Jalan Buntu

Jalan Buntu
DENDAM BERLANJUT


__ADS_3

Saat keluarga besar Alisha sedang berbahagia karena bebasnya Pak Sabar dan Bu Mira, berbeda dengan Olivia wanita tersebut sedang memarahi anak buahnya yang dianggap tidak becus mengurus perintahnya.


"Benar-benar bodoh, bagaimana bisa kalian kecolongan hahh!!!" bentak Olivia pada anak buahnya.


"Dan bagaimana polisi-polisi dengan mudahnya mengeluarkan keluarga tidak berguna itu!!!" tanya Oliva.


Olivia tampak gusar dan berkali kali mengacak rambutnya. Ia masih tidak habis pikir siapa yang berani mengeluarkan orang tua Alisha dan bisa-bisanya polisi suruhannya takut pada orang-orang tersebut.


"Maaf Nona besar, laki-laki yang membebaskan orang tua Alisha adalah Komandan tertinggi yang ada di Polres kota, ia juga salah satu anggota intel yang paling disegani." ucap salah satu anak buahnya.


"Sial*n awas saja kalian aku akan menghancurkan kalian semua!!" umpat Olivia dalam hati.


Setelah gagal memenjarakan orang tua Alisha, Olivia pun nampaknya tak akan tinggal diam. Dendam terhadap Alisha kian hari kian tumbuh dalam dadanya, dan semakin ingin melenyapkannya. Namun Olivia tak ingin begitu saja menghabisi Alisha, ia ingin bermain-main dahulu. Dalam pikirnya tak seru jika Alisha hancur dengan cepat, ia ingin membuat Alisha menderita lalu menghabisinya secara perlahan.


Olivia membenci Alisha semenjak ia bertemu pertama kali, pasalnya Alisha adalah kekasih dari Aditya dan dirinya adalah selingkuhan yang ingin merebut posisi utama. Olivia ingin menyingkirkan Alisha sejak lama namun karena Alisha masih menjadi kekasih Aditya maka ia mengurungkan niatnya.


Setelah Alisha resmi berpisah dari Aditya Olivia berniat menyingkirkan Alisha sesegera mungkin dari kehidupan Aditya dan keluarganya. Apalagi orang tua Aditya sangat dekat dengan Alisha hal itulah yang mendasari Olivia untuk segera menyingkirkan Alisha.


"Tunggu saja Alisha, aku akan segera menyingkirkanmu dari dunia ini. Tak ada yang bisa memiliki Aditya dan keluarganya selain aku, hanya aku yang pantas menjadi menantu Cakra Hermawan hahahah!!!!" ucap Olivia sambil tergelak.


Ia pun segera mengatur strategi baru untuk menyingkirkan Alisha. Lalu Ia teringat ayahnya yang merupakan salah satu investor dan pemegang setengah saham dari perusahaan tempat Alisha bekerja. Itu berarti sang ayah bisa melakukan apapun pada perusahaan tersebut, termasuk memecat Alisha.


Olivia memerintahkan salah satu anak buah untuk mengambilkan phonsel genggamnya. Setelah mendapat apa yang diinginkan Olivia menelpon ayahnya.


"Halo Pa, Papa lagi dimana Olivia mau minta bantuan Papa?" tanya Olivia.


"Halo sayang Papa sedang ada meeting, apa yang bisa Papa lakukan untuk anak kesayangan Papa?" tanya papanya.


Setelah menyampaikan maksud dan keinginannya, Olivia mengucapkan terimakasih kepada papanya

__ADS_1


"Terimakasih banyak Pa, Papa selalu mengerti apa yang diinginkan Olivia." ucap Olivia lalu menutup sambungan telponnya.


*******


Keesokan harinya di tempat Alisha bekerja digemparkan


dengan hilangnya uang hasil penjualan dan juga uang kas toko. Bu Ria merintahkan semua tas karyawan dan loker diperiksa termasuk tas milik Alisha.


Namun saat memeriksa loker milik alisha, betapa kagetnya Bu Ria yang mendapati uang gepokan berada di loker Alisha. Uang itu tidak berjumlah sesuai dengan uang yang hilang melainkan masih kurang sebesar satu juta rupiah.


Kejadian tertangkapnya pelaku pencurian uang disaksikan oleh seluruh karyawan toko, banyak yang menggunjing Alisha karena telah berani mencuri uang toko.


Bu Ria memanggil Alisha ke ruangannya,


"Alisha, katakan pada ibu dimana uang yang lainnya kamu sembunyikan?" tanya Bu Ria sambil menahan marah.


"Tapi Bu, demi Allah saya tidak mengambil uang itu dan saya juga tidak tahu uang yang sebagiannya lagi." jawab Alisha mulai terisak.


"Semua bukti sudah jelas uang ini berada di lokermu , jika bukan kamu lalu siapa lagi? Ibu tahu Alisha keluargamu sedang berusaha bangkit kembali setelah peristiwa kemarin tapi bukan berarti kamu harus mencuri uang perusahaan!!" bentak Bu Ria.


Ia sendiri sebenarnya tidak menyangka jika Alishalah yang mencuri uang tersebut. Namun Sebagai atasan Ia harus bekerja dengan profesional tidak ada istilah staf kesayangan atau yang lainnya. Jika staf satu melakukan kesalahan yang merugikan maka ia akan segera mengambil tindakan.


"Alisha ibu tidak menyangka kamu berani melakukan perbuatan ini, namun sesuai dengan peraturan yang ada


kamu harus menerima konsekuensi dan bertanggung jawab atas perbuatanmu." ucap Bu Ria.


"Besok kamu tidak perlu berangkat kerja lagi, dan dengan terpaksa Ibu harus memecatmu mulai hari ini!!!" lanjutnya.


"Bu, demi Allah saya tidak mencuri saya juga tidak tahu bagaimana mana uang itu bisa berada di loker saya." bujuk Alisha masih terisak.

__ADS_1


"Maafkan Ibu Alisha, silahkan keluar dari ruangan Ibu dan tinggalkan toko ini sekarang juga!!!" perintah Bu Ria.


Saat Alisha keluar dari ruangan Bu Ria semua karyawan menyoraki Alisha.


"Huuuu !!!! Wuuuuu!!!! Dasaarr pencuriii!!!! teriak seluruh karyawan.


Tanpa menunggu lama Alisha mengambil tas dan barang pribadi yang ditinggal di loker, lalu meninggalkan toko dengan segera.


Ia berjalan ke parkiran sambil menangis dan sesekali mengusap air matanya. Pak Salim tukang parkir yang melihatnya menghampiri Alisha dan membantu mengeluarkan sepeda motor milik Alisha.


"Neng Alisha menangis?" tanya Pak Salim iba.


"Ahh, gak papa Pak hanya kelilipan debu saja." jawab Alisha sekenanya.


"Lalu Neng Alisha mau kemana, ini kan belum jam istrahat kok bawa tas?" tanya Pak Salim penasaran.


"Alisha terakhir bekerja disini Pak, Pak Salim sehat-sehat ya di sini jangan lupa kasih kabar ke saya kalau Pak Salim ada hajat." ucap Alisha dengan tetap menyunggingkan senyum meskipun menahan tangis.


"Loh!! Kenapa Neng? Wahh gak seru dong kalau gak ada Neng Alisha!" ucap Pak Salim.


Pak Salim memang terbiasa ngobrol dengan Alisha, Alisha yang ramah dan humble membuat siapapun jadi merasa dekat. Termasuk Pak Salim ia merasa kehilangan saat Alisha mengucapkan jika hari ini hari terakhir Alisha bekerja di perusahaan tersebut.


"Saya dituduh mencuri uang toko Pak, itulah sebabnya kenapa saya terakhir bekerja disini karena saya sudah dipecat." jelas Alisha.


Tak ingin memperpanjang obrolan Alisha pun berpamitan dan meninggalkan tempat dimana selama ini ia mendapatkan salah satu sumber kehidupan.


Dengan mata yang masih banjir Alisha bergerak menuju taman di dekat danau. Ia ingin mencurahakan gundah gulana dalam hatinya disana.


"Halo, Wil aku ada ditaman tempat biasa kita nongkrong bisa kita bertemu sekarang, ada yang ingin aku ceritakan." ucap Alisha melalui panggilan telpon.

__ADS_1


Alisha menelpon Wilda sahabatnya, ia ingin mencurahkan segala kekesalan dan kesedihannya kepada Wilda.


Sambil menunggu Wilda Alisha berjalan menuju shelter untuk membeli minuman, karena sedari tadi ia merasa sangat kehausan.


__ADS_2