditaman. Lalu kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Ditempat lain di kediaman Cakra Hermawan. Mona sedang menginterogasi Aditya, Ia ingin anaknya mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Maaf ma, Alishalah yang bersalah Ma. Dia yang mengkhianati Aditya." jawab Aditya berbohong.


"Benarkah, bukan kamu yang mengkhianati Alisha dengan adanya Olivia?" cecar mamanya.


"Ma, mama nggak percaya sama anak sendiri? Aditya anak mama lho masa mama nggak percaya anak sendiri malah mempedulikan gadis kampung itu!" bantah Aditya.


"Iya benar kamu memang anak mama, tapi mama dan papa tidak pernah mengajarkan kamu berbohong apalagi sampai kasar kepada wanita." Ucap mamanya menegaskan.


Diam-diam Mama Mona telah mencari tahu informasi terkait Aditya melalui orang suruhannya. Jadi Mona mengetahui tingkah laku putra semata wayangnya tersebut.


"Katakan dengan jujur Aditya atau kamu tidak akan pernah mendapatkan harta warisan dari mama dan papa!!" Ucap wanita itu mulai tersulut emosi karena kelakuan anaknya.


Mendengar perkataan mamanya Aditya terperangah. Mana mungkin mama dan papa bisa setega itu pada putra satu-satunya dengan tidak memberikan warisan hanya karena seorang Alisha.

__ADS_1


"Aditya bicara jujur Ma,Pa!" Aditya masih mengelak.


tiba-tiba wuzzzz..!! puluhan potong foto bertebaran di lantai. Foto-foto itu menunjukkan bukti kegil*an Aditya.


"Masih tidak mau mengaku?" gertak sang papa sambil memungut satu foto yang di gambarnya menunjukkan aksi Aditya sedang asik menc*mb* seorang wanita di bar. Dan tampak foto-foto yang lain menunjukkan Aditya sedang pesta sabu, memperk*sa seorang gadis yang didapatnya dari hasil taruhan serta kasus kekerasan terhadap geng motor musuhnya.


Mona yang sedari tadi memperhatikan foto-foto tersebut, tertarik dengan salah satu foto yang terdapat foto Alisha lalu memungutnya. Betapa kagetnya sang mama kala mengetahui foto tersebut adalah foto saat dimana Aditya tengah mencengkram dagu Alisha di taman.


Plaakkk....!!! Sebuah tamparan keras mendarat pipi kirinya. Mona telah habis kesabaran,karena mengetahui Aditya telah melakukan kekerasan terhadap Alisha juga.


"Demi Tuhan aku tidak pernah mengajarkanmu perbuatan hina ini Aditya, papamu juga tidak melakukan kekerasan terhadap mama atau siapapun, mama dan papa juga tidak pernah menggunakan uang haram untuk menghidupimu!!!" Ucap Mona sambil menahan tangis.


"Tapi kenapa kelakuanmu ini mirip binatang!!!" teriak Mona.


Seisi rumah mendadak hening tak ada yang berani membalas ucapan Mona.


"Jawab Aditya!!!" sentak papa Cakra.


"Ma, Pa maafkan Aditya, Aditya khilaf ! Aditya janji akan bertanggung jawab atas kesalahan Aditya tapi jangan laporkan Aditya ke polisi Ma!!" rengek Aditya sambil memeluk kaki ibunya.


Wanita itu masih diam berdiri, meskipun Aditya telah bersimpuh meminta maaf.


"Mama akan memaafkanmu asal kamu bisa membawa Alisha kemari sebagai menantu mama!!" ucap mamanya.


"Jika bukan Alisha, mama tidak akan pernah memberikan restu pada wanita manapun!!" ucap mama Mona melanjutkan perkataannya.


"Dan satu lagi,mulai sekarang semua fasilitas yang mama dan papa berikan mama akan menariknya kembali!" tekan sang mama.


Aditya masih bersimpuh, dalam hatinya merasa marah pada Alisha. Menurutnya Alishalah penyebab kekacauan dikeluarganya saat ini.


"Aku akan menghancurkanmu Alisha!" Ucap Aditya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2