Jalan Buntu

Jalan Buntu
MENGETAHUI PELAKU


__ADS_3

Sesampainya Alisha di rumah, ia menyempatkan diri untuk membuka video yang dikirim oleh Pak Darto sebelum mempersiapkan diri untuk bekerja. Alisha mengamati mobil dan memperhatikan wajah-wajah yang ada di video tersebut.


Ia mempause video yang ditontonnya ketika ia melihat sosok yang tidak asing. Setelah benar-benar diperhatikan ternyata yang divideo tersebut adalah Olivia. Alisha memang baru dua kali bertemu Olivia namun dia sudah hafal postur dan juga wajah Olivia.


Ia masih bertanya-tanya apa yang dilakukan Olivia dan kawannya mendatangi lapak jualan kue ayahnya. Kemudian Alisha melanjutkan video berikutnya.


Sesaat setelah video diputar Alisha mulai memahami apa maksud dan tujuan Olivia beserta kawannya mendatangi lapak ayahnya.


"Beraninya kalian memfitnah dan mengancam keluargaku yang tidak bersalah!" umpat Alisha dalam hati.


"Aku akan membuat perhitungan juga pada kalian!" Ucapnya. Lalu bergegas menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dan bersiap untuk bekerja, Alisha menuju kedepan rumah tempat ibunya berjualan.


"Bu, tolong katakan pada bapak. Bapak tidak perlu takut untuk berjualan di depan SMP, Alisha sudah mengetahui siapa pelaku fitnah dan yang mengancam akan melaporkan bapak ke kantor polisi!" Ucap Alisha pada ibunya.


"Siapa Al orang itu, mengapa tega sekali pada keluarga kita? Apa salah keluarga kita padanya?" ibunya bertanya-tanya.


"Alisha akan jelaskan nanti ya Bu, jamnya sudah mepet takut terlambat!" jawab Alisha sambil berpamitan lalu beranjak menuju motornya yang sudah terparkir di halaman, ia menarik gasnya perlahan hingga menghilang di balik pagar.


Alisha sudah sampai di toko, ia melakukan aktivitas seperti biasanya. Membersihkan barang, melakukan stok opname dan melayani konsumen. Setelah semua beres Alisha duduk disalah satu kursi dekat etasale sambil berpangku tangan.


Ia masih memikirkan video yang dilihatnya tadi, untuk apa Olivia melakukan fitnah keji kepada keluarganya. Jika karena Aditya bukankah dirinya sudah lama tidak komunikasi apalagi bertemu Aditya. Alisha masih asyik dengan lamunannya, hal itu dilihat oleh salah satu temannya yang juga dekat dengan Alisha.


"Doorrrr!!!!" teriak temannya tiba-tiba mengagetkan Alisha.


"Astagaaa!!!! Putri ngagetin aja dehh!" ucap Alisha kesal.


"Lagian kamu juga ngapain siang-siang ngalamun begitu, ada apa sini cerita?" tanya Putri.


"Tidak ada apa-apa Put, capek aja aku!" jawab Alisha berusaha menyembunyikan masalahnya.

__ADS_1


"Bener??? Kamu itu gak bisa bohong, udah sini cerita siapa tahu aku bisa membantu?" desak Putri, ia ingin sekali membantu kawannya itu.


Alisha adalah tipikal orang yang pandai menyembunyikan permasalahannya didepan orang lain, tapi ia tidak bisa menyembunyikannya dari orang-orang yang yang sangat dipercayainya salah satunya Putri.


Ia tidak mudah mempercayai seseorang, sekali percaya ia akan menganggapnya melebihi saudara, namun sekali saja ia dikhianati Alisha tidak akan pernah mempercayainya lagi dan cenderung menjaga jarak sekalipun itu saudaranya sendiri.


"Keluargaku sedang tertimpa musibah Put, orang tuaku dituduh menjual kue kadaluarsa. Padahal itu salah satu mata pencaharian mereka. Ayahku sempat didatangi beberapa warga sekitar yang terprovokasi dan akan melaporkannya pada polisi jika tidak segera menutup lapaknya!" ucap Alisha.


"Sadis amat tuh orang yang nuduh, lalu apakah ditemukan bukti jika ayahmu menjual kue kadaluarsa?" tanya putri.


"Kalau tidak ada bukti itu bisa dikenakan pasal pencemaran nama baik lho Al, dan itu bisa dipidanakan." terang putri.


"Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan kalau orangtuaku bersalah. Beruntung ada satpam sekolah SMP tempat bapakku jualan mau membantu jadi saksi pada saat kejadian demo itu!" jelas Alisha.


"Pak satpam juga sempat memvideo kejadian tersebut, parahnya lagi divideo itu ada pacarnya Aditya, mantanku dulu yang pernah aku ceritakan ke kamu. Aku tidak tau pasti apa maksud wanita itu menuduh orangtuaku tanpa bukti" lanjut Alisha. Ia mulai tersulut emosi ketika menjelaskan kejadiaannya.


"Begini aja Al, pamanku seorang polisi bagaimana kalo libur nanti kita menemuinya untuk konsultasi. Siapa tahu bisa sedikit meringankan permasalahanmu?" usul Putri.


"Enggaklah masa bayar, polisi kan tugasnya membantu masyarakat. Uang gaji mereka juga kita yang bayar, masa warganya butuh bantuan hukum harus bayar lagi!" kelakar Putri.


"Siapa tahu kan biasanya gitu, ooppsss!" ucap Alisha sambil menutup mulut dengan ujung jemarinya, merekapun kemudian tertawa bersamaan. Tak lama tokonya mulai berdatangan pelanggan, jadi keduanya membubarkan diri untuk melayani pembeli.


Jam pulang pun tiba , Alisha dan teman-temannya berjalan menuju parkiran motor. Setelah berpamitan Alisha melajukan kendaraannya menuju rumahnya.


Diperjalanan ia merasa sedang diikuti mobil. Mobil itu seperti yang tadi dilihatnya parkir tak jauh dari toko.


Alisha mulai menambah kecepatan motornya, ia berpikir untuk mempermainkan mobil yang mengikutinya. Semakin Alisha ngebut mobil itu juga ikut ngebut semakin Alisha mengurangi kecepatan mobil tersebut juga ikut pelan. Alisha tidak merasa takut karena sepertinya ia mengenali mobil itu, mobil itu seperti milik Olivia yang dilihatnya dari video.


Olivia kesal karena merasa dipermainkan Alisha, ia pun menambah kecepatan mobilnya supaya sejajar dengan motor Alisha.


Saat sudah sejajar Olivia membuka kaca mobil sebelah kiri dan tampaklah wajah mereka berdua saling menatap kesal.

__ADS_1


"Hei, wanita siala*n minggir kamu aku mau bicara!!" teriak Olivia.


Alisha tak menghiraukannya, ia berniat berhenti dijalanan yang terdapat cctv. Ia pun menambah kecepatannya dan berhenti mendadak di dekat persimpangan.


Berbeda dengan Olivia, ia juga ikut menambah kecepatan mobilnya. Namun sialnya Alisha yang tiba-tiba berhenti mendadak membuat Olivia panik dan banting stir ke kiri lalu menabrak pembatas jalan.


Braakkkk!!! Suara bumper mobil menabrak pembatas jalan.


Alisha yang melihat itu hanya duduk di atas motor sambil tertawa terbahak-bahak.


Olivia keluar dari mobilnya dengan perasaan marah, ia melihat bumper mobil kesayangannya penyok. Saking kerasnya tabrakan hingga membuat pembatas jalan hancur.


"Heh, wanita sial*n awas kamu ya!!! Aku akan buat perhitungan sama kamu!" teriak Olivia.


"Aku akan membuat keluargamu lebih hancur!" ucap Olivia keceplosan.


"Ohhh, jadi kamu yang membuat onar di lapak bapakku. baguslah tanpa aku cari tahu kamu ngaku hahahha!!" sahut Alisha, pura-pura tidak tahu jika Olivilah pelakunya.


"I I Iya, aku yang membuat onar di lapak ayahmu. Dan sekarang aku juga akan membuat keluargamu lebih hancur!" ucap Olivia dengan kesal karena ditertawakan Alisha dan juga gugup karena keceplosan.


"Coba saja!!!" jawab Alisha santai. "Aku juga akan melaporkanmu ke polisi karena sudah memfitnah dan mencemarkan nama baik bapakku!" lanjutnya.


" Orang miskin seperti kamu mau melaporkan ke polisi seratus kalipun juga tidak akan diproses hahaha!!" sahut Olivia tidak mau kalah.


"Lihat saja nanti! Aku pulang dulu ya capek nih pulang kerja malah ketemu nenek lampir hahaha." ucap Alisha mengejek.


"Hati-hati!! simpang ini dekat dengan makam besar dan katanya daerah ini rawan begal apalagi jam segini, mana udah sepi lagi." lanjut Alisha menakut-nakuti Olivia lalu bergegas melajukan motornya dan meninggalkan Olivia sendirian.


Belum juga membalas ejekan Alisha, karena wanita itu sudah meninggalkannya duluan. Olivia kesal karena dikatai nenek lampir, terlebih di takut-takuti jika daerah tersebut rawan begal dan dekat dengan makam. Sebagai perempuan tentu saja perkataan Alisha membuat nyali Olivia menciut.


"Sial kemana jemputanku ini sudah satu jam tidak juga datang, awas kalian!!" umpat Olivia.

__ADS_1


Karena merasa takut Olivia masuk kedalam mobil sambil menunggu jemputan. Sebenarnya mobil tersebut masih bisa dikendarai, namun karena gengsi Olivia enggan membawa pulang mobil tersebut dalam keadaan rusak.


__ADS_2