Jalan Buntu

Jalan Buntu
KERJA SAMA MENGUNTUNGKAN


__ADS_3

Alisha dan Frans masih di tempat yang sama, keduanya masih bercengkrama meskipun Alisha merasa jengah dengan sikap Frans.


Frans dulu memang mengabaikan Alisha, namun sebenarnya tak berniat menyakitinya. Frans dibesarkan dari keluarga yang berpendidikan, semua saudaranya adalah lulusan sarjana dengan nilai sempurna. Maka tak ayal jika Frans juga hanya boleh fokus pada pendidikan.


Tetapi saat ini Frans sepertinya jatuh hati pada Alisha. Ia akan mencoba berbagai cara untuk bisa mendapatkan cinta Alisha.


"Alisha, bagaimana jika kita kerjasama?" usul Frans.


Alisha yang mendengar usulan Frans hanya memandangnya sekejap lalu kembali fokus pada cemilannya.


"Emm ma maksudku kita bekerja sama untuk perkembangan bisnis kita!" ucap Frans gugup.


Tak ada jawaban apapun dari alisha, Frans hanya mendengar dengusan kesalnya.


"Baiklah, aku minta maaf jika aku pernah mengecewakanmu. Aku tak bermaksud menghinamu ataupun menyepelekanmu waktu itu." ucap Frans. Berharap Alisha memaafkannya dan bersedia bekerja sama, dengan begitu Frans akan memiliki banyak peluang untuk mendekati Alisha.


Setelah beberapa saat "Kerjasama yang bagaimana maksudmu?" tanya Alisha malas. Bahkan ia menjawab tanpa memandang Frans.


Meskipun Alisha tampak malas menjawab, Frans masih tetap mencoba menundukkan Alisha. Frans paham jika Alisha masih kesal atau bahkan marah kepada dirinya karena kejadian waktu masih disekolah.

__ADS_1


"Bagaimana jika Als F&B yang mensuplai perusahaan Frans corp? Setiap hari kamu harus mengirim minuman kemasan paling sedikit 10.000 botol perhari!" ucap Frans percaya diri.


"Whaaaattttttt!!! 10.000??!! Setiap hariii!!" teriak Alisha tak percaya. diikuti anggukan kepala dari Frans.


"Kira-kira dong!! Karyawanku aja gak ada seratus orang, kamu minta kami mensuplai sebanyak itu?" gerutu Alisha.


Wajahnya yang kesal membuat dada Frans bergetar, ingin sekali ia mencubit pipi gembul dan bibir yang sedang manyun bak buah plum tersebut.


"Ayoolahh!! Kerjasama ini pasti menguntungkan." ucap Frans meyakinkan.


"Berikan harga sesuai harga yang kamu tetapkan saat ini atau jika kamu ingin menaikkan harganya aku juga tidak keberatan! Asal kamu bersedia mensuplai minuman itu setiap hari, bagaimana?" tanya Frans memastikan.


Triiiingg!!!


Sebuah notifikasi pemberitahuan dari mbanking,menandakan sejumlah transferan masuk kerekening milik Alisha.


Alisha membelalakkan matanya saat membuka rekening dari mbankingnya. Frans telah melakukan transfer untuk pelunasan pesanan yang dijanjikan dan juga mentransfer sebanyak seratus juta untuk membayar orderan yang akan datang.


"Ya Tuhan aku mendapatkan uang sebanyak ini hanya dalam hitungan detik!!" gumam Alisha, ia masih tak percaya Frans dengan cepat mentransfer pelunasan padahal dirinya belum mengiyakan kerja samanya.

__ADS_1


"Aku akan memberimu bonus jika kamu bisa mensuplai minuman itu tepat waktu!" ucap Frans.


" Baiklah!! Aku bersedia tapi aku ingin perusahaan mu membayar lunas didepan, apa kamu sanggup?" tanya Alisha tak kalah cerdik.


"Oke deal!!" jawab Frans tanpa berpikir panjang.


Alisha hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan Frans yang begitu mudahnya menggelontorkan dana sebesar itu.


Keduanya kembali menyelesaikan makan malam, dan benar saja menu yang dipesan Frans masih sisa cukup banyak. Frans pun meminta pelayan untuk membungkus makanan dan cemilan yg masih utuh untuk dibawa pulang Alisha.


Sebelum pulang Frans dan Alisha bertukar nomor phonsel, karena nomor sebelumnya mereka menggunakan nomor official. Frans juga berpesan kepada Alisha untuk surat perjanjian kerja sama akan segera dikirimkan ke rumahnya.


Keduanya berpisah diparkiran dan akan melanjutkan pekerjaan esok hari. Frans mengantar Alisha hingga depan resto, Lalu memberikan jaketnya untuk dipakai Alisha.


Cuaca malam sangat dingin ditambah Alisha hanya mengenakan dress pendek. Meski sempat menolak Alisha pun akhirnya bersedia menerima tawaran Frans.


Setelah Alisha berlalu, Frans buru-buru berlari ke mobil dan memberikan uang parkir kepada tukang parkir. Ia memberinya lebih dari biasanya, karena suasana hatinya yang sedang gembira malam itu.


Ia menyetir mobil dan mengikuti arah pulang Alisha. Sebagai laki-laki yang bertanggung jawab, Frans harus memastikan keselamatan Alisha. Ia memutuskan mengikuti Alisha hingga Alisha menghilang memasuki gang rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2