Jalan Buntu

Jalan Buntu
MAKAN MALAM


__ADS_3

Hari minggu tiba, Alisha tengah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan mama Mona. Ia memantaskan diri didepan kaca dan memantapkan diri supaya tidak gugup saat menjawab pertanyaan dari mantan calon mertuanya. Setelah selesai Alisha berpamitan kepada ibunya dan bertolak menuju resto yang sudah disepakati dengan menggunakan ojek online.


Mama Mona telah sampai di resto sekitar 10 menit yang lalu. Ia tidak ingin membuat mantan calon mantunya itu menunggu lama, bahkan ia membatalkan pertemuan dengan klien hanya untuk bisa bertemu dengan Alisha. Mona yang menentukan jam berapa akan bertemu dengan Alisha karena harus menyesuaikan dengan pekerjaannya.


Baginya Alisha adalah mutiara berharga yang sangat sulit ditemukan diantara mutiara-mutiara yang lain. Meskipun berasal dari keluarga miskin namun Alisha kaya akan sifat baik.


Sesampainya di resto Alisha menyapa mama Mona.


"Selamat malam tante?" sapa Alisha sambil menyalami dan memeluk hangat Mona.


"Tante? Kamu manggil saya tante?" tanya Mona tak percaya. Dadanya terasa bergemuruh saat Alisha menyebutnya dengan panggilan Tante.


"Eh iya tan, eh Ma!" jawab Alisha gugup.


"Alisha, kamu itu sudah saya anggap anak mama sendiri. Kamu boleh memanggil saya Mama, Ibu, Mami atau apapun senyamannya. Tapi tolong jangan panggil saya tante, itu sangat menyedihkan buat Mama." Ucap mama Mona.


"Emm tapi maaf Ma, saya dan Aditya sudah...!" Sanggah Alisha namun terpotong.


"Mama sudah tahu semuanya Alisha, Mama minta maaf atas nama Aditya. Selama ini mama tidak begitu mempedulikan keseharian Aditya, sampai-sampai Aditya telah melakukan banyak kesalahan." Tutur Mona sambil menggenggam jemari Alisha.


"Iya Ma, mama tidak perlu minta maaf sama Alisha. Alisha sudah memaafkan kesalahan Aditya." Ucap Alisha.


"Terimakasih Sayang, Oh ya dari tadi belum pesan makanan dan minuman, kamu mau apa bisa pilih sendiri!" pinta Mona sambil melambaikan tangan memanggil waiters.


Keduanya makan sambil ngobrol ringan sesekali bercanda. Kehangatan inilah yang tak ingin hilang dari kehidupan Mona. Entahlah wanita paruh baya itu merasa sangat nyaman saat sedang berdua dengan Alisha, bahkan Mona tak sungkan mencurahkan isi hatinya setelah lelah seharian bekerja.


Mona bekerja di sebuah pabrik Konveksi yang memproduksi berbagai macam pakaian dan fashion berkwalitas. Ia memiliki jabatan yang lumayan penting, maka tak heran jika ia memiliki gaji yang cukup tinggi. Sebenarnya Mona berasal dari keluarga kaya, namun setelah menikah dengan Cakra Hermawan Ia ingin hidup mandiri, harta warisan yang telah disiapkan oleh orangtuanya saat ini masih dibawa oleh pengacara kepercayaan keluarganya. Ia mengambil sedikit dari hartanya hanya untuk mengembangkan bisnis suaminya.


Setelah mereka menyelesaikan makan malam, mama Mona mengajak Alisha untuk Shoping di sebuah Mall besar di kota tersebut. Mereka pergi dengan mengendarai mobil milik Mona.


Mona membawa Alisha ke toko perhiasan, Ia akan membelikan kalung dan cincin sebagai bentuk permintaan maafnya.


"Permisi mbk saya butuh kalung dan cincin bisa pilihkan model yang bagus atau keluaran terbaru?" Sapa Mama Mona kepada pelayan toko.


"Baik bu sebelah sini." Ucap pelayan tersebut sambil menunjukkan beberapa koleksi terbarunya.


"Alisha bisa pilihkan kalung dan cincin ini, mana yang menurutmu bagus?" Tanya Mona kepada Alisha.

__ADS_1


"Yang ini sama ini bagus Ma, modelnya elegant cocok kalau Mama yang pake." Usul Alisha dengan tersenyum.


"Baiklah, Saya ambil yang ini mbk tolong dipacking!" Ucap Mona lalu memberikan salah satu Credit Card dadi dalam dompetnya.


Setelah melakukan pembayaran, mereka meninggalkan toko tersebut kemudian menuju ke toko tas bermerk.


Di toko tersebut mereka disambut dengan ramah, karena toko ini langganan Mama Mona bila ingin membeli tas.


"Alisha bisa bantu pilihkan Mama sayang? Mana yang menurutmu bagus untuk dipakai sehari-hari?" pinta mama Mona. Ia sengaja meminta Alisha untuk memilihnya, karena barang-barang tersebut akan diberikan untuk Alisha.


"Ini Ma, modelnya bagus warnanya kalem, simpel dan cocok dipakai di semua warna baju." saran Alisha sambil menunjuk ke arah tas yang didisplay di dalam etalase.


"Pilihan yang bagus, baiklah Mbak tolong bungkuskan tas ini saya mau ambil yang ini!" Ucap Mona kepada Spg.


"Baik Bu, silahkan selesaikan pembayarannya di sebelah sana!" Balas pelayan tersebut.


Mereka telah selesai dan sudah keluar dari toko sebelumnya. Mona mengajak Alisha untuk istirahat sebentar di Foodcourt yang disediakan mall tersebut.


Setelah memesan menu ringan, Mona pergi sebentar meninggalkan Alisha untuk membeli roti dan buah yang letaknya tak jauh dari foodcourt. Sedangkan Alisha bermain dengan phonselnya.


Nampaknya kehadiran mereka dilihat oleh Oliv dan teman-temannya. Mereka sedang makan malam di salah satu kedai yang ada foodcourt tersebut.


"Heh, gadis kampung ngapain kamu masih jalan sama mamanya Aditya? Kamu cari muka ya? Atau sedang memanfaatkan kebaikan mamanya Adit?" cecar Olivia.


Namun Alisha tak menggubris perkataan Olivia.


"Kamu tuli ya!!?" bentak Oliv sambil menjambak rambut Alisha.


"Memangnya kenapa kalau aku jalan sama mamanya Adit,apa ada masalah?" tanya Alisha dengan santai dan memanas-manasi Olivia, meskipun kepalanya masih terasa sakit akibat dijambak oleh Oliv.


"Aku ingatkan sama kamu ya gadis bod*h! Mamanya Aditya akan segera menjadi mertuaku! Jadi mulai sekarang kamu jangan sok cari muka sama mamanya Aditya. Paham kamu!!" bentak Oliv sambil mencengkram dagu Alisha.


Tiba-tiba, "Lepaskan anak saya!!" teriak mama Mona dari arah belakang.


Olivia yang mendengar itu terhenyak, tubuhnya gemetar karena perbuatannya diketahui oleh Mona.


"Saya juga ingatkan sama kamu! Jangan sekali-kali menyentuh anak saya apalagi sampai menyakitinya, karena saya tidak akan membiarkan itu!" bentak Mona.

__ADS_1


"Dan saya ingatkan sekali lagi kepadamu sipaling pintar! Sampai kapanpun saya tidak akan menyetujui dan tidak akan pernah merestui hubungan kalian!!" Mona kembali menekankan dengan kalimat sindirian.


"Pergi dari sini sekarang juga atau saya panggil polisi sekalian!" perintahnya.


Olivia yang sedari tadi tertunduk karena takut, akhirnya memilih pergi meninggalkan mereka berdua.


Dalam hati Oliv ia merutuki Alisha, "S*alan,aku akan membuat perhitungan padamu Alisha".


Mama Mona dan Alisha sudah selesai dengan kegiatannya, Mona mengajak pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 22.00.


Mona mengantarkan Alisha pulang. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam karena jalan-jalan di mall cukup membuat capek dan pegal.


Sesampainya di depan rumah , "Alisha!" panggil Mona. Mona menahan Alisha yang hendak turun dari mobil.


"Iya Ma, ada apa?" Tanya Alisha, sambil menengok ke arah sumber suara.


"Barang yang tadi kita beli, semuanya untuk kamu! Anggap saja sebagai bentuk permintaan maaf Mama atas perbuatan Aditya!" Ucap Mona.


"Ya ampun Ma, mama gak perlu melakukan itu. Alisha sudah memaafkan Aditya!" jawab Alisha.


"Tidak Alisha, apa yang mama berikan ini tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu alami selama bersama Aditya!" tutur mama Mona.


"Terimalah Nak, mama akan sangat senang jika kamu mau menerima pemberian mama." pinta wanita itu.


"Tapi Ma, ini terlalu mahal" Alisha masih berusaha menolak pemberian Mona. Alisha merasa tak enak hati untuk menerima semua itu. Makan malam dengan mantan mertuanya saja sudah cukup baginya.


Mona masih membujuk Alisha agar mau menerima pemberiannya.


Setelah beberapa menit, akhirnya Alisha mengalah dan mau menerima hadiah dari mama Mona.


"Terimakasih ma, mama sudah baik sekali sama Alisha dan keluarga Alisha. Alisha tidak tau lagi harus membalas kebaikan mama dengan apa!" Ucap Alisha.


"Kamu tidak perlu membalas apapun sayang, tetap jadilah Alisha yang seperti sekarang ini. Alisha yang baik hati dan suka membantu orang lain. Tidak ada orangtua yang mau meminta imbalan setelah apa yang diberikan kepada anak-anaknya. Tetaplah jadi anak mama meskipun kamu sudah tidak bersama Aditya.!" pinta mama Mona, lalu memeluk Alisha.


Alisha yang mendengar itu merasa terharu, ia berterimakasih kepada mama Mona lalu izin untuk segera masuk ke rumah.


"Mama pulang hati-hati, jangan lupa kabari Alisha jika sudah sampai di rumah. Terimakasih untuk hari ini Ma." Pamit Alisha lalu turun dari mobil dan tak lupa menutupnya.

__ADS_1


Mona tampak melambaikan tangan dari dalam mobil lalu dibalas oleh Alisha dengan sama- sama melambaikan tangan. Mobil sedan hitam itupun melesat meninggalkan kediaman Alisha.


Alisha menunggu sampai mobil tersebut hilang di tikungan, Kemudian barulah ia masuk kedalam rumahnya.


__ADS_2