Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
10.Dunia Sempit Yaa


__ADS_3

Ayya menundukkan kepalanya ketika sang ayah memanggilnya untuk mendekat kearah ranjang sahabatnya, Takut.. satu kata itu yang bisa mewakili perasaan Ayya saat ini, hingga suara seseorang yang memanggil membuatnya mendongak.


" Ayya..." panggil pria paruh baya itu membuat Ayya mendongak, suara itu seperti familiar diingatnya.


" PAMAN.." pekik Ayya terkejut. Membuat sang Ayah yang duduk disamping pria paruh baya itu terkejut.


" Kamu kenal sayang" tanya Arya kepada putrinya yang perlahan mendekat.


" Emm.. iya Ary, ternyata memang gk salah aku jodohin dia sama putraku" jawab Pria tua itu sembari mengingat kembali kejadian satu tahun silam.


Flashback On


Ayya terkejut ketika melihat pria paruh baya hendak jatuh dihadapannya, buru buru Ayya mendekat untuk menolongnya.


" Paman..." tegur Ayya menyentuh bahu yakni Tio.


" PAMAN.." pekik Ayya ketika tubuh Tio ambruk membuatnya kalang kabut.


Ayya memapah tubuh Tio ke sebuah bangku dekat taman. Hari ini adalah hari dimana Ayya sedang melakukan Studi tour disebuah pedesaan terpencil, sore tadi dia sedang menikmati waktu sendirinya setelah tadi mereka berkumpul menikmati wisata disana.


Ayya berdiri ketika sebuah mobil melintas membawa teh.

__ADS_1


" Mang.. mang... Tolong...." pekik Ayya membuat sang sopir menghentikan mobilnya.


" Kunaon neng..." tanya mamang itu keluar.


" Tolongin mang, ada orang pingsan" Ayya berjalan menuntun mamang yang biasanya disapa mang Odang.


" Astaghfirullah... ini teh, juragan yang punya perkebunan ini neng.. sini saya angkat" Mang Odang bergegas memapah tubuh Tio memasuki mobil.


" Yaudah mang, kalau gitu saya pulang yaa mang" pamit Ayya Namun ditahan mang Odang.


" Bareng aja neng, searah kan" tawar mang Odang yang memang tau bahwa Ayya salah satu murid dari SMA HARAPAN.


Ayya pun ikut nebeng kedalam mobil itu, hingga sampai depan penginapan yang ternyata berjarak tidak terlalu jauh dari Villa Tio.


" Saya yang makasih neng, kalau bukan karena Eneng.. gk tau deh nasib juragan" ucap Mang Odang lalu melenggang pergi ke Villa Tio yang letaknya diatas bukit.


Keesokan Harinya, Tio yang mendengar penjelaskan dari mang Odang yang ternyata salah satu pekerja yang mengantar teh yang dikelolah dikebun nya. Tio langsung bergegas mencari Ayya yang kebetulan berjalan diperkebunan teh Miliknya.


" Nah ini juragan, neng Ayya yang kemarin saya ceritain" cetus mang Odang membuat Ayya terkejut waktu itu sedang memandangi pemandangan bersama salah seorang temannya.


" Astaghfirullah mang... ngagetin aja" kesal Ayya belum menyadari kehadiran Tio.

__ADS_1


" Maaf neng, saya hanya bawa juragan buat ketemu kamu" ucap mang Odang membuat Ayya sadar jika ada Tio disana.


Tio pun berjalan jalan ditemani mang Odang dan Ayya untuk menyitari sekitar perkebunannya, singkat Carita disitulah awal mula mereka bertemu dan menjadi dekat bak Paman dangan seorang keponakannya.


Tio salut dengan ketulusan hati Ayya yang terlihat membantu beberapa orang yang menurutnya sangat prihatin, bahkan Ayya tidak segan segan untuk memijat kaki seorang ibu ibu yang waktu itu sedang keseleo. Tidak ada rasa malu atau gengsi dalam dirinya hingga dia bahkan turun tangan dengan para pekerja yang waktu itu sedang memetik, baik bukan.


Sempat terlintas dipikirannya untuk menjodohkan Anak sulungnya dengan gadis berhati tulus itu, namun harapannya itu tertanam ketika Ayya harus pulang.


Flashback off


" Hah ternyata memang berjodoh yaa" cetus Arya terkekeh membuat Ayya tersenyum kecut. " Dunia sempit yaa" batinnya.


" Asal kamu tau Ary.. aku bahkan pernah berfikir untuk menjodohkannya dengan putraku" ucap Tio membuat Ayya terkejut, sejauh itukah pikiran Paman Tio yang bahkan hanya seminggu kenal dengannya, langsung berencana sejauh itu.


" Wah benar benar jodoh yaa" Arya tertawa mendengar penuturan Tio, hingga pandangan mereka tertuju pada pintu yang kian terbuka.


" Assalamualaikum Paa..."


Bersambung..................


##

__ADS_1


Haduh siapa nih si calonnya Ayya....


__ADS_2