Jalan Buntu

Jalan Buntu
SIASAT JAHAT ADITYA DAN OLIVIA


__ADS_3

Olivia masih dalam posisi duduknya didalam mobil. Orang yang diminta menjemputnya sedari tadi belum juga datang. Untuk mengurangi rasa takutnya Olivia menelpon Aditya.


Tuttt...!!! tuttttt...!! suara dering panggilan dari phonsel Olivia.


"Halo sayang, ada apa kamu menelponku?" tanya Aditya dari seberang telpon.


"Sayangg, aku kesal sekali hari ini?" ucap Olivia merajuk.


"Kenapa memangnya?" tanya Aditya.


"Aku tadi mengikuti Alisha saat dia pulang kerja, karena aku mau kasih sedikit pelajaran. Malah Alisha yang mengerjaiku disepanjang jalan dengan kebut-kebutan, pada saat aku akan mensejajari motornya dia tiba-tiba berhenti mendadak. Aku yang masih bawa mobil dengan kecepatan tinggi jadi nabrak pembatas jalan. Sekarang bumper mobilku rusak, sayang!!" ucap Olivia dengan manja.


"Memangnya kenapa dengan perempuan itu?" tanya Aditya.


"Gara-gara Alisha aku dimarahi ibumu waktu kita bertemu di mall, hanya karena aku meminta Alisha untuk menjauhi keluargamu" jawab Olivia mencari perhatian kepada Aditya.


Namun bukan Aditya jika tidak mempermainkan wanita. Meskipun Olivia sedang menelponnya, Aditya masih menikmati b*la*an lemb*t dari wanita yang disewanya.


Aditya mengatakan jika dirinya tidak bisa menjemput Olivia karena sedang tour ke luar kota. Nyatanya Aditya sedang berada disebuah hotel tak jauh dari pusat kota.


"Ya sudah nanti aku telpon lagi ya, besok kita bertemu di cafe Alexa jam 7 malam oke?" ucap Aditya. Ia menyelesaikan percakapannya dengan Olivia, karena ingin segera melanjutkan aktivitas panasnya.

__ADS_1


"Sial*an Aditya, sudah berani mematikan telpon seenaknya!" umpat Olivia.


Lima belas menit kemudian jemputannya pun datang, mereka adalah orang kepercayaan ayahnya yang memang disiapkan sebagai body guard Olivia. Namun Olivia tidak ingin terlalu dekat apa lagi diawasi terus menerus oleh body guardnya, sehingga dua orang body guard itu hanya mengawalnya dari kejauhan bila diminta oleh Olivia.


"Lama banget sihh, tidur ya kerjaan kalian!!" bentak Olivia.


"Maafkan kami Nona, sepanjang perjalanan menuju kemari macet, sebelum kesini kami juga disuruh menghadap Tuan besar terlebih dahulu." ucap salah satu body guardnya. Tuan besar yang dimaksud adalah ayahnya Olivia.


"Ya sudah bereskan mobil saya segera, saya ingin secepatnya mobil itu kembali seperti semula!" perintah Olivia.


"Andra bawa mobil saya!!" ucap Olivia kepada dua orang ajudan kembar tersebut sambil menyerahkan kunci mobil.


"Baik, Nona." jawab ajudan yang bernama Andra. Sedangkan Andri ajudan yang satunya membawa Nona besar kembali kerumah.


Sedangkan Olivia, sesampainya dirumah ia masih bersandar pada nakas tempat tidur dan berselancar dengan phonselnya. Ia sedang memikirkan bagaimana caranya membalas perbuatan yang dilakukan Alisha hari ini.


Keesokan harinya Olivia telah bertemu dengan Aditya di cafe yang telah dijanjikan. Aditya sebenarnya sudah malas menjalin hubungan dengan Olivia, tapi karena Olivia bisa menghasilkan uang dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan, Aditya tetap mempertahankan hubungan mereka. Selain itu Olivia juga bisa memberikan kepu*san untuknya secara gratis.


"Halo sayang!" sapa Olivia lalu memeluk dan menci*um Aditya.


"Halo juga sayang, bagaimana kabarmu? Apakah ada yang sakit setelah kecelakaan kemarin?" tanya Aditya basa-basi.

__ADS_1


"Seperti apa yang kamu lihat aku baik-baik saja sayang." jawab Olivia.


"Hanya saja aku masih kesal dengan mantan kekasihmu yang miskin dan sok itu, bisa-bisanya dia mngerjaiku." omel olivia dengan bersungut-sungut.


"Apa kamu ingin aku melakukan sesuatu kepada Alisha?" tanya Aditya.


"Tentu saja, aku ingin kamu menghancurkan Alisha!" pinta Olivia.


"Aku akan melakukannya dengan senang hati, kapan dan dimana aku harus melakukannya?" tanya Aditya sambil nyengir licik.


"Cihhh!!! Bukan kamu yang akan melakukannya tapi orang lain hahahaa!" jawab Olivia.


"Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sedikitpun, sayang!!!" ucap Olivia penuh penekanan tentu saja hal itu membuat Olivia cemburu.


"Baiklah katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Aditya.


"Aku ingin kamu membuat keluarganya jatuh semakin miskin bila perlu biarkan mereka jadi gelandangan. Kita culik Alisha lalu aku akan menyuruh beberapa body guardku menyiksa dan mengambil paksa keper*w*nannya, setelah itu akan aku jadikan Alisha sebagai budak **** di tempat hiburan malam milik ayahku, hahahaa." jawaban Olivia membuat siapapun begidik ngeri.


Semenjak dirinya pacaran dengan Aditya membuat Olivia menjadi semakin liar dan kejam, apalagi disupport oleh Ayahnya yang sama-sama bengis.


"Sepertinya menyenangkan sekali, meskipun Alisha pernah menjadi kekasihku tapi sekarang aku membencinya. Gara-gara perempuan itu mama mengambil kembali fasilitas yang diberikannya untukku, dan aku hanya diberi uang pas-pas an!!" umpat Aditya, menyetujui ide dari Olivia.

__ADS_1


Olivia yang mendengar itu hanya melirik ke arah Aditya, ia tak suka Aditya menyebutnya sebagai kekasih.


Mereka telah memiliki rencana jahat yang akan mereka lakukan kepada Alisha, keduanya menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkan Alisha dan keluarganya.


__ADS_2