
Alisha telah tiba dirumah, ibunya yang sedang sibuk meladeni pembeli tidak menyadari kehadiran anaknya. Ia langsung menuju kamar dan merebahkan tubuhnya diranjang.
Ditengah lamunannya ia masih memikirkan tentang dirinya yang tertuduh mencuri uang toko. Alisha tak habis pikir siapa yang tega melakukan hal buruk tersebut kepadanya, padahal ia merasa tidak pernah melakukan kejahatan pada orang lain.
Lambat laun matanya semakin berat dan sulit untuk diajak kerja sama, dan hanya dengan hitungan menit Alishapun tertidur pulas.
Hingga menjelang sore Alisha belum juga bangun, rupanya takdir yang terjadi hari ini cukup membuatnya kelelahan. Sang ibu yang mengetahui putrinya sudah dirumah, segera membangunkan Alisha untuk menunaikan kewajiban dan menyuruhnya untuk mandi.
Selesai mandi seperti sore-sore biasanya keluarga ini akan berkumpul di ruang keluarga, hanya untuk sekedar bercengkrama dan berbagi penat setelah seharian bekerja.
Bu Mira yang penasaran kepada Alisha akhirnya menegur anaknya yang sedari tadi hanya diam.
"Al, kamu sakit nak? Kenapa pulang lebih awal? lesu sekali hari ini?" cecar Bu Mira.
"Tidak ada apa-apa Bu, Alisha hanya kelelahan saja." jawab Alisha mencoba tenang tak ingin membuat ibunya curiga.
"Kita kedokter ya?" pinta sang ibu.
"Tidak perlu Bu, Alisha tidak kenapa-kenapa!!" jawab Alisha mengelak.
"Bu,boleh Alisha mengatakan sesuatu? Tapi janji ibu nggak akan marah sama Alisha?" ucapnya lirih sambil beringsut merebahkan kepalanya di pangkuan sang ibu.
Bu Mira yang peka mendapati putrinya yang tidak seperti biasa, segera membelai lembut rambut Alisha dan sesekali menepuk pelan bahunya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
"Ada apa, ceritakan pada Ibu!" pinta Bu Mira.
"Bu, Alisha dipecat!!" ucap Alisa tenang, air matanya sedikit menggenang, jika mau dirinya pasti sudah menangis tersedu, namun sebagai wanita hebat Alisha tak ingin menampakkan kesedihan didepan keluarga terutama orangtuanya.
"Apaaa!!! Kenapa bisa nak?" tanya Bu Mira.
"Entahlah Bu, sepertinya Allah sedang menguji kesabaran kita,huffffftttt!!!" ucap Alisha sambil menghela nafas berat.
"Alisha dituduh mencuri uang toko, padahal Alisha sama sekali tidak melakukannya. Dan sayangnya atasan Alisha seperti tidak mau tahu apapun, hanya karena bukti uang berada di loker Alisha mereka memecat Alisha tanpa memberi kesempatan untuk membuktikannnya." lanjutnya.
"Jangan-jangan ada yang menjebakmu nak!!" ucap sang ibu.
"Entahlah Bu, sudahlah tidak perlu dipikirkan lagi masih baik mereka tidak menggiring Al ke kantor polisi." ucap Alisha, lalu kembali duduk dan memeluk ibunya.
"Alisha akan membuat usaha kecil-kecilan dirumah Bu, sekalian membantu Ibu dan Bapak berjualan." ucapnya dengan tersenyum.
Hari mulai senja dan mulai sayup-sayup terdengar suara adzan magrib. Keluarga Pak Sabar segera bergegas menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Mereka pergi melaksanakan sholat di masjid yang tak jauh dari rumahnya.
Setelah pulang dari masjid mereka melanjutkan untuk makan malam.
Keesokan harinya pagi-pagi sekali Alisha sudah berada di pasar untuk membeli bahan-bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Ia berniat untuk membuka usaha minuman kekinian yang dikemas dalam botol plastik.
Dengan sisa tabungan yang dimiliki, Alisha nengambil beberapa untuk dipakai sebagai uang modal. Sebisa mungkin ia mengaturnya supaya tidak over budget.
__ADS_1
Alisha memberi beberapa botol plastik berukuran 200-300 ml, gula, syirup, bubuk coklat, bubuk vanila, pasta strowbery dan masih banyak lagi yang lainnya.
Setelah cukup membeli bahan yang dibutuhkan Alisha bergegas untuk pulang. Saat diperjalanan Alisha tak sengaja ditabrak mobil dari belakang.
"Buummm...!!! Braakkk!!!
Motor Alisha oleng ke kiri dan menabrak tumpukan tong sampah dipinggir jalan. Bahan-bahan yang dibelinya jatuh berserakan, beberapa botol yang dibawa pecah karena tertindih badan motor. Beruntung bahan-bahan yang terbuat dari serbuk dimasukkan ke dalam jok motor sehingga tidak ikut rusak.
"Hahahahah, pengangguran ya sekarang!!!" teriak seseorang dari dalam mobil yang menabraknya.
Alisha menoleh ke arah mobil tersebut, lagi-lagi ia harus berurusan dengan Olivia. Ingin sekali Alisha menghabisi nenek lampir tersebut dengan tangannya sendiri.
"Hehhh!!! Miskiinn!!! Kamu itu akan selamanya miskin, dekil akan selamanya dekil!!! Haahahha jadi jangan pernah berharap menjadi cinderella, itu hanya dongeng!!" Cibir Olivia, tanpa berniat sedikitpun untuk menolong Alisha kemudian mobil tersebut berlalu begitu saja.
Para pengendara yang melihat Alisha kesulitan segera berhenti dan menolongnya.
"Mbak tidak apa-apa?" tanya salah seorang pengendara ojek online.
"Alhamdulillah tidak apa-apa Pak, terimakasih sudah menolong saya." ucap Alisha tenang.
"Mbak tadi ditabrak mobil yang barusan jalan itu mbk? Biar kita kejar mbak, enak aja main kabur-kaburan!!" ucap pengendara lainnya.
"Ehh!! ehh!! Pak!! Pak!! Pak!! Tidak perlu Pak, saya tidak apa-apa mobil tadi sudah minta maaf kok Pak! Sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak bapak-bapak sudah menolong saya." ucap Alisha.
__ADS_1
"Bener mbak? Ya udah hati-hati ya mbak pulangnya!!" titah pengendara ojek online tersebut.
Alisha melanjutkan perjalanannya, untuk menghindari kejadian yang sama Alisha memilih jalan kampung. Meskipun lewat jalan kampung akan lebih lama, tetapi setidaknya ia merasa lebih aman.