
Satu minggu berlalu setelah perjanjian Olivia dan Aditya untuk menghabisi Alisha. Di mulai dari menghancurkan usaha orang tuanya lalu menghancurkan Alisha dari tempat kerjanya.
Suatu pagi rumah Alisha sudah dipenuhi warga dan pelanggan yang biasa membeli kue. Mereka menuduh orangtua Alisha menjual makanan beracun, karena banyak pelanggan yang keracunan setelah memakan kue-kue dari orangtua Alisha.
Alisha tak mengerti bagaimana makanan yang dijualnya bisa beracun. Para warga yang geram mulai melempar tomat busuk, telur busuk bahkan ada yang melempar batu sehingga membuat etalase pecah berserakan.
Toko itu sudah tak berbentuk pecahan kaca berserakan, aroma busuk dan amis menyeruak sebagian warga ada yang mual karena mencium aroma tersebut.
Ibu Alisha sudah tidak dapat berbuat sesuatu ia hanya menangis meratapi tokonya yang baru saja dirintis bersama keluarganya.
Alisha yang pagi itu belum berangkat bekerja akhirnya meminta ijin untuk tidak masuk kerja. Dirinya hanya bisa pasrah karena tidak mungkin juga ia melawan warga yang jumlahnya lebih dari dua puluh orang.
Beruntung adik-adiknya sudah berangkat kesekolah sehingga tidak melihat kejadian tersebut.
Alisha hanya bisa memeluk ibunya sambil menangis, ia tak menyangka ada manusia yang tega berbuat demikian. Tak lama setelah warga mendatangi rumah Alisha, Pak Lurah dan jajarannya pun langsung mendatangi tempat kejadian peristiwa setelah mendapat informasi dari salah satu warga.
__ADS_1
"Ada apa ini ribut-ribut bapak ibu?" tanya Pak Lurah yang baru saja datang.
"Bu Mira dan keluarganya menjual makanan beracun Pak Lurah!!" teriak salah satu warga.
"Iyaa betullll, betullll, kita harus laporkan mereka ke kantor polisi!!" teriak warga yang lain.
"Tenang bapak ibu sekalian, kita bisa menyelesaikan permasalahan ini dengan kekeluargaan, tidak perlu teriak-teriak apalagi sampai menghancurkan rumah seseorang!!" teriak Pak Lurah menenangkan warganya.
"Mana bisa begitu pak, anak saya sampai masuk rumah sakit sesaat setelah makan kue cubit yang kita beli dari sini, harusnya mereka bertanggung jawab!!" ucap Sadikin salah satu warga yang ikut melakukan aksi protes tersebut.
"Begini saja, serahkan permasalahan ini kepada pemerintah desa biar kami yang menyelesaikan. Bapak ibu sekalian sebaiknya pulang tidak pantas di desa kita ini ada ribut-ribut seperti ini." ucap Pak Lurah memohon.
"Baik Pak Lurah kita kasih waktu 3x24 jam apabila keluarga pak Sabar dan Mira tidak segera bertanggung jawab maka kita akan kembali dan menyeret mereka ke kantor polisi" ucap salah satu warga memprovokasi hingga semua wargapun mengiyakan perkataan pria tersebut.
Setelah melakukan negosiasi para wargapun membubarkan diri. Pak Sabar yang mendengar bahwa rumahnya disergap warga ia segera pulang dan membawa kembali dagangan yang sudah sempat di buka dilapaknya.
__ADS_1
Ia datang dengan tergopoh-gopoh, saat mendekat kehalaman rumah betapa kagetnya melihat toko istrinya rata dengan pecahan kaca akibat ulah warga.
"Astaghfirullahaladzim, kejam sekali mereka Ya Allah apa salah keluarga kami!!" ucap pak Sabar seketika jatuh dan terduduk, ia tak kuasa menahan tangis melihat kondisi istri dan anaknya.
"Sudah Pak Bu mungkin ini belum rejeki kita, kita sedang diuji oleh Allah sebaiknya kita sabar dan tabah." ucap Alisha berusaha menenangkan kedua orangtuanya meskipun dirinya juga terpukul.
Pak Lurah yang sedari tadi di rumah Alisha mencoba menenangkan keluarga tersebut. Sedangkan jajarannya membantu membersihkan serpihan kaca dan bekas telur busuk yang dilempar warga.
"Pak Sabar, Bu Mira dan Mbak Alisha sebaiknya kalian tenangkan dulu diri kalian. Kami semua tahu keluarga ini adalah keluarga yang baik dan kami juga tidak percaya jika kalian memberikan racun pada dagangan yang kalian jual. Percayakan pada kami kami akan mengusut tuntas siapa yang ada di balik semua ini." Ucap Pak Lurah sambil memberikan air mineral yang di beli oleh sang ajudan.
Pak Lurah menginstruksikan kepada timnya untuk segera membereskan sisa kekacauan tersebut. sementara Pak Lurah dan Sekertarisnya membantu Pak Sabar dan anak istrinya untuk masuk kedalam rumah dan nantinya akan dimintai keterangan jika kondisinya sudah stabil.
Di sebrang jalan sebuah mobil terparkir di antara mobil petugas kelurahan. Di dalam mobil tersebut Aditya dan Olivia tertawa senang melihat hancurnya usaha keluarga Alisha.
"Ini baru permulaan Alisha, setelah ini aku akan memberimu kejutan yang lebih meriah dari ini." ucap Olivia dengan senyum menyeringai.
__ADS_1