Jalan TAKDIR Yang Rumit

Jalan TAKDIR Yang Rumit
07.Insiden Tak Terduga


__ADS_3

Ayya berjalan gontai memasuki kamarnya, baru saja tiga hari lalu dia bermanja manja kepada kedua orangtuanya sekarang dengan menghabiskan waktu bersama, namun dia dibuat gundah menghadapi permintaan dari sang Ayah.


" Ayah mohon sayang" kalimat itu terus terngiang ngiang. Bahkan wajah memelas ayahnya kembali terlintas.


Ayya berbaring di kasurnya sambil meringkuk memeluk tubuhnya, sehingga terdengar Isak tangis yang keluar dari mulutnya, tubuhnya bergetar hebat seakan mengeluarkan segala bebannya.


Ingatannya kembali berputar mengingat setiap detik kenangan masa lalu nya, dulu disaat dia terpuruk disitulah datang pangeran yang membuatnya merasa aman dan nyaman namun siapa sangka perasaannya diputar balikkan oleh keadaan hingga membuat luka yang menganga lebar karena itulah dia enggan membuka hati.


Entah berapa lama waktu dia habiskan hingga tak terasa kantuk menyerang, perlahan matanya terpejam hingga tubuhnya perlahan memasuki alam bawah sadar.


_____ _____ _____ _____


Ayya terbangun dari tidurnya tepat pukul setengah satu dini hari, pikirannya kembali berputar hingga membuat moodnya buruk, dengan cepat dia meraih sebuah kunci motor pemberian Keenan.


Dengan perlahan dia keluar rumah sambil mengedarkan pandangannya, beruntung tidak ada orang yang melihat sehingga mempermudahnya untuk keluar, tujuannya kini adalah garasi hingga ketika sampai didalam garasi, kini matanya tertuju pada sebuah bungkusan hitam yang dapat Ayya pastikan dalamnya adalah motor pemberian Keenan.


Matanya menatap takjub ketika bungkusan hitam itu dia buka, terlihat motor sport keluaran terbaru dengan warna Hitam mengkilap.


Ayya mendorong motor itu hingga depan garasi, buru buru dia mengunci kembali garasi takut jika sang penjaga rumah tau jika dia keluar, namun siapa yang sangka pergerakannya diketahui Arya yang tadi hendak keluar mencari udara dibalkon kamar, kebetulan kamar Arya menghadap kearah depan rumah sehingga memudahkannya menatap jalanan.


Arya terkejut ketika melihat Ayya menjalankan motornya keluar dari gerbang dengan kecepatan normal.

__ADS_1


Arya langsung berteriak memanggil nama Ayya yang kini terkejut mendapati sang Ayah yang terus memanggilnya. Dengan kecepatan tinggi Ayya melakukan kendaraannya membelah jalan raya, sedangkan Arya terus berteriak lalu masuk dengan tergesa-gesa.


Vania yang tidur kini terbangun ketika mendengar suara teriakan Arya, wajahnya terkejut ketika melihat sang suami berjalan keluar dengan setengah berlari bahkan masih terlihat jelas sang suami yang menitihkan air matanya.


Vania kini ikut berlari menyusul suaminya yang kini sudah berlari menuju mobilnya didalam garasi.


" Mas.. kamu mau kemana mas" tanya Vania mengetuk pintu mobil Arya.


" Aku mau kejar Ayya maa, aku bakal batalin perjanjian kami asal Ayya pulang maa" ucap Arya membuat Vania tergugu. Pikirnya berarti sang putri melarikan diri, dia edarkan pandangan melihat sekeliling garasi dan ternyata memang tidak ada motor pemberian Keenan.


" Aku ikut mas" sargah Vania membuat Arya menggeleng.


Sedangkan Vania berlari masuk membangunkan sang putra sulung. Yang kini tertidur pulas akibat kelelahan, yaa dia memang beberapa hari ini kurang tidur sehingga suara teriakan kedua orangtuanya pun tidak dia dengar.


Sementara sang bunda terus saja menggedor pintu dengan kencang, membuat Keenan kesal langsung bangun hanya memakai kolor juga kaos hitam polos.


" Siapa sih malam malam gini bangunin" teriaknya tertahan ketika melihat sang bunda berdiri dengan Rut wajah cemas.


" Bu-bunda.. ada apa bunda" tanya Keenan.


" Adik kamu kabur, ayah lagi ngejar" teriak Vania membuat mata Keenan terbelalak.

__ADS_1


Sementara Arya terus mengejar motor sang putri dengan kecepatan tinggi, beruntung jalanan kini tidak terlalu ramai hingga tidak mengganggu pengguna lain.


" Maafkan Ayah sayang... maaf" gumam Arya bergetar terus saja mengikuti kemanapun jalan Ayya, meski sedikit kesulitan karena kadang dia harus melewati jalanan yang lumayan sempit, sedangkan Ayya terus memicu laju motornya dengan lihai.


Meski beberapa kali ia harus mengusap air matanya, sebenarnya dia tidak ingin lari namun dia hanya ingin menenangkan pikirannya, dia tidak akan sanggup menolak permintaan sang Ayah Yang sangatdia sayangi.


Tiba tiba saja dari belakangnya terdengar suara tabrakan Kuat yang kini menabrak pembatas jalan, membuat Ayya langsung memberhentikan motornya.


Matanya membelalak terkejut ketika sebuah truk merah menindih mobil kesayangan Ayahnya dari arah depan.


" Ayah..." teriak Ayya melepaskan helmnya dan melempar sembarang. Matanya digenangi derasnya air matanya, dia merasa semua yang terjadi karena dirinya, dia sadar sudah terlalu jauh melarikan diri hingga kelereng bukit.


" Ayah...." Air matanya semakin mengalir deras ketika melihat darah bercucuran mengalir.


" AYAH........"


Bersambung.................


##


Gimana guys episode kali ini, semoga banyak yang mampir yaa....

__ADS_1


__ADS_2