Jalan Buntu

Jalan Buntu
USAHA PEMBEBASAN


__ADS_3

Alisha dan keluarganya telah berada di kantor polisi, mereka akan menjalani pemeriksaan. Karena Alisha masih mempunyai adik dibawah umur Alisha dibebaskan hari itu juga, tetapi tidak dengan kedua orangtuanya.


Orangtua Alisha tetap tinggal di tahanan karena masih menjalani pemeriksaa lebih lanjut. Bagaimanapun Pak Sabar dan Bu Miralah yang berjualan kue beracun tersebut dan hal itu yang membuat keduanya harus tetap mendekam di penjara sementara.


Pak Lurah dan timnya masih mengusahakan pembebasan warganya tersebut. Ia merasa ada kejanggalan dari peritiwa ini, sebab pagi hari sebelum kejadian itu istrinya juga membeli kue di tempat Pak Sabar namun sampai saat ini masih baik-baik saja.


Sedangkan dari pengakuan warga yang keracunan mereka membeli kue itu pada siang hari. Ia tidak percaya jika Pak Sabar dan Bu Mira meracuni dagangannya sendiri.


Seluruh kerabat dan pejabat hukum yang dikenalnya semua dihubungi untuk dimintai bantuan.


Dua minggu berlalu, Alisha dan Pak Lurah serta kuasa hukum yang ditunjuk masih belum bisa membebaskan orangtuanya.


Selama itu Alisha dan adiknya tetap melakukan aktivitas seperti biasanya. Hanya saja mereka harus hidup berdampingan dengan cemoohan tetangga. Ada yang menghinanya ada pula yang membelanya.


"Mau kemana neng, bapakmu masih di penjara ya?" tanya seorang ibu-ibu yang kebetulan melintas didepan rumahnya.


"Ehh, iya Bu." jawab Alisha. Alisha yang hendak berangkat kerjapun terpaksa berhenti sejenak untuk menanggapi pertanyaan dari tetangganya.


"Makanya bilangin tuh sama orangtuamu, jualan kok sambil ngracun. Syukurin masuk penjara kan akhirnya!!" cibir wanita tua tersebut.

__ADS_1


Alisha yang mendapat cibiran itu memilih untuk segera berangkat kerja, selain mengejar waktu ia juga sudah tidak sanggup mendengar kedua orangtuanya terus menerus dihina.


Kejadian yang menimpa Alisha dan keluarganya pun sudah didengar oleh semua karyawan di tempat Alisha bekerja. Mereka membicarakan Alisha setiap saat.


"Casingnya aja alim, dalemnya ternyata pembunuh!!" ucap salah satu karyawan.


"Iya ya, di toko aja Alisha jadi anak kesayangan Bu Ria dan managemen, bisa-bisanya meracuni tetangganya sendiri." sahut yang lainnya.


Pembicaraan kedua manusia itu didengar oleh Putri sahabat sekaligus orang kepercayaan Alisha.


"eheem ehemmm!!! Enak ya siang-siang udah ngomongin temen sendiri." sapa Putri.


"Di dunia ini gak ada manusia yang sempurna bestii, sebaik-baiknya orang mereka tetap saja tak luput dari kekeliruan. Lagian ngapain sihh ngurusin hidup orang lain? Memangnya kita sudah yang paling baik,haa?" ucap Putri penuh penekanan. Hingga membuat kedua temannya terdiam tak berkata apapun.


Beruntung pamannya tidak sedang bertugas di luar pulau jadi bisa membantu.


Karena pamannya seorang intel, ia mendatangi lokasi kejadian dan mencari-cari cctv yang terpasang bisa saja terlewat saat pemeriksaan. Pada penyelidikan sebelumnya semua cctv tetangga juga telah ikut diperiksa, tapi semua cctv tidak ada yang menghadap ke halaman rumah Alisha.


Benar saja tak butuh waktu lama paman Putri melihat cctv yang terletak di lantai dua salah satu rumah tetangga. Cctv itu menghadap ke jalan dan mengarah ke halaman rumah Alisha.

__ADS_1


Polisi pernah mendatangi rumah tersebut namun sialnya, penghuninya sedang berada diluar negeri. Sehingga tidak bisa memberikan akses secara langsung.


Namanya juga orang miskin jika tidak bisa membayar lebih untuk membebaskan seseorang, maka semua laporan juga lambat untuk ditindak lanjuti.


Berbeda dengan paman Putri ia mampu meretas cctv tersebut, baginya meretas cctv bukanlah hal yang sulit. Ia telah mendapatkan rekaman cctv tersebut dan mengamati dengan jeli tak ingin sedikitpun kehilangan petunjuk.


Sang paman hanya dibantu oleh salah satu personil bawahannya. Dengan cepat mereka telah menemukan pelaku yang sudah menaruh racun pada kue yang dijual Bu Mira dan Pak Sabar.


Putri telah mendapat kabar jika pamannya telah menemukan siapa pelakunya. Ia tak sabar ingin segera memberi tahu Alisha.


"Alisha !!! Aku punya kabar gembira!!!." teriak Putri sambil berlari memeluk Alisha yang tengah istirahat di ruang istirahat.


"Ada apa Put, kabar gembira apa?" tanya Alisha.


"Pamanku telah menemukan siapa pelaku yang menaruh racun dalam dagangan ibumu." jawab Putri.


"Benarkah?" tanya Alisha terharu. Sebentar lagi kebenaran akan terungkap dan orangtuanya bisa segera bebas.


"Iya Al selamat ya, aku turut bahagia!! Besok pagi paman akan mengajakmu bertemu Pak Lurah dan kuasa hukum kalian." ucap Putri

__ADS_1


"Baiklah besok aku akan meminta ijin sama Bu Ria untuk mengurus ke kantor polisi, makasih banyak ya Put kamu sudah banyak membantuku." ucap Alisha, lalu keduanya berpelukan.


"Kebenaran akan terungkap Bapak sama Ibu akan segera bebas." gumam Alisha dalam hati.


__ADS_2