Jalan Buntu

Jalan Buntu
MASIH TIDAK PERCAYA


__ADS_3

"Al maafkan aku" Wilda memohon.


"Lalu apalagi yang aku tidak ketahui tentang Aditya?!" Sahut Alisha menatap penuh harap pada sahabatnya.


"Apa kamu akan marah jika aku mengatakan yang sebenarnya Al ?!" jawab Wilda memastikan.


"Lebih baik aku sakit hati karena mengetahui semuanya daripada aku sakit hati meninggalkan Aditya tanpa mengetahui kebenaran apapun" tandasnya.


"Aditya bukan laki-laki yang baik Al,sudah dua wanita yang pernah di hancurkannya!"


"Apa maksudmu Wil?!" selidik Alisha.


"Selama ini Aditya sudah mengham*li dua wanita Grid Girl , dan keduanya telah mengg*g*rkan kandungannya beruntung keduanya tidak menuntut Aditya, tapi sepengetahuan Bagas mereka tidak menuntut karena sudah di ancam sama Aditya, Bagas mengatakan jika gadis-gadis itu berani menuntut maka mereka akan dilenyapkan" tutur Wilda.


((Grid Girl/Umbrella Girl adalah wanita-wanita cantik model promosi yang membawa payung dan memayungi para pembalap sebelum laga dimulai, biasanya mereka berpenampilan menarik dan s*ksi serta menjadi bagian tim penggembira. Kalo salah tolong dikoreksi 😁🙏))


"Ya Tuhan !!apa lagi ini !!" Alisha memegangi dadanya yang terasa sesak dan mulai terisak,dalam hatinya merasa menyesal karena telah membersamai laki-laki b*adap. Tapi bagaimanapun Alisha sangat mencintai Aditya apalagi mereka berpacaran lebih dari dua tahun.


"Al,aku mohon sama kamu lepaskan Aditya. Carilah laki-laki yang baik, laki-laki yang pantas mendapatkan cintamu ". Ucap Wilda

__ADS_1


"Sebaiknya kita pulang, hari sudah malam!" pinta Alisha sambil berlalu meninggalkan Wilda dibelakangnya.


Wilda tidak protes dan tidak berkata apapun, Ia memahami kondisi temannya saat ini.


Alisha sudah tak mampu berkata-kata, air mata terasa kering,dunia terasa gelap baginya. Sesak, kecewa, sakit hati, marah semua bercampur jadi satu ingin rasanya ia teriak saat ini, tapi Alisha masih punya malu untuk dilihat banyak orang.


Sesampainya dirumah, Alisha segera masuk ke kamar. Ia tak ingin kesedihannya dilihat oleh keluarganya apalagi pipinya yang masih terlihat bengkak tak ingin di ketahui ibu atau ayahnya.


Di dalam kamar Alisha meringkuk, ia menangis terisak dengan memeluk guling dan menangis dibawahnya.


Hari ini hari yang buruk dan melelahkan baginya, ya hatinya yang sangat lelah.


Dia melihat phonselnya namun tak mendapati pesan dari Aditya, padahal ia sangat berharap Aditya merayu dan meminta maaf seperti saat sebelumnya ketika Alisha merajuk maka Aditya akan merayu dan meminta maaf.


Tak lama setelah puas menangis, iapun terlelap.


Esok paginya subuh-subuh Alisha sudah bangun, seperti biasa ia akan menunaikan ibadah sholat subuh lalu memasak dan mencuci pakaian. Di dapur ibunya sudah bangun dan sedang mempersiapkan dagangannya, sementara ayahnya masih di masjid.


Karena lampu didapur tidak terlalu terang, ibunya tidak begitu memperhatikan wajah anaknya yang tampak sembab dan lelah. Hingga pagi ketika matahari sudah mulai mengintip, wajah alisa terlihat oleh ibunya yang hendak berpamitan akan berangkat dagang.

__ADS_1


"Lohh, Nak mukamu kenapa bengkak begitu, matamu juga sembab seperti habis menangis! Kamu sakit ?! Kita keklinik ya?!" tanya sang ibu.


"Nggak papa bu, ini hanya bengkak biasa semalam waktu perjalanan pulang habis main sama Wilda nggak sengaja kena sabetan daun pisang yang menghalangi jalan. karena gelap jadi gak kelihatan" bohong Alisha.


"Bener kamu gakpapa, nggak lagi berantem sama Aditya?!" cecar ibunya.


Ibunya Alisha memang sudah mengetahui hubungan anaknya dengan lelaki tersebut, tetapi sejauh ini belum mengetahui keburukan Aditya. Yang ibunya tahu Aditya adalah laki-laki yang baik dan memuliakan orang tua.


"Benar bu, sudah ibu sebaiknya segera berangkat takut kesiangan loh!" jawab Alisha secepatnya, takut sang ibu akan bertanya lebih.


"Ya sudah ibu berangkat ya, jangan lupa bangunkan adikmu!"


"Siap bu,hati-hati dijalan semoga dagangannya laris" jawab Alisha sambil menyalami ibu dan ayahnya.


Alisha kembali ke dapur untuk beberes dan segera membangunkan adiknya karena hari sudah mulai siang. Setelah semua pekerjaan rumah selesai Alisha segera mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.


Ia sempat membuka phonsel hanya ada notifikasi dari Wilda dan sahabatnya, mereka menanyakan kondisi Alisha saat ini . Namun tak ada niat untuk membalasnya.


Entahlah ia merasa sangat tidak ingin diganggu bahkan untuk berangkat kerjapun terasa sangat malas. setelah menimbang-nimbang akhirnya Alisha memutuskan untuk tidak berangkat kerja hari ini.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu Ria, maaf Bu untuk hari ini saya ijin tidak masuk kerja dulu karena sedang tidak enak badan. Terimakasih" kemudian mengirim pesannya ke Kepala cabang dan mematikan phonselnya.


Ia menghempaskan tubuhnya di ranjang, dan berjanji tidak akan melakukan aktivitas apapun.


__ADS_2