
Keesokan harinya Alisha, Pak Lurah, Paman Putri dan juga kuasa hukum yang telah ditunjuk mendatangi Polres kota. Mereka mengajukan bukti yang dianggap kuat untuk membebaskan orang tua Alisha.
Alisha tidak kepikiran bagaimana cara membayar kuasa hukum dan yang lainnya, yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana cara orang tuanya segera bebas dari penjara.
Sesampainya di ruang penyidikan, Paman Putri menunjukkan bukti video dari cctv yang didapatnya. Anggota kepolisian yang bertugaspun segera mengecek video tersebut. Tampaknya mereka mengenal siapa Paman Putri terlihat dari raut wajah mereka seperti ketakutan.
"Cek video itu dan segera bebaskan orang tua wanita ini!!" Ucap Paman Putri dengan dingin tanpa ekspresi.
"Ba baik Komandan." jawab salah satu anggota polisi yang bernama Arya.
Paman Putri adalah seorang Komandan Korps Brimop Polri, ia sangat ditakuti oleh seluruh anggora Polri yang mengenalnya atau para musuh bebuyutan negara. Ia juga bertugas sebagai salah satu anggota intel hebat yang terpilih untuk melakukan pengintaian konflik di berbagai daerah di luar negeri.
"Kapan mereka akan dibebaskan?" tanya Paman Putri.
"Setelah bukti ini kami ajukan ke pengadilan, orangtua wanita ini akan segera dibebaskan Komandan!" ucap Iptu Arya gugup.
__ADS_1
"Bagus!! dalam 2x24 jam jika orangtua nona ini tidak keluar dan pelaku yang ada divideo itu tidak tertangkap,saya yang akan turun tangan!!" ucap pria tersebut, lalu meminta izin untuk pulang.
Setelah dua hari, paginya Tim dan kuasa hukum yang membela keluarga Alisha mendatangi Polres untuk menjemput orang tua Alisha.
Anggota kepolisian sudah menangkap pelaku utama fitnah keji tersebut. Ia adalah salah satu orang suruhan Olivia, namun saat pemeriksaan orang tersebut mengaku jika dirinya menaruh racun karena merasa tersaingi dengan usaha kue milik Bu Mira. Ia menaruh racun dengan cara berpura-pura menjadi pembeli, saat Bu Mira lengah pelaku tersebut meneteskan racun pada kue-kue yang dapat dijangkaunya.
Pelaku tidak berani mengaku saat ditanya penyebab dirinya melakukan tindak kejahatan, pasalnya anak dan istrinya sedang disandra oleh Olivia. Jika ia mengaku maka anak dan istrinya akan dibunuh, tapi jika ia mengaku kejahatan tersebut murni karena kesalahannya maka anak dan istrinya selamat dan diberi uang jaminan sebesar seratus juta rupiah namun ia harus rela mendekam di penjara sesuai dengan tuntutan.
Manusia kadang menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan uang, termasuk mengorbankan diri demi anak dan istri. Seperti yang dilakukan Sadikin, pria tersebut adalah pelaku yang meracuni dagangan orang tua Alisha dan orang yang telah memprovokasi warga untuk melakukan demo di rumah Alisha.
Sebelum pulang orang tua Alisha menyempatkan diri melihat pelaku yang memfitnahnya. Mereka tidak ingin balas dendam dan sudah memaafkan pelaku.
Sementara istri dan anak Sadikin sudah dibebaskan dengan diberi uang jaminan seratus juta untuk mereka bertahan hidup tanpa kepala keluarga.
Sampai dirumah Alisha para warga sudah berdatangan. Banyak dari mereka mengucapkan selamat atas bebasnya Pak Sabar dan Bu Mira dan tak sedikit pula yang datang untuk meminta maaf karena telah menuduh keluarga tersebut dan ikut menghancurkan usahanya.
__ADS_1
Pak Lurah, kuasa hukum dan jajarannya masih berada di rumah Alisha begitu pula Paman Putri dan kawannya.
Mereka asyik mengobrol membahas pengalaman-pengalaman selama bekerja.
"Bapak-bapak semuanya, Pak Lurah Pak Agung Mas Bimo dan Mas Ilyas serta bapak-bapak jajaran kelurahan maupun dari tim kuasa hukum, saya mewakili keluarga saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih karena telah membantu keluarga saya, membantu membebaskan saya dan istri dari penjara dan membersihkan nama kaluarga kami yang telah tercemar. Tanpa bapak-bapak semuanya saya tidak tahu nasib keluarga kami nantinya bagimana" ucap Pak Sabar saat menghampiri tikar yang di tempati Pak Lurah dan yang lainnya.
"Sama-sama Pak Sabar, sudah kewajiban saya sebagai Lurah di sini membantu warga kami yang membutuhkan pertolongan. Sudah sepatutnya hal ini kami yang menyelesaikan, andai saja waktu itu tim kelurahan lebih jeli dalam menerima warga baru mungkin hal ini tidak akan terjadi di keluarga Pak Sabar. Kami juga meminta maaf yang sebesar-besarnya Pak." ucap pak lurah mewakili jajarannya.
Mendengar hal itu Pak Sabar sangat terharu, ternyata masih ada orang baik disekitarnya yang mau membantu tanpa balasan apapun.
Setelah ngobrol panjang Pak Sabar dan Bu Mira mempersilakan warga yang hadir untuk menikmati makan siang.
Bu Mira yang menyiapkan berbagai masakan dan makanan serta minuman dibantu oleh ibu-ibu tetangga yang turut hadir menyambutnya.
Setelah semua selesai menyantap hidangan para wargapun satu per satu mengundurkan diri untuk pulang karena hari sudah menjelang sore.
__ADS_1
Begitupun Pak Lurah dan yang lainnya setelah Pak Sabar mengucapkan terimakasih. Disusul Bimo paman Putri dan kawannya Iptu Ilyas.
Tinggal keluarga Pak Sabar dan saudaranya yang telah datang dari desa lain. Lalu mereka masuk rumah untuk membersihkan diri dan dilanjutkan untuk sholat magrib berjamaah.