
Alisha yang masih ketakutan hanya bisa duduk ruang tamu bersama keluarga dan Frans. Bayangan kejahatan yang dilakukan Olivia masih bersarang dibenaknya.
Sebenarnya Alisha mengetahui siapa pelaku penculikan yang menculiknya waktu itu. Tetapi karena mendapat ancaman Alisha hanya bisa berpura-pura tidak tahu.
Olivia telah mengancam akan menghabisi keluarganya jika Alisha melaporkannya kepada polisi tentang kejahatan yang telah dilakukan terhadapnya. Olivia mengirim ancaman melalui pesan singkat tak lama setelah mengetahui Alisha diselamatkan oleh Frans.
"hehhh!!! Wanita dungu, berani kamu melaporkan aku kepolisi, keluargamu akan habis. Aku tidak segan menghabisi orangtua dan juga adik-adikmu." begitu isi pesan Olivia.
Berita tentang penculikan dirinya telah sampai ke telinga Mama mona dan Pak Cakra, mereka merasa khawatir terhadap keselamatan Alisha. Beberapa waktu lalu keduanya telah menyempatkan diri untuk menjenguk Alisha pasca penculikan terjadi.
Mama Mona telah menyiapkan dua orang pengawal untuk mengawal Alisha kemanapun pergi, tetapi lagi-lagi Alisha menolaknya. Alisha bisa saja mengatakan pada Pak Cakra ataupun Mona jika yang menculiknya adalah Olivia kekasih Aditya.
Saat ini Alisha sedang dalam kebimbangan, jika ia beraktifitas diluar rumah maka ancaman bahaya dari Olivia bisa saja terjadi, namun jika ia hanya bekerja dari dalam rumah maka ia tidak menjamin bahwa dirinya bisa bekerja secara maksimal.
Disisi lain Alisha ingin mengatakan yang sebenarnya, namun ia takut jika Olivia maupun Aditya berbuat nekad kepada keluarganya.
Mau tidak mau Alisha menerima tawaran dari Frans dan bersedia untuk dikawal saat ia melakukan aktivitas diluar rumah.
Ditempat lain Andito orang kepercayaan Frans telah selesai menginterogasi seorang pria yang berhasil dibawanya pada saat penyelamatan Alisha.
Pria itu habis babak belur dihajar Andito, karena tidak mau mengaku siapa yang menyuruhnya melakukan penculikan terhadap Alisha hingga saat ini.
__ADS_1
Bahkan pria tersebut masih tak mau menjawab saat Andito memberikan sengatan listrik di kakinya dan meninju sekujur tubuhnya.
Andito memperlakukan pria tersebut tanpa belas kasih, tidak memberi makan dan minum selama berhari-hari. Padahal jika pria tersebut mau mengaku Andito akan melepaskannya dan memberinya makan serta memberinya uang puluhan juta.
Hingga suatu hari Andito telah habis kesabarannya, ia mengambil sangkur dan pistol terbaik miliknya yang ia simpan dibox penyimpanan senjata.
Ia melepaskan beberapa ekor tikus dilantai, tikus-tikus tersebut dibiarkan berlarian mengelilingi ruang penyekapan tersebut.
Lalu dengan gesit Andito menembaki tikus-tikus yang berlarian menyelamatkan diri. Hanya dengan sekali tembakan tikus-tikus tersebut mati terkapar.
Andito bergerak mendekati pria berbadan gempal yang kini sudah tak bertenaga tersebut. Tubuhnya yang terikat tak mampu bergerak untuk menyelamatkan diri, jangankan menyelamatkan diri untuk sekedar menggeser tubuhnya karena pegal dan kebas ia sudah tak mampu.
"Dan sangkur ini sudah ratusan kali aku gunakan untuk menguliti tubuh binatang buas secara hidup-hidup." ucapnya.
Anak buah Andito yang ada diruangan tersebut merasa merinding dan ngeri dengan keganasan bosnya. Bisa dibilang Andito lebih biadab daripada Frans. Frans hanya akan berbuat demikian kepada orang yang telah menyakiti keluarganya.
Namun semenjak ia menghandle perusahaan warisan kakeknya, Frans mengurangi aktivitasnya menggeluti dunia hitam dan kepemimpinannya sementara diserahakan kepada Andito.
"Aku bertanya sekali lagi, katakan padaku siapa yang meyuruhmu menculik nona Alisha hahh!!??" sergah Andito. Namun pria tersebut hanya diam.
"Baiklah pilih salah satu dari senjataku ini, mana yang harus aku gunakan untuk membunuhmu?" tanya Andito dengan senyum seringainya.
__ADS_1
Andito meletakkan sangkur diujung kepala pria tersebut dan sedikit menekannya, ia bersiap menguliti tubuh pria malang tersebut. Saat sangkur tersebut menembus kulit kepalanya, darah mengucur kemuka pria tersebut. Ia meringis kesakitan.
"Baiklah, akan aku katakan!!" ucap pria tersebut. "A a aku suruhan Nona muda Olivia."
"Siapa mereka?" timpal Andito. Sambil menyiapkan phonsel genggam untuk merekamnya.
"Nona Olivia adalah kekasih Tuan Aditya. Tuan Aditya adalah mantan kekasih Nona Alisha."
"Nona Olivia cemburu dengan kedekatan Nyonya Mona dan Tuan Cakra orangtua Tuan Aditya, sedangkan mereka tidak menyukai Nona Olivia."
"Nona memerintahkan kami untuk menculik Nona Alisha, mereka akan menjual Nona Alisha untuk dijadikan P*K di bar milik ayahnya Nona Olivia dan menghancurkan keluarganya." Terang pria tersebut.
"Tolong lepaskan saya Tuan, saya berjanji tidak akan mengikuti Nona Olivia lagi setelah ini dan bersedia mengikuti apa yang Tuan perintahkan." ucapnya memelas.
Setelah mendapat rekaman video dari pengakuan tersebut Andito mengirimnya kepada Tuannya melalui email.
"Bagus!! pergi sejauh mungkin dan bawa keluargamu, jangan pernah kembali lagi ketempat ini dan jangan pernah mengikuti orang-orang yang hanya bisa berbuat jahat kepada orang yang lemah." pesan Andito.
Setelah itu pria tersebut dibantu oleh anak buah Andito untuk mendapat perawatan dari dokter kepercayaannya.
Andito telah menyiapkan pesawat dan tempat tinggal baru yang lebih aman untuk pria itu dan keluarganya. Sebagai seorang pengikut dunia hitam, tentu Andito paham apa saja yang akan terjadi pada pria tersebut dan keluarganya jika masih berada di kota ini.
__ADS_1