
" Kenapa harus dia sih, kenapa manusia patung kayak dia yang dijodohkan sama gua, kenapa manusia kanebo itu, udah sering marah.. sering ngehukum orang.. dasar dosen killer" umpatnya kembali.
"Oh gitu yaa.."
Ayya mendongak menatap seseorang yang ada disampingnya, tiba tiba saja perasaan gugup menyerang Ayya yang spontan berdiri.
" Puas ngatain saya yang katanya.. manusia tembok, manusia patung sama manusia Kanebo" ucapnya yang ternyata adalah Zakky entah sudah berapa lama dia berdiri disana.
" Emm.. anu, anu pak.. emm" mulut Ayya tercekat tidak tau harus berkata apa, yang jelas jelas tadi mengumpat serta nge dumel.
" Jangan suka ngelas jadi mahasiswa, apa lagi sama saya" ucap Zakky duduk diujung kursi.
" Bomat, lagian bukan dikampus bebas dong saya ngelakuin apa aja, termasuk membantah apa yang anda bilang" jawab Ayya memberanikan diri membuat Zakky tersenyum tipis, dengan cepat dia menarik pergelangan tangan Ayya.
Ayya yang mendapat serangan dadakan langsung oleng, matanya membulat ketika bersitatap dengan Zakky bahkan kini dirinya duduk dipangkuan sang calon suami.
" Apa yang anda lakukan pak" pekik Ayya panik terlebih dia tidak bisa bangkit karena tangan Zakky merengkuh pinggangnya.
" Kenapa memangnya" tanya Zakky meraih dagu Ayya membuatnya semakin gugup.
" Jangan macam macam pak," meski takut Ayya berusaha menatap Zakky.
" Ini adalah hukuman jika kamu berani membantah calon suami kamu" ucap Zakky membuat Ayya bergeming, menatap wajah Zakky.
" Jangan lama lama liatin saya, ntar jatuh cinta loh" ucap Zakky membuyarkan lamunan Ayya.
__ADS_1
" Najis..." umpat Ayya lalu mencubit pinggang Zakky sehingga dia bisa berdiri.
Ayya yang sudah berdiri memutuskan untuk kembali, namun tiba tiba suara Zakky menghentikannya.
" Saya hanya ingin berbicara empat mata dengan kamu, mengenai perjodohan ini" ucap Zakky membuat Ayya berbalik menatapnya.
" Duduklah.." seru Zakky sehingga Ayya berjalan perlahan duduk disamping pria kaku itu. Ayya memilih menurut karena kali ini Zakky dalam mode serius.
" Mungkin kita Sama-sama tidak menginginkan perjodohan ini, tapi demi orang tua kita saya rasa tidak mungkin kita menolaknya" Zakky menjeda kalimatnya.
" Tapi saya berharap sekali atas kesediaan kamu untuk menerima perjodohan, mungkin kalimat ini terkesan memaksa tapi saya mohon kesediaan kamu Cahaya Isyana Adinata, jika bila kamu memang tidak nyaman dengan pernikahan ini kamu bisa kapan saja menggugat, tapi tolong kesediaan kamu" ucap Zakky serius.
" Saya tidak akan memaksa kamu mencintai saja, tidak akan melarang jika memang kamu sudah mencintai pria lain, tapi tolong demi kesembuhan papa saya" Zakky menggenggam tangan Ayya tanpa sadar. Membuat Ayya terhenyak kesediaan pria didepannya demi orangtuanya membuat minder, hampir saja kemarin dia membantah sang Ayah namun sekarang...
" Boleh saya memberikan syarat" tanya Ayya membuat Zakky menatapnya.
" Saya ingin pernikahan ini nanti diadakan secara tertutup atau dalam artian tidak dipublis" ucap Ayya membuat Zakky berpikir.
" Baiklah tidak masalah..." jawabannya mengerti maksud Ayya yang akhirnya keduanya memilih kembali keruangan Tio.
Sesampainya disana terlihat tinggal kedua orang tua mereka terlihat juga Vania sudah ada disana, sedangkan Keenan memilih kembali ke kantornya yang memang berencana mengadakan meeting.
" Assalamualaikum.." salam mereka bersamaan.
" Wa'alaikumsalam" dijawab serempak pula.
__ADS_1
" Sini duduk..." panggil Tio yang kebetulan menunggu keputusan keduanya.
" Bunda" Ayya menyalami tangan Vania diikuti Zakky.
" Zakky yaa" Zakky pun mengangguk sebagai jawaban.
" Jadi bagaimana keputusan kalian" Tanya Tio yang kasurnya sudah dinaikkan sehingga memudahkannya menatap mereka berdua.
Zakky menghembuskan nafasnya perlahan.
" Kami berdua siap Pah.. Om Tante, tapi sudah kami putuskan untuk pernikahan kami digelar secara tertutup atau tidak dipublis" ucap Zakky diangguki Tio.
" Bagaimana menurut kamu Arya" tanya Tio kepada sahabatnya membuat Arya menatap kearah Ayya dan Zakky.
" Ayah setuju saja dengan yang kalian mau, tapi ayah perlu tau apa alasan kalian menutupinya dari publik" pertanyaan Arya sukses membungkam Ayya, yang sudah jelas menyindir dirinya.
" Ini sebenarnya keputusan saya Om, selain menutupinya dari publik saya sebenarnya ingin melindungi Ayya, om juga tau karena pernikahan ini akan membuat relasi bisnis kita semakin besar, tapi juga semakin basar persangian kita dalam bisnis saya rasa om pasti sudah mengerti dengan konsekuensinya bukan" Tio tersenyum tipis sungguh sifat Zakky mengingatkan dia akan dirinya saat muda dulu.
" Setidaknya dengan ini mereka berdua tidak akan tau" batin Zakky
" Yang saya maksud bukan menutupinya rapat om, tapi menutupinya dari publik karena kita tetap akan mengundang para rekan bisnis dari om, papa dan dari kami berdua" Arya tersenyum,ternyata Zakky sudah memikirkannya matang matang.
" Maaf Om sempat mikir yang tidak tidak tentang kamu, kalau begitu om setuju" Ucap Arya membuat Tio tersenyum.
Bersambung................
__ADS_1
##
Hayo siapa nih yang dimaksud Zakky..