
Malam telah tiba Alisha hampir saja melupakan agendanya malam ini untuk bertemu Frans. Ia bergegas mempersiapkan diri dengan bermake up. Alisha memoleskan bedak tipis dan lipstik berwarna natural, lalu memakai dress hitam selutut dengan lengan panjang tiga perempat, jam tangan hitam kecil berbahan kulit dan kacamata bening.
Alisha memilih menggunakan sneaker putih serta Rambut panjangnya dibiarkan tergerai. Tak lupa ia menyemprotkan sedikit parfum beraroma vanila untuk menambah kesan elegan.
Penampilan sederhananya bisa membuat siapa saja yang memandangnya akan jatuh cinta.
Ia menyambar tas kerjanya lalu bergegas menemui Frans dengan menggunakan sepeda motor barunya. Alisha sebetulnya ingin mengajak adiknya Aldo atau Dika untuk menemani karena dirinya malas bertemu Frans. Tapi karena waktunya sudah lewat akhirnya ia memutuskan untuk berangkat sendiri menggunakan sepada motor agar lebih cepat sampai.
Dipertengahan perjalanan Alisha teringat bahwa ia lupa tidak membaca kartu nama alamat resto yang diminta Frans. Ia berhenti sejenak dipinggir jalan untuk mengambil kartu nama dari dalam tasnya.
"Sial!!! kenapa harus kesini sih? ini kan restonya Pak Cakra. Tahu akan keresto ini aku akan menolaknya tadi!!" Alisha mengomel sendiri.
Namun karena sudah terlanjur mau tidak mau Alisha tetap menuju lokasi tersebut.
Sesampainya ditempat parkir Alisha mengenakan masker terlebih dahulu supaya tidak ada yang mengenalinya. Ia malu karena dulu Pak Cakra dan Mama Mona sering membawanya kemari dan memperkenalkan kepada karyawan bahwa ia adalah calon mantunya, jadi kapan saja Alisha mengunjungi resto tersebut maka ia tidak akan diperbolehkan membayar sepeserpun, sekalipun ia memesan menu paling mahal.
Alisha memasuki area resto lalu menggerakkan kepalanya kekanan dan kekiri mencari keberadaan Frans.
Frans yang sudah menunggu didepan pintu private room hanya memandangi dari kejauhan, tingkah laku Alisha yang lucu ditambah pakaian hitam sederhana menambah kesan tersendiri bagi Frans.
Ia mencuri kesempatan itu sebelum menghampiri Alisha yang kebingungan mencarinya.
Frans datang dari arah belakang dan tanpa aba-aba ia menarik tangan Alisha lalu membawanya ke meja makan yang telah dipilihnya.
"Ishh apaan sih lepasin nggak!!!" berontak Alisha sambil berusaha melepaskan genggaman tangan dari Frans. Namun Frans tidak menghiraukannya.
(( Yang kepo sama sosoknya si Frans, diperankan oleh aktor India Varun Dhawan cocok gak ?? 😝))
Semua pengunjung menatap tingkah lucu kedua insan tersebut, mereka mengira keduanya adalah pasangan kekasih. Laki-lakinya gagah dan tampan sedangkan wanitanya cantik semampai dan lucu. Sungguh pasangan yang serasi begitu kira-kira yang ada dipikiran mereka.
Dua orang berbeda gender sudah berada diruangan yang dipilih Frans, Ia sengaja memesan private room karena kehadirannya ditempat umum tidak ingin dilihat oleh kolega bisnisnya atau wartawan.
Frans adalah pemilik perusahaan Frans Corps, salah satu perusahaan yang bergerak dibidang makanan dan minuman kemasan terbesar diwilayahnya.
__ADS_1
Sebagai bos dari pabrik minuman dan makanan kemasan, ia juga dituntut untuk membuat inovasi baru. Sudah banyak perusahaan yang bergerak pada bidang yang sama, oleh karena itu ia juga harus memutar otak mendapatkan produk baru yang belum ada di kompetirornya.
((Flash back on))
Suatu hari Frans sedang bersantai di halaman rumah, ia melihat pembantunya mengambil pesanan dari seorang driver ojek online.
Setelah pembantunya mendekat memasuki pintu rumah, ia menyapa pembantunya tersebut.
"Pesan apa Bi, banyak sekali?" tanya Frans.
"Eh, ini Den Bibi beli minuman yang lagi Viral!" ucap pembantunya sopan.
"Aden, mau coba? ini Bibi beli banyak buat stok heheh!!" ucap sang Bibi malu-malu.
"Boleh Bi, saya cicipi?" pinta Frans.
"Silahkan ambil Den, Aden mau yang rasa apa? Kalau yang Bibi suka varian red velvet Den." terang pembantunya tersebut.
Frans pun mengambil satu botol minuman varian milky red velvet lalu meneguknya. Ia merasakan sesuatu yang berbeda, seperti minuman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Rasa manis yang pas, susu yang tidak eneg dan segar meskipun sudah tidak terlalu dingin.
"Segar sekali, siapa yang menjual minuman ini? Aku harus bisa mendapatkannya!!" gumam Frans.
Frans berselancar dengan phonselnya, mencari akun yang diinginkan. Setelah menemukan dan membaca semua postingan tersebut Frans menscreen shot profil akun lalu mengirimnya kepada asistennya Rully. Ia meminta Rully untuk mencari tahu seluk beluk pemilik Als F&B.
Tak butuh waktu lama Rully telah mendapatkan siapa pemilik bisnis tersebut, semua data mengenai Als F&B dikirimnya melalui email. Frans memeriksa laporan yang diterimanya dan tidak menyangka bahwa bisnis tersebut adalah milik Alisha, seorang wanita yang dulu diabaikannya.
Alisha telah menjelma menjadi wanita cantik dan tangguh, Frans pun tertarik kepada Alisha dan meminta Rully sang asisten untuk memesan 1000 botol minuman dan membagikannya kepada seluruh karyawan kantor.
Dan beruntungnya Frans ketika yang mengantar pesanannya adalah sang owner sendiri, yaitu Alisha.
((Flash back off))
"Ishhhhh lepasin, sakit tauuukkkk!!!" gerutu Alisha.
"Hemmmm,lumayan cantik!!!" ucap Frans sambil memandangi Alisha dari ujung kaki hingga ujung kepala.
__ADS_1
Alisha yang melihat Frans memandangi dirinya merasa risih.
"Bisa dijaga nggak matanya?? Mana uangnya buruan!! sergah Alisha.
Alisha tak ingin berlama-lama dalam satu ruangan bersama Frans. Sebagai seorang wanita tentu Alisha juga merasa takut jika berduaan dengan laki-laki meskipun ia mengenalnya. Apalagi tatapan Frans yang sedari tadi seolah mengatakan ia sedang menginginkan sesuatu.
"Sengaja pakai dress pendek untuk menggodaku yaa?!!" ucap Frans menggoda Alisha sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Cihhh percaya diri sekali anda!!" cibir Alisha.
"Hahahaa!!! Sudahlah cepat duduk dan catat pesananmu!!" titah Frans.
"Maaf, saya sudah kenyang!" ucap Alisha acuh.
"Baiklah, biar aku yang pesan!" ucap Frans.
Ia pun memanggil waiters dan mengatakan pesanannya. Frans memesan banyak sekali makanan dan cemilan, karena Ia memiliki misi terselubung malam ini.
Alisha yang mendengar Frans memesan banyak makanan hanya bergumam.
"Cckkkk!! Mentang-mentang berduit pesan makanan seenaknya!!" umpat Alisha.
Diam-diam Frans mendengar umpatan Alisha, ia hanya tersenyum kecil dan hanya waiters yg mengetahuinya.
"Jangan khawatir, kalau tidak habis kamu bungkus dan bawa pulang!!" ucap Frans santai membuat Alisha membelalakkan matanya, karena untuk yang kedua kalinya Frans seperti mendengar apa yang dikatakan isi hatinya.
"Ishhhhh!!!" Alisha hanya mendengus kesal.
Setelah pertengkaran sengit dua sejoli tersebut duduk diam tak saling berbicara, hingga seorang waiters mengetuk pintu untuk mengantar pesanan.
"Terima kasih mas!!" ucap Alisha ramah.
"Cckkk sok ramah!!!" ejek Frans, ia seperti tidak suka Alisha terlalu ramah pada laki-laki lain. Apalagi waiters yang mengantar pesanan juga tampan dan gagah sama seperti dirinya hanya saja kulitnya sedikit lebih bersih dari Frans.
"Sudah sana keluar jangan memandangi wanitaku, aku tidak suka!!" gertak Frans.
__ADS_1
"Wanitaku!! Wanitaku!! cibir Alisha malas. "mas boleh duduk disini temani saya! Saya takut sama om om ini hhehe!!" lanjut Alisha sambil meringis mengejek Frans.
Waiters laki-laki tersebut dengan cepat menolak tatkala matanya beradu pandang dengan Frans, tatapan Frans yang begitu tajam seolah ingin menerkam membuatnya ingin segera beranjak dari ruangan setelah selesai meletakkan pesanan di meja.