Jalan Buntu

Jalan Buntu
PERUSAHAAN FRANS CORP


__ADS_3

Enam bulan sudah usaha yang dimiliki Alisha berjalan dengan lancar tanpa halangan. Kini Alisha juga sudah membuka toko kecil-kecilan yang terletak dipinggir jalan raya. Karyawannya juga semakin bertambah, dan saat ini hidupnya perlahan mulai membaik.


Ia menyewa salah satu ruko dengan harga murah, ruko tersebut milik orang tua Fira. Sebenarnya orang tua Fira tidak memungut biaya sewa, namun karena merasa enggan Alisha tetap membayar sewa atau uang pajak listrik.


Buah dari kesabaran Alisha selama beberapa bulan terakhir, menghasilkan kesuksesan yang membuat siapa saja iri. Pasalnya ia tak butuh waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan usahanya yang telah dirintis dari nol.


Karena jenis usahanya yang mudah dan tidak membutuhkan modal besar, beberapa tetangga mulai mengikuti jejaknya ada yang ikut menjual produk yang sama dengan produk yang dijual Alisha atau menjadi reseller dari industri milik Alisha.


Produk Alisha yang diberi nama "Als Food & Bevarage" mulai dikenal oleh kalangan masyarakat di kotanya. Kini Als F&B mulai merambah ke resto, cafe serta kantin-kantin sekolah dan kantor. Setiap harinya driver akan mengirim ke lokasi-lokasi tersebut.


Suatu hari Alisha memanggil Dika orang yang dipercayainya untuk mengurus tokonya. Setiap harinya Dika akan melaporkan hasil penjualan dan jumlah pesanan yang masuk. Alisha sendiri yang akan menyediakan kebutuhan bahan baku untuk memproses pesanan Als F&B.


"Dika, bagaimana pesanan kita siang ini, apakah bisa terpenuhi?" tanya Alisha.


"Alhamdulillah bisa Mbak! Semuanya bisa kita handle dengan baik." jawab Dika.


"Baiklah, Siang nanti Mbak sendiri yang mengirim pesanan dari perusahaan Frans Corp. Siapkan saja pesanan dan notanya." titah Alisha. Biasanya Dikalah yang mengantar pesanan dan mengambil uang pembayarannya.


"Siap Mbak." jawab Dika.


Dika adalah sahabat dari adiknya Aldo. Mereka berkawan sedari sekolah dasar. Sejak kecil Dika dan adiknya diasuh oleh kakek dan neneknya, orang tuanya meninggal dunia saat terlibat kecelakaan. Keduanya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit akibat benturan keras dikepala.


Dika hanya tamatan SMP, kakek dan neneknya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Dika dan adiknya pada saat itu. Dika tidak ingin adik satu-satunya mengikuti jejak kakaknya yang hanya tamatan rendah. Oleh sebab itu sejak lulus dari SMP Dika sudah bekerja untuk membiayai adiknya sekolah dan membantu ekonomi kakek neneknya.


Diusianya yang sekarang ini ia harus menghidupi tiga orang sekaligus. Bahkan untuk memenuhi keinginan pribadi Dika akan mendapatkannya saat semua kebutuhan rumah terpenuhi.


Aldo yang merekomendasikan sendiri kepada kakaknya Alisha untuk merekrut Dika menjadi orang kepercayaannya. Tentunya Dika akan dibantu oleh Aldo saat Aldo selesai kuliah.


Hari sudah menjelang siang, terik matahari mulai menyengat kulit siapa saja yang ada dibawahnya. Alisha telah sampai di perusahaan yang memesan produknya sebanyak 1000 botol. Ia tidak sendiri melainkan berangkat bersama dua orang karyawan laki-lakinya, karena harus mengangkat pesanan yang begitu banyak tidak mungkin Alisha sendiri yang mengerjakannya.

__ADS_1


Sesampainya dihalaman parkir Alisha turun dari mobil boxnya lalu menemui satpam yang bertugas dan meminta ijin untuk menurunkan pesanannya.


"Selamat siang Pak, pesanannya mau diletakkan dimana Ya?" tanya Alisha. Pak satpam yang sudah diberitahu atasannya bahwa hari ini akan datang kiriman dari Als F&B pun sudah paham kemudian mengantarkan Alisha ke gudang kantin perusahaan tersebut.


"Ohh iya mbak, mari saya tunjukkan! Untuk pelunasannya nanti saya antar ke ruangan HRD setelah semua selesai diturunkan.


Setelah semua botol berisi minuman Milky red velvetnya berhasil diturunkan semua, Alisha beranjak menuju ruangan HRD untuk melakukan pelunasan.


"Sebelah sini Mbak ruangannya!" ucap Pak satpam sambil menunjukkan salah satu ruangan HRD.


"Permisi!!!" ucap Alisha.


"Ya masuk!!" perintah seseorang dari dalam ruangan tersebut.


Setelah mendapat jawaban dari sang pemilik ruangan Alisha pun membuka perlahan pintu yang terbuat dari kaca dan menutupnya kembali.


Didalam ruangan tersebut hanya ada seorang laki-laki yang sedang duduk menghadap keluar jendela, sehingga pada saat Alisha masuk laki-laki tersebut masih membelakangi Alisha.


"Bud*k apa gimana sih nih orang, masuk nggak disambut, sampai di dalam malah dicuekin." umpat Alisha dalam hati.


"Apa kamu bilang!!?" tanya pria tersebut, Alisha tersentak mendengar ucapan pria tersebut seolah-olah bisa membaca apa yang sedang Alisha pikirkan.


"Ma maaf Pak saya hanya minta bapak menandatangi nota pembelian ini dan berikut pelunasannya." ucap Alisha mengulangi perkataannya.


Laki-laki tersebut memutar badan lalu menghadap ke Alisha, dan betapa kagetnya saat pria tersebut menoleh dan menyuruh Alisha untuk duduk di kursi tamu.


"Silakan duduk Alisha!!" ucap pria tersebut.


"Fff Frans..!!!" ucap Alisha terbata, tatkala mengetahui siapa pria tersebut. Tubuh Alisha bergetar dan terasa sulit digerakkan, ujung jari tangannya mendadak dingin.

__ADS_1


Frans adalah laki-laki yang disukainya pada saat awal masuk SMK, Alisha dan Frans masih satu jurusan namun beda kelas. Karena Alisha pada saat itu masih menjadi gadis dekil Frans pun hanya tertawa saat mengetahui Alisha menyukainya.


Alisha memang menyukainya tetapi tidak pernah mengungkapkannya. Frans mengetahui jika Alisha menyukainya karena diberitahu oleh salah satu teman Frans.


Sejak saat itu Alisha malu dan berbalik membenci Frans karena telah membuatnya patah hati.


"Apa kamu akan berdiri disitu seterusnya?" tanya Frans kepada Alisha yang masih berdiri terpaku.


"Maaf, saya cuma mau anda menandatangani nota pembelian ini dan melunasi kekurangannya." ucap Alisha tanpa berpindah dari tempat berdirinya. Rasa benci yang pernah tertanam kembali menyeruak didadanya.


"Heii, kenapa terburu-buru sekali Al, bukankah momen seperti ini yang kamu tunggu?" tanya Frans bercanda.


"Apa maksudmu?" tanya Alisha risih.


"Bukankah kamu menyukaiku sejak kita masih sekolah?" ucap Frans percaya diri.


"Apa aku pernah mengatakannya padamu jika aku menyukaimu? Kenapa percaya diri sekali?" tanya Alisha mencibir.


"Hahaha kamu memang tidak pernah mengatakannya padaku Al, tapi aku mengetahuinya." ucap Frans.


"Lebih baik segera tanda tangan dan berikan sisa pembayarannya!!" ucap Alisha mencoba menghindari perkataan Frans.


"Baiklah, aku akan membayar sisanya malam nanti saat kita makan malam bagaimana?" tanya Frans, ia berniat mengajak Alisha untuk makan malam dengan dalih membayar pelunasan.


"Aku butuh uang itu sekarang!!" tolak Alisha kesal.


Tanpa memberikan jawaban apapun Frans hanya memberikan kartu nama yang berisi alamat sebuah resto ternama di kota.


Ia pun mendekati Alisha "Temui aku disana tepat jam 7 malam!!" ucap Frans berbisik di telinga kanan Alisha.

__ADS_1


Mau tidak mau Alisha terpaksa membatalkan niatnya untuk mengambil uang pelunasannya dan akan menemui Frans malam nanti. Ia mengambil kartu nama yang diberikan oleh Frans tanpa melihat dimana lokasi yang dimaksudkan Frans.


Alisha bergegas meninggalkan ruangan Frans, ia tak ingin Frans mengetahui perasaannya saat ini. Bagaimanapun Alisha pernah memiliki rasa terhadap Frans, dan rasa yang pernah membuatnya kecewa kini tiba-tiba hadir dihadapannya.


__ADS_2