Jalan Buntu

Jalan Buntu
HILANG


__ADS_3

Dua hari sejak pertemuannya dengan Frans, Alisha masih disibukkan dengan pencarian karyawan baru. Sedikitnya tiga puluh karyawan dan lima orang supir yang Alisha butuhkan. Alisha memasang brosur lowongan pekerjaan di berbagai platform sosial media.


Kedua orangtuanya terpaksa berhenti jualan kue, semua bahu membahu membantu Alisha. Tak jarang pelanggan yang datang merasa kecewa karena tak mendapat apa yang mereka inginkan.


Berita ini rupanya didengar oleh Alisha dan Aditya, mereka merasa geram karena Alisha bukannya hancur tetapi malah lebih sukses dari yang diduganya. Hal ini tentu membuat Olivia semakin kesal.


Olivia kemudian memerintahkan anak buahnya untuk mencari informasi yang berkaitan dengan Alisha.


Seminggu setelah Alisha menyebar brosur, iapun akhirnya mendapat karyawan borongan. Sebelum mulai bekerja Alisha dibantu Dika dan Aldo mentraining seluruh karyawan barunya.


Keesokan harinya tepatnya di awal bulan Alisha memulai bisnis barunya bersama Frans. Meskipun masih dikerjakan dengan cara manual tetapi semua pesanan bisa diselesaikan dengan baik dan tepat waktu.


Malamnya Frans dan Alisha sedang makan malam di sebuah cafe tak jauh dari rumahnya, Kemudian di susul Rully sang asisten.


"Kerja bagus Al!!" puji Frans.


"Yahhh, kita akan mengupayakan yang terbaik!" timpal Alisha.


"Bagaimana jika kita membeli mesin pengemas, untuk membantu meringankan pekerjaan karyawanmu?" usul Frans.


"Nanti dulu Frans kerja sama kita baru saja berjalan, aku takut bisnis ini akan berhenti di tengah jalan. Semua karyawan yang baru saja aku rekrut masih karyawan borongan, kita lihat saja dulu sampai sejauh mana peminat Als F&B ini." terang Alisha.


Alisha belum sepenuhnya percaya kepada Frans, Frans memang berani membayar didepan tetapi Alisha masih belum yakin terhadap kerja sama yang mereka lakukan.


"Baik, aku percaya kamu bisa mengelolanya." Frans memuji lagi.


"Hemmm, sebaiknya aku pindah meja." gerutu Rully. Rully yang berada dalam satu meja merasa jadi obat nyamuk memilih menggeser tubuhnya ke meja yang lain.


"Sekalian saja pindah ke depan cafe!!!" celetuk Frans.


"Ya ampun Bosss!!! Tega banget sama asisten sendiri." ucap Rully cemberut. Rully memiliki beberapa kepribadian kadang tegas dan garang pada situasi tertentu, kadang pula ia bersikap manja sekalipun pada bosnya.


Namun keunikan itulah yang membuat Frans mempertahankan Rully sebagai asistennya. Meski kadang menjengkelkan nyatanya Rully selalu bisa diandalkan dalam hal pekerjaan.


Alisha yang mendengar pertengkaran dua laki-laki tersebut hanya bisa nyengir.


Malam semakin larut , setelah puas membicarakan tentang pekerjaan Alisha pamit untuk segera pulang karena esok harus bekerja.


Mereka bertiga memutuskan untuk menyudahi makan malamnya. Rully pergi ke kasir untuk melakukan pembayaran, sedangkan Alisha dan Frans mereka lebih dulu menuju parkiran.


Alisha masih menggunakan sepeda motornya, ia belum berniat membeli mobil pribadi. Semua pemasukan hasil bisnis ia tabung karena Alisha bercita-cita ingin membangun sebuah pabrik.


Alisha pamit dan bergegas keluar parkiran, baru saja keluar dari gerbang cafe sebuah mobil sedan hitam memepetnya hingga motor yang dikendarai Alisha ambruk.


"Aaaaarghhhh, lepasinnnn!!!" teriak Alisha.


Dengan gerakan cepat seorang pria membekap mulut Alisha dan membawanya masuk kedalam mobil, kemudian mobil tersebut tancap gas meninggalkan motor Alisha yang tergeletak dipinggir jalan.


Frans yang mendengar suara berisik segera berlari keluar dari halaman parkir. Ia mendapati sepeda motor yang dikendarai Alisha tergeletak tak jauh dari cafe tersebut.


"Bangs*ttt!!! Siapa mereka, berani-beraninya menculik Alisha?" ucap Frans geram. Ia begitu mengkhawatirkan Alisha


Dalam keadaan khawatir Frans segera mengikuti mobil yang dilihatnya belum begitu jauh. Ia menggunakan sepeda motor Alisha dan meninggalkan Rully begitu saja.

__ADS_1


Sialnya Frans kehilangan jejak saat mobil tersebut memasuki gerbang tol. Karena tidak mungkin ia memasuki jalan tol dengan menggunakan sepeda motor, karena terlalu berbahaya.


Frans berhenti dipinggir jalan, ia mengambil phonsel dari dalam sakunya. Disana sudah terdapat puluhan pesan dan beberapa panggilan tak terjawab dari Rully.


"P"


"P"


"P"


"P"


"Bos dimana??"


"Bos angkat telponku!!"


"Ayoolahh, jangan bercanda aku sudah ngantuk." begitu isi pesan yang dikirim Rully.


"Sh*tttt" omel Frans.


Frans menelpon kembali Rully, dan mengatakan jika Alisha di culik.


"Whaaatt, diculik??" teriak Rully. Hingga membuat beberapa orang yang sedang melintas diparkiran menoleh kepadanya


Frans memerintahkan Rully untuk meminta pemilik cafe membuka rekaman cctv dan menelpon anak buah yang lainnya untuk mencari Alisha.


Di cafe Rully sedang melihat rekaman cctv, ia merekam kejadian yang baru saja terjadi dan mengirimnya kepada Frans.


Cctv tersebut merekam kejadian di depan cafe, sehingga plat mobil dan juga laki-laki yang menculik Alisha terlihat dengan jelas.


Frans dan Rully menyusuri jalanan yang kemungkinan besar dilalui penculik tersebut. Malam yang dingin dan mulai sepi tak dihiraukan mereka, yang dipikirannya hanya ingin menyelamatkan Alisha.


Di rumah Alisha kedua orang tuanya nampak gelisah, karena hingga pukul satu dini hari Alisha belum juga pulang. Sudah mencoba dihubungi berkali-kali namun tetap saja tidak ada respon dari Alisha.


Pak Sabar Ayah Alisha ingin menghubungi Frans tetapi mereka tidak memiliki nomor handphonenya. Pada saat yang bersamaan datang salah seorang anak buah dari Frans memberitahukan jika Alisha telah diculik.


"Apaa!!! Bagaimana anak saya bisa diculik hahh??" ucap Pak Sabar kaget begitupun istri dan adiknya.


"Tenang Pak, Pak Frans dan anak buahnya sedang mengupayakan pencarian. Mereka akan secepatnya membawa Alisha kembali." ucap pria tersebut menenangkan keluarga Pak Sabar.


"Ayoo Pak, kita cari Alisha Ibu khawatir sama dia Pak!!" pinta Bu Mira sudah berderai air mata. Sebagai seorang ibu Bu Mira sangat sedih dan mengkhawatirkan kondisi Alisha saat ini.


"Ini sudah malam Bu, kita lakukan pencarian besok. pasrahkan semuanya pada Nak Frans. Bapak yakin Nak Frans akan segera menemukan Alisha." saran Pak Sabar sambil memeluk istrinya.


"Betul Bu, sebaiknya Pak Sabar dan Bu Mira istirahat dulu, kami akan mengupayakan dan segera membawa nona Alisha kembali." ucap pria suruhan Frans.


Setelah memastikan kedua orang tua Alisha tenang, anak buah Frans tersebut bergegas meninggalkan rumah Alisha dan melanjutkan pencarian.


Frans meminta tim it nya untuk melacak keberadaan Alisha menggunakan nomor handphone. Dan tak butuh waktu lama tim it sudah mengirimkan lokasi terakhir Alisha berada saat ini.


Semua anak buahnya dikerahkan dan tak lupa membawa senjata untuk berjaga-jaga. Ya Frans begitu menyayangi Alisha ia tidak akan mengampuni siapapun yang berani menyakiti Alisha. Meskipun dalam kesehariannya Frans adalah pria biasa dan hanya seorang pebisnis, rupanya ia juga menggeluti dunia hitam.


Frans merupakan pimpinan mafia dari sebuah Klan yang belum diketahui kelompok serta keberadaannya saat ini. Ia benar-benar pandai menyembunyikannya, sudah lama ia tidak menggeluti bisnis hitam tersebut dan hanya digunakan pada saat dirinya atau keluarganya dalam kondisi bahaya.

__ADS_1


Tepat pukul tiga pagi seluruh anak buah telah bergerak menuju sebuah hutan dipinggiran kota, di tengah hutan terdapat bangunan tua yang digunakan Olivia untuk menyekap Alisha. Mereka mengepung gedung tersebut dan mengintai pergerakan penjaga.


Anak buah Frans masih menunggu aba-aba karena Frans sendiri yang akan masuk lebih dulu untuk menyelamatkan Alisha.


Sebelum memasuki area gedung Frans dan beberapa anak buah pilihan lebih dulu menggunakan alat pelindung diri, karena mereka belum mengetahui siapa pelaku dibalik penyekapan Alisha.


Mereka mengendap-endap memasuki gedung yang gelap dan minim cahaya. Frans menyuruh anak buahnya berpencar dan menghabisi para penjaga, ia berpesan kepada anak buahnya untuk melakukan penyergapan dengan tanpa suara.


Frans memasuki ruang tengah rupanya kehadirannya diketahui dua orang penjaga. Dengan lihainya Frans menghabisi dua penjaga tersebut dengan cepat, hanya dengan membekap dan menyuntikkan racun kedalam tubuh, para penjaga tersebut seketika limbung.


Ia melanjutkan memasukki ruangan paling belakang, ia berjalan mengendap-endap melalui pintu belakang. Semua penjaga yang diperintahkan menjaga pintu depan dan luar gedung sudah dihabisi oleh anak buahnya. Sehingga Frans dengan leluasa memasuki gedung tersebut untuk menyelamatkan Alisha.


Frans mengintip dari celah jendela, di dalam ruangan tersebut Alisha duduk dan bersandar pada dinding tembok yang kotor. Tangan dan kakinya terikat serta mulutnya masih tersumpal sebuah kain lusuh.


Tak ada sesiapa kecuali para penjaga yang ditugaskan menjaga Alisha supaya tidak kabur.


Tubuh Alisha tampak berantakan, matanya sembab karena sedari tadi menangis. Ada sedikit memar dipelipis matanya akibat tamparan keras dari Olivia saat Alisha mencoba berontak untuk melepaskan diri.


Frans yang melihat kondisi Alisha merasa geram iapun langsung menyerang para penjaga tanpa ampun lalu diikuti anak buahnya.


"Frans!!" gumam Alisha, Alisha merasa senang sekali karena ada orang yang menyelamatkannya.


Penjaga yang terkena pukulan dari Frans terpental hingga menabrak meja dan meja tersebut remuk, salah satu penjaga mencoba kabur namun dengan cepat Frans menarik krah bajunya kemudian meninju perut pria tersebut hingga terjatuh ke lantai.


Frans berlari mendekati Alisha dan melepaskan ikatan dan kain yang menyumpal di mulut Alisha.


Mereka berlari keluar menuju mobil yang telah disiapkan Rully dan segera meninggalkan gedung tersebut.


"Andito, bereskan sisanya!!!" perintah Frans pada ketua anak buahnya.


"Siap Bos!! Bolehkah saya membawa salah satu tikus curut ini untuk kita introgasi?" tanya Andito.


"Lakukan apa yang seharusnya kamu lakukan!!" ucap Frans dingin.


Frans masih merasa geram karena tak bertemu dengan pelaku utamanya, ia ingin sekali menghabisi manusia yang berani menyakiti wanita yang dicintainya.


Tepat sebelum subuh misi penyelamatan Alisha selesai, Frans dan Rully membawa Alisha pulang kerumah.


Orang tuanya semalaman tidak tidur karena memikirkan kondisi Alisha.


"Alishaa!!" teriak orang tuanya bahagia.


"Ibuu.. Bapakkk..!!!" teriak Alisha


Mereka bertiga berpelukan, kedua orangtuanya terharu melihat anak perempuan satu-satunya telah kembali pulang tanpa kurang suatu apapun.


"Terimakasih Nak Frans." ucap Pak Sabar sambil memeluk Frans. Dalam hati Frans ia merasa sangat bahagia selain Alisha telah kembali ia juga merasa satu langkah lebih dekat dengan keluarga Alisha saat ini.


Setelah berbincang-bincang dan bercerita mengenai kejadian semalam. Frans dan Rully pamit undur diri untuk segera pulang dan beristirahat.


"Frans, terimakasih banyak sudah menolongku!" ucap Alisha berkaca-kaca.


"Tak perlu berterimakasih, ini sudah kewajibanku menjagamu sebagai kolegaku." sahut Frans tersenyum .

__ADS_1


"Sebentar lagi Alisha aku akan menjadikanmu milikku." gumam Frans dalam hati.


Frans dan Rully bergegas meninggalkan rumah Alisha karena matahari sudah menampakkan diri di ufuk timur.


__ADS_2