
Pukul 16.30 sore Alisha sudah siap untuk pergi ke klinik. Sesampainya di klinik ia mengambil nomor antrian poli umum dan menunggu giliran.
Di klinik tersebut mama Wilda bertugas dan kebetulan hari ini jadwal shiftnya mama Wilda. Ketika tiba giliran Alisha iapun segera memasuki ruang periksa.
"Selamat sore tante Nadya!" sapa Alisha.
"Iyha sore, Loh kamu Al sakit apa? Datang sama siapa?" tanya mama Wilda dengan ramah seraya memeluk Alisha.
"Sendirian tante, ini tante mata Alisha sakit kemarin habis main kesrempet pelepah daun pisang hehehe" jelas Alisha berbohong.
"Ada-ada aja kamu Al, sini coba tante periksa!
ada luka robek kecil dan memar diujung mata, tapi ini tidak berbahaya." terangnya sambil mengarahkan senter khusus dan memeriksa kondisi mata Alisha.
"Nanti tante kasih resep penghilang nyeri yang diminum sama obat tetes mata kamu ambil di apotik sebelah ya!"
Setelah berbincang sebentar Alisha pamit pulang.
"Kalo gitu terimakasih banyak tante, Alisha ke apotik dulu terima kasih juga untuk surat keterangan sakitnya." pamit Alisha.
"Kapan-kapan main kerumah tante ya, sudah lama lho kamu nggah main kerumah." pinta mama Wilda.
__ADS_1
"Insya Allah tante, secepatnya Alisha main kerumah tante, permisi dulu tante Nadya." Alisha segera undur diri dan meninggalkan ruang periksa. Ia nampak buru-buru karena di luar antrean masih panjang.
Setelah mendapat obat Alisha segera pulang kerumah karena hari sudah hampir magrib, ia akan melakukan ibadah sholat maghrib terlebih dahulu baru pergi menemui Aditya.
Sepuluh menit berlalu Alisha telah menyelesaikan kegiatannya dan bergegas untuk pergi ke taman. Sesampainya di taman rupanya Aditya sudah menunggunya, namun ia tak datang sendirian. Aditya membawa gadis yang saat itu di tampar oleh Alisha.
"Kamu yang membuat janji tapi kamu yang terlambat!" seloroh wanita yang disamping Aditya.
"Maaf saya tidak ada urusan dengan wanita ini Aditya, bisakah kamu membuatnya diam atau menyuruhnya pergi sebentar?" Alisha mencoba tegar meskipun sebenarnya ia cemburu dan sakit hati.
"Heh perempuan udik, miskin dekil bau lagi nggak usah songong deh. Aku tidak akan membiarkanmu berduaan dengan Aditya!". Cibir wanita tersebut.
"Diamlah Oliv! sebaiknya kamu kembali ke mobil aku ingin bicara empat mata dengan Alisha!!" perintah Aditya kepada Olivia. "Tapi sayang aku!!" belum sempat Olivia menyelesaikan perkataannya Aditya sudah meliriknya dengan tatapan mengintimidasi dan dengan terpaksa Oliv pergi meninggalkan mereka berdua.
Olivia dia putri tunggal dari salah satu keluarga terpandang di kota. Ayahnya sebagai kontraktor kepercayaan pemerintah setempat, namun pemerintah kota belum mengetahui jika selama ini papa Olivia telah melakukan korupsi hingga milyaran rupiah. Kekayaannya pernah dilakukan pemeriksaan oleh KPK namun hasilnya nihil. Benar nihil atau disuap tak ada yang tahu.
Papa Olivia juga merupakan investor di resto milih ayahnya Aditya dan juga investor di perusahaan tempat Alisha bekerja.
"Langsung saja apa yang ingin kamu katakan?" Tanya Aditya tanpa merasa berdosa.
"Aku ingin mendengar sendiri pengakuanmu Aditya? Apakah yang dikatakan Wilda semua benar?" desak Alisha, suaranya mulai bergetar menahan gemuruh di dadanya.
__ADS_1
"Aku mendekatimu karena kalah taruhan, aku juga tidak pernah benar-benar menyukaimu, aku bermain dengan wanita lain, aku tidur dengan banyak wanita, aku pernah membuat mereka hamil dan kemudian menyuruh mengugurkannya. Dan sekarang sepertinya aku juga ingin mencobamu sayang!Kita sudah pacaran selama dua tahun lebih tapi aku tidak pernah mendapatkan apapun darimu, hahahaha!" tutur Aditya dengan santainya.
Sementara Alisha sudah terisak, tak menyangka jika semua yang ia dengar adalah benar.
Alisha tercengang mendengar penuturan Aditya barusan.
"Jika kamu tidak pernah menyukaiku untuk apa kamu mempertahankan hubungan kita selama ini?" tanya Alisha.
"hahaha, Alisha Alisha kamu itu bod*h atau memang polos?, bukankah kamu sendiri yang mempertahankan hubungan gila ini? aku kan tidak!". Sekitika air bukankah dari dulu temanmu yang sok jagoan itu sudah memberi tahumu, kamu saja yang tergila-gila sama aku hahaha!" jawabnya percaya diri.
"Kamu benar-benar baj*ngan Aditya,bangs*t kamu, bisa-bisanya kamu mempermainkanku dan keluargaku, apa salahku padamu?" cecar Alisha sambil menarik kerah jaket yang digunakan Aditya. Amarahnya makin tak terkendali, Ia meluapkan kepedihannya saat itu juga.
Saat ingin menampar wajah Aditya, tangan kekar Aditya sudah lebih dulu menahannya. Ia mencengkram balik dagu Alisha. " Heh aku ingatkan padamu gadis kampung, laki-laki idi*tpun tidak akan mau punya pasangan seperti kamu! Sebaiknya kamu berkaca lebih dulu sebelum merasa pantas untuk bersanding denganku!" cibir Aditya dengan seringai menakutkan.
"Lepas Aditya, sakit!!! tanganmu akan menyakitiku lagi!" sembari mendorong Aditya agar melepaskan cengkeraman didagunya.
"Aku peringatkan padamu jangan pernah lagi menampakkan wajahmu yang buruk itu, tapi datanglah dan serahkan dirimu dengan sukarela jika kamu masih ingin menjadi kekasih bod*hku, hahahah!!" ujar Aditya lalu beranjak meninggalkan Alisha sendirian dengan tangisnya.
Alisha tertunduk meratapi keadaannya, tangan kanannya memegangi dadanya yang terasa sesak. Sebelahnya lagi mencoba menopang tubuhnya yang terhuyung dengan bantuan tiang pagar. Kata-kata Aditya barusan sungguh menyayat hatinya, Ia menangisi dirinya karena apa yang diucapkan Aditya adalah benar.
((Terkadang cinta membutakan segalanya, hingga membuat manusia yang mendapatkannya kehilangan kendali akan jati diri dan pilihan hidup yang akan dilaluiš„))
__ADS_1