
Wilda telah sampai di tempat yang diinfokan Alisha, mereka bercengkrama sambil sesekali bersendau gurau untuk sejenak melupakan keterpurukan.
"Bersabarlah Alisha, Tuhan memberi ujian pasti ada hikmah dibaliknya, aku dan teman-teman akan selalu mendukung dan membantumu, percayalah!!!" ucap Wilda memberikan semangat kepada Alisha.
Setelah keduanya selesai ngobrol mereka pergi kesalah satu resto yang tak jauh dari taman tersebut. Mereka memilih resto sederhana yang menyediakan berbagai makanan khas Indonesia. Selain nikmat harganya pun juga terjangkau, resto ini sangat terkenal sehingga walaupun tempatnya kecil dan sederhana namun pengunjungnya silih berganti.
Di tengah-tengah mereka makan datang seorang perempuan paruh baya yang tiba-tiba duduk di samping Alisha.
"Kenapa makan siang disini tidak memberi tahu Mama?" tanya wanita tersebut yang tak lain adalah Mona.
"Ehh emm Ma Mama, bagaimana Mama tahu kita ada disini?" tanya Alisha.
"Kebetulan Mama lewat sini jadi sekalian mampir buat makan siang, pas sampai di pintu masuk lihat kamu sama temanmu disini,Mama samperin dehh." ucap Mona.
__ADS_1
"Kamu libur Al?" lanjutnya.
"Al Alisha anu Ma, emm..!!!" Alisha gugup.
"Alisha sudah tidak bekerja tante, hari ini dia dipecat." timpal Wilda tanpa meminta persetujuan Alisha untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi.
"Will...!!!" ucap Alisha kesal.
"Alisha dituduh mencuri uang toko tante, gara-gara uang itu tiba-tiba berada di lokernya Alisha, padahal Alisha tidak melakukannya. Sedangkan atasannya tidak mau tahu kebenarannya. Kampr***** emang atasannya." sahut Wilda. Ia juga turut kesal terhadap atasan Alisha yang tidak adil.
"Apa kamu sudah melaporkan kejadian ini ke polisi,Al?" tanya Mona. Ia tidak terima anak angkatnya diperlakukan semena-mena.
"Tidak perlu Ma, mungkin rejeki Alisha sudah habis disana Alisha harus mencari tempat kerja yang lain Ma." ucap Alisha sendu.
__ADS_1
"Baiklah, terserah kamu sayang. Kebetulan Mama juga sedang membutuhkan asisten manajer, bagaimana kalau kamu bekerja sama Mama? Mama akan senang sekali jika kamu bekerja sama Mama, karena Mama bisa melihatmu setiap hari." ucap mona sambil tersenyum dan berharap Alisha menerima tawarannya.
Alisha sangat bersyukur setelah dipecat ia langsung mendapat tawaran pekerjaan dengan jabatan yang lebih tinggi dan tentunya gaji juga lebih besar. Ia ingin sekali menerima tawaran dari Mama Mona, namun hatinya sangat berat jika ia menerima tawaran Mama Mona maka setiap hari akan bersama Mama Mona dan itu artinya besar kemungkinan ia akan bertemu dengan Aditya.
Dan Alisha tidak menginginkan itu terjadi, melihat Aditya sama saja mengupas kembali luka yang yang selama ini berhasil dibalutnya.
"Terimakasih banyak untuk tawarannya Ma, Alisha tidak bermaksud menolak ajakan Mama, tapi Alisha sudah memutuskan untuk membuat usaha kecil-kecilan dirumah dan membantu mengembangkan kembali usaha orang tua Alisha." tolak Alisha dengan lembut, ia sebenarnya tidak enak hati menolak ajakan mantan calon mertuanya itu, namun ia juga tidak bisa membiarkan hatinya terluka jika saja harus bertemu Aditya.
Dalam hati Mona yang sudah sangat berharap Alisha bekerja dengannya, kini pupus sudah. Ia merasakan ada guratan kecil yang sedang merobek hatinya. Entah sejak kapan setiap dekat dengan Alisha hatinya begitu tentram, rindu saat jauh, marah saat ada yg menyakiti Alisha dan sedih tatkala Alisha menolak ajakannya.
Seperti ada ikatan yang menyatukan mereka berdua, meskipun tidak saling menyadari.
Ketiga wanita tersebut telah menyelesaikan makan siang dan melanjutkan kepentingan masing-masing. Tak lupa Mona berpesan kepada Alisha jika membutuhkan bantuan Mama Mona siap mengajukan diri. Lalu mereka berpisah untuk pulang.
__ADS_1