
((Pemeran Olivia di novel ini adalah Sara Ali Khan, Sara adalah anak perempuan dari pernikahan Saif Ali khan dan Amrita singh dan merupakan anak sambung dari aktris besar Bollywood Kareena Kapoor. Cocok gak nihh 😁?))
Peristiwa semalam cukup membuat Alisha trauma, untuk beberapa hari kedepan Alisha akan beristirahat dirumah. Semua pekerjaan ia pasrahkan kepada Aldo dan Dika.
Setiap aktifitas pekerjaan yang harus dilakukan diluar maka Aldo dan Dika yang akan menyelesaikannya. Semua dilakukan demi keselamatan Alisha. Mereka takut jika Alisha sendiri yang melakukannya kejadian yang sama akan terulang kembali.
Selama masa pemulihan Frans dan Rully menyempatkan diri untuk menjenguk Alisha. Mereka datang dengan membawa parcel buah, makanan ringan dan tak lupa Frans membeli bucket bunga krisan merah kesukaan Alisha.
Alisha sangat menyukai bunga-bunga yang memiliki aroma khas, di depan rumah banyak sekali tanaman bunga dengan baragam jenis yang ia tanam sejak dulu.
Bunga-bunga tersebut tumbuh subur dan bermekaran, harumnya semerbak setiap kali tertiup hembusan angin sehingga menambah keindahan tersendiri meskipun rumah Alisha masih terbilang sederhana.
Frans memasuki halaman rumah Alisha, mereka disambut oleh beberapa karyawan. Tak luput dari karyawan wanita, semua berdecak kagum dan terpesona akan ketampanan Frans. Bahkan kalangan ibu-ibu berani menggoda dan bertingkah genit di hadapan Frans dan Rully.
Frans tidak marah akan sikap ibu-ibu pekerja tersebut. Ia justru menanggapinya dengan ramah dan membalas cuitan mereka.
"Ganteng banget sihh mas!!,beristri belum? janda lho ibu!!" goda salah satu ibu yang berbadan gemuk. Wanita tersebut adalah seorang janda dengan tiga orang anak yang masih bersekolah. Suaminya kabur entah kemana info terakhir yang didapat suaminya selingkuh dengan perempuan pelayan warung dekat tempat kerjanya dan akan segera menikah.
"Ahh ibu, bisa aja !!" jawab Frans ramah.
Setelah bergurau sejenak dengan ibu-ibu Frans memasuki ruang tamu, didalam rumah kedua orang tua Alisha sudah menunggu.
"Selamat siang Pak,Bu bagaimana kabarnya?" sapa Frans dan Rully bersamaan.
"Alhamdulillah kita semua diberi kesehatan Nak Frans, Nak Rully." jawab Pak sabar.
Bu Mira mempersilakan keduanya duduk lalu kebelakang untuk mengambilkan minum dan cemilan. Alisha yang mengetahui kehadiran Frans segera keluar dari kamar dan menyambut mereka.
Alisha keluar kamar hanya menggunakan celana jeans pendek dan kaos putih oblong serta rambutnya yang panjang dibiarkan menjuntai.
Frans yang melihat penampilan santai Alishapun tertegun. Tanpa disadari Pak Sabar memperhatikan pria matang tersebut yang sedang memandangi putrinya.
Rully yang melihat bos nya bengong segera menyadarkannya dengan mencubit lengan Frans.
__ADS_1
"Awww!! Sakit !! pekik Frans.
"Bisa nggak bengongnya nanti, kita sedang bertamu bos!!" ucap Rully malas. " lihat tuhh Pak Sabar merhatiin terus"
Frans yang ketahuan mencuri pandang hanya bisa salah tingkah.
"Sayang pemandangan indah cuma dilewatkan!" celetuk Frans.
Alisha hanya memandangi keduanya dengan malas, sudah beberapa kali ia bertemu dua pria tersebut namun tak pernah sekalipun terlihat akur.
"Ha Hai Alisha, apa kabar?" tanya Frans gugup. Ia masih terpana dengan kecantikan Alisha, meski hanya berpakaian sederhana mampu membangunkan gairah jiwa kelakiannya.
"Sudah lebih baik." jawab Alisha singkat.
"Kapan bisa bekerja kembali?" ucap Rully menimpali.
"Esok aku sudah mulai bekerja, beberapa hari dirumah malah bikin capek." terang Alisha.
"Bagus kalau begitu, bisa ketemu tiap hari." gumam Frans dan didengar oleh yang lain.
Mereka melanjutkan perbincangan dan dilanjutkan makan siang. Bu Mira dibantu Alisha memasak untuk kedua tamu tersebut.
Setelah selesai Frans dan Rully izin pamit karena sudah terlalu lama berada di rumah Alisha.
Alisha mengantar keduanya sampai parkiran mobil. Sebelum memasuki mobil Frans berpesan kepada Alisha.
"Kamu tidak perlu risau, aku sudah pastikan tidak akan ada yang berani mengganggumu lagi. Dan mulai sekarang jika ada meeting kita yang akan menjemputmu. Jangan pernah kemana-mana sendirian, jika kamu butuh bantuan kamu bisa menelponku maka aku akan datang kapanpun kamu butuhkan." ucap Frans penuh perhatian. Alisha hanya mengangguk mendengar penuturan Frans.
Meski Alisha belum menampakkan ketertarikan terhadapnya, Frans akan terus mencoba.
"Dan satu lagi, aku akan mengirimkan pengawal mulai hari ini untuk menemanimu kemanapun kamu pergi." lanjutnya
"Tidak perlu Frans aku akan baik-baik saja, mulai hari ini aku akan lebih hati-hati. Aku juga akan merasa tidak nyaman jika kemana-mana harus diikuti pengawal aku ini bukan orang penting yang butuh dikawal." tolak Alisha. Ia merasa tak enak hati jika Frans harus memberinya pengawal karena menurutnya ide Frans terlalu berlebihan.
"Tapi kamu penting untukku." ucap Frans.
__ADS_1
Alisha yang mendengar pernyataan Frans hanya bisa tersipu malu.
"Pulanglah, aku akan baik-baik saja kamu tak perlu mengirimku pengawal ada adik dan juga karyawanku yang akan menjagaku ketika di luar." ucap Alisha tenang.
"Baiklah, aku pulang. Jaga diri baik-baik." pamit Frans. Sebenarnya Frans masih ingin berlama-lama bersama Alisha, ia tak ingin Alisha menghilang dari pandangannya barang sekejap. Namun Frans masih menyadari bagaimana kondisi hubungan mereka saat ini.
Tanpa sepengetahuan Alisha diam-diam Frans mengirimkan anak buahnya untuk mengikuti dan menjaga Alisha kemanapun pergi, serta membantunya jika sedang dalam bahaya.
Baru saja Frans dan Rully akan meninggalkan halaman rumah Alisha, Rully melihat kearah spion, tampak sebuah mobil terparkir tak jauh dari rumah Alisha.
"Bos, mobil itu sepertinya mencurigakan!" ucap Rully memberi tahu bosnya. Frans yang mendapat informasi dari Rully segera memutar badan kearah belakang,dan benar ada mobil yang nampak mencurigakan terparkir tak jauh dari rumah Alisha dengan posisi lampu yang masih menyala, itu tandanya mobil tersebut ada orang didalamnya.
"Benar, tunggu!! bukankah mobil itu yang pernah menculik Alisha. Kenapa ada disana, jangan-jangan mereka mau membawa Alisha lagi." ucap Frans panik, ia meminta Rully untuk berhenti dipinggir jalan.
"Siapa mereka? apa yang akan mereka lakukan? Ada masalah apa sampai mengincar Alisha." gumam Frans.
Frans meminta Rully untuk putar balik kembali kerumah Alisha, ia telah mendapatkan Alasan untuk kembali kerumah itu.
Sesampainya mobil Frans didepan rumah Alisha, maka semakin dekat dengan mobil yang mereka curigai.
Didalam mobil tersebut terdapat seorang perempuan dan dua orang laki-laki. Mereka adalah Olivia, Aditya dan seorang supir keduanya berniat mengintai gerak-gerik dirumah Alisha.
Olivia ingin mencari tahu siapa yang telah menyelamatkan Alisha pada saat ia menyekapnya beberapa waktu lalu.
Rully sengaja parkir dpinggir jalan depan rumah dan tidak masuk kehalaman, ia tak ingin kecolongan dengan orang yang berada dibalik mobil tersebut. Sedangkan Frans ia masuk kedalam rumah Alisha, dengan alasan ingin numpang ke kamar mandi.
Alisha yang kaget dengan keberadaan Frans secara tiba-tiba hampir saja mengira Frans adalah maling.
"Maliiinggg!!! Maliingggg!!!" teriak Alisha sambil memukul Frans menggunakan gagang sapu ijuk.
"Sssttt sssttt!!!! Aduhhh!!! Aku bukan maling Alisha, aku Frans." teriak Frans kesakitan.
"ohhh maaf maaf, lagian kenapa tiba-tiba masuk kedalam rumah bukannya tadi sudah pulang?" tanya Alisha curiga.
"Aku kemari untuk memberitahumu ada yang sedang mengintai diluar rumah. Makanya aku kemari untuk memastikan kamu aman" ucap Frans.
__ADS_1
Alisha kaget bukan kepalang, padahal baru saja Frans mengatakan semua sudah aman. Tiba-tiba ia mendapat informasi bahwa diluar ada yang sedang mengintai rumahnya.